Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Design By M. Rizki Riswandi


“ nak zaya “ panggil bapak.

“ iya bapak ada apa “ sahutku dengan nada penasaran

“ nak, bapak ingin membicarakan sesuatu denganmu. Ini sangat penting, tetapi sebelumnya biakah kita singgah dulu. Bapak tidak ingin menceritakan ini dirumah ummi.”

“ baiklah pak”

          Kamipun singgah disebuah taman dan duduk di sebuah bangku dibawah pohon beringin

“ nak..sebelumnya bapak minta maaf.  Bapak tidak bermaksud untuk mengecewakanmu zaya “ ucap bapak dengan nada iba

“ iya bapak. Ada apa pak? “ tanyaku penasaran

“ begini sayang. Kamu ingatkan bapak punya hutang 50 juta sama saudagar kaya dikampung kita, pak mail ? “

“ iya pak.. zaya ingat “

“ sekarang kamu sudah dewasa dan beberapa hari lagi kamu menjadi sarjana. Pak mail ingin hutang bapak segera terlunasi dan jika tidak kamu harus menikah dengan nya. Bapak tau hini sangat berat bagimu tapi bagaimana lagi setelah bertahun tahun bapak berusaha untuk melunasinya tapi apa daya bapak hanya seorang buruh tadi dan haru menghidupi bibi sumi dan Rinki. “ menangis

“ bapak zaya mohon jangan menangis, zaya rela menikah dengan pak mail jika itu bisa melunasi hutang bapak. Zaya tidak masalah kok pak “ menahan air mata

“ benarkah? Kamu tidak keberatan nak “

“ iya pak. Zaya bersedia “ ucapku dengan tegar


          Mendengar permintaan bapak hatiku Seperti dihantam petir disiang bolong ,  bagaimana tidak aku harus menikah dengan pak mail, saudagar sombong dengan perangai buruknya suka menindas rakyat kecil dan memaksakan kehendaknya , sangat tak bisa kulupakan dengan perangainya ketika ia memaksa temanku untuk menjadi istri keenamnya dan sekarang apakah aku harus menjadi istri ketujuhnya? . berbagai pertanyaan timbul dalam benakku bagaimana aku akan bertahan hidup dengan seorang laki laki yang  berperangai buruk. Aku bingung antara harus bahagia atau bersedih. 2 hari lagi adalah hari bahagia dan sudah kunantikan sejak sekian lama, tapi hari itu juga dunia terasa buram dan taqdir burukku tiba karna aku harus kembali ke aceh dan menikah dengan saudagar yang kaya itu.


          Sesampai dirumah ummi kami pun duduk berbincang bincang dan ummi juga banyak berbincang dengan ibu tiriku. Tapi aku setelah menjamu bapak aku pun langsung memasuki kamarku. Aku melakukan shalat ashar dan berdoa pada Allah, jika memang ini yang terbaik maka berikanlah aku kekuatatan untuk menghadapinya. Setelah berdoa aku tak dapat menahan airmataku dan menangis didepan sang kuasa, aku mengadu akan nasibku yang malang ini.

          Tiba tiba kak Hifzil mengetuk pintu kamarku, segera kuhapus air mataku agar ia tidak curiga dengan kesedihaku dan segera kubuka pintu kamarku.

“ zaya.. kamu baik baik sajakan ? “ tanya kak Hifzil

“ iya dong kak.. kok kakak tanya begitu sih ? “ aku curiga kak Hifzil melihat aura keedihanku

“ kakak tau zaya kamu lagi sedihkan? , dan kamu baru saja menangis “ ucapnya

“ tidak kok kak. Lagian kenapa aku harus menangis “ berusaha tersenyum

“ kakak kenal kamu sejak kecil zaya, kakak sangat tahu dengan perangaimu. Coba ceritakan permasalahanmu pada kakak “ bujuknya

          Akhirnya akupun menceritakan permintaan bapak untuk menerima pinangan pak mail, sang saudagar kaya yang memiliki 6 orang istri.

“ masyaallah.. jadi itu permasalahannya ? “

“ iya kak. Mungkin memang ini taqdir zaya. Jujur zaya sangat bingung sekarang haruskah zaya menikah dengan pria itu ? “ tanyaku disela sela isak tangiku

“ jangan sedih zaya, kakak janji akan membantumu menjelaskan pada bapak bahwa kamu tidak perlu menikah dengan lelaki tua itu.” Sahut kak Hifzil

“ benarkah kakak mau membantuku? , tapi tidak usahlah kak aku tidak mau mengecewakan bapak. Bagaimana pun ia bapak ku sudah tugasku untuk berbakti padanya”

“ tapi kamu juga tidak perlu menghabiskan sisa hidupmu bersama pria yang usianya terbilang tua”

“ aku ikhlas kak , jika memang ini sudah taqdir Allah. Aku yakin pilihan Allah adalah yang terbaik”


          Setelah perbincangan kami selesai kak Hifzil pun keluar dari kamarku dan membiarkanku untuk beristirahat setelah menangis tadi. Ia pergi entah kemana setelah berpamitan pada ummi dan bapak diruang tamu. Menjelang magrib kak Hifzil belum juga kembali sementara kami langung melaksanakan holat magrib berjamaah.

Setelah shalat aku, ummi dan ibu langsung menyiapkan makanan untuk makan malam. Tiba tiba kak Hifzil pulang dan duduk bersama kami untuk menikmati makan malam . suasana malam itu hening hanya terdengar suara jangkrik yang sedang patroli , tubuhku bergetar tangan dan kakiku dingin aku diam membisu tak satu kata pun terucap dari mulutku. Aku takut jika bapak akan membicarakan hal ini sekarang aku tidak sanggup melihat wajah ummi ketika tau bahwa putrinya harus kembali kedaerah asalnya padahal ia berharap aku bisa merawatnya hingga akhir hayatnya.


          Tiba tiba bapak membuka percakapan
“ rummi , sebelumnya terima kasih telah ,merawat Zaya hingga menjadi gadis yang baik dan sopan tutur katanya, hingga lusa ia resmi menjadi seorang sarjana dan bisa mengabdi pada masyarakat. Saya bermaksud untuk membawa zaya kembali ke tanah Aceh , disana ia bisa membantu masyarakat dan yang terpenting adalah ada seorang laki laki yang meminangnya dan bermaksud untuk memperistrinya .” ucap bapak
          Dumn... serasa dunia berhenti berputar tubuhku dingin seperti es batu . mataku terus memandang kak Hifzil berharap ia akan membantuku tapi kulihat kak Hifzil tetap diam dan tidak berkata apa apa.

“ subhanallah , baiklah kalau itu yang bapak inginkan , saya sebagai orang tua angkat Zaya hanya bisa menyerahkan semua keputusan pada nak Zaya sendiri. Bagaimana nak zaya ? “ sahut ummi

          Aku tau ada perih yang disembunyikan ummi. Kekecewaan yang teramat dalam terlihat dari raut wajahnya tapi apa boleh dikata, ia tidak memperlihatkan kekecewaannya didepan bapak. Pertanyaan yang ummi lontarkan padaku sangat membuatku bingung untuk menjawabnya , ketika logika berkata tidak tapi hati berkata harus , ia adalah bapak ku inilah saatnya aku membalas jasanya. Tapi tiba tiba kak Hifzil menjawab

“  sebelumya ananda minta maaf ummi, biar ananda jelaskan. Sebenarnya zaya telah mencintai seseorang dan berkali kali berterus terang pada saya baik secara langsung maupun lewat surat. Dan Zaya sangat menderita jika tidak hidup bersamanya. Dan orang yang dicintai zaya pun tidak bisa hidup jika tidak memperistri zaya, cinta keduanya sudah terjalin sejak SMP.” Tutur kak Hifzil
         
          Semua kaget dengan penuturan kak Hifzil terutama ummi , ia sangat kecewa karena masalah sepenting  ini tidak ia ketahui dan ia merasa malu terhadap bapak dan ibu sumi , bagaimana mungkin ia membiarkan anak SMP menjalin cinta.

“ siapa yang zaya cintai nak , jelaskan pada kami semua “ perintah ummi padaku

           Aku tidak bisa menjawab karna memang pertanyaan tersebut tidak ada jawabanya. Permasalahnnya menjadi semakin rumit, apa yang harus kubicarakan aku sama ekali tidak mencintai lelaki manapun karna selama ini pikiran ku hanya terfokus pada kuliahku.

“ begini ummi , sebenarnya Zaya sangat pemalu untuk masalah seperti ini.tapi ananda mohon jika kalian tidak marah ketika mendengar nama ini. Nama laki laki yang dicintai dan mencintai Zaya adalah MUHAMMAD HIFZIL KAMIL. “ tutur kak Hifzil

          Mendengar nama yang disebukan kak Hifzil membuat semua orang dimeja itu tersentak kaget terutama aku , skenario apa yang kak Hifzil mainkan ini .

“ benarkah yang kamu bicarakan itu nak Hifzil, nak zaya? “ tanya bapak

          Kami berdua menjawab seolah olah kami pasangan kekasih yang sudah terikat lama dan bukan hanya sebatas kakak adik. Aku heran kak Hifzil sampai nekad bersandiwara untuk membantuku. Tapi tiba tiba aku dikejutkan dengan permintaan restu kak Hifzil pada bapak dan ummi untuk menikahiku. Setelah berpikir panjang bapak pun merestui kami walaupun pikirannya masih tertuju pada pak mail dan hutang hutangnya tapi ia sadar bahwa kebahagiaan anaknya lebih penting.

“ ummi , bapak . Hifzil minta maaf untuk ini semua. Hifzil ingin menikahi Zaya “ ucap kak Hifzil

“ iya bapak setuju, kapan kamu ingin menikahinya nak ? “ tanya bapak pada kak Hifzil

“ saya ingin melangsungkan akad nikah besok pagi di mesjid Al Ikhlas.” Ungkap kak Hifzil

          Penuturan kak Hifzil tadi membuatku bertambah kaget , apa ia serius untuk menikahiku. Tidak ini hanya sandiwara , tapi bagaimana bisa ia memainkan sandiwara ini dengan sangat serius

“ Zaya , ini bukan sandiwara. Kakak benar benar ingin menjadi imammu. Kamulah wanita yang selalu kakak cari , sholehah dan lembut tutur katanya. “ ucap kak Hifzil yang membuat aku yakin bahwa ini bukan lagi sandiwara.

“ nak Hifzil , jika besok kamu ingin melangsungkan akad nikah . apa tidak terburu buru , ummi belum mempersiapkan apapun untuk Zaya.” Sanggah ummi

“ tidak perlu ummi . Hifzil sudah mempersiapkan semuanya, Hifzil juga sudah mempersiap mahar 80 juta uang tunai untuk Zaya. Besok tepat pukul 11.00 WIB akad nikah akan dilangsungkan dan zaya, kamu tidak perlu lagi memikirkan tentang hutang hutang bapak pada mak mail , kakak berjanji akan melunasi semuanya.” Ucap kak Hifzil

“ terima kasih nak, bapak tidak tau harus berkata apa . kamu bahagia bersama zaya.” Ucap bapak


          Keesokan harinya , tepat pukul 11.00 WIB semua pergi menuju mesjid al ikhlas untuk menyaksikan pernikahan ku dengan kak Hifzil. Aku sunguh tak menyangka akan menikah dengan seorang laki laki sholeh seperti kak Hifzil. Setelah tiba di mesjid aku dikejutkan dengan penampilan anak anak kecil yang menyambutku dengan bershalawat, aku terharu melihat anak anak yang begitu polos mencoba memberkati pernikahanku.

“ siapa kah anak anak itu kak ? “ tanyaku pada kak Hifzil

“ mereka adalah anak didikan kakak sewaktu SMA dek , mereka anak anak panti yang tuna netra ada juga yang tuna rungu.”

“ subhallah indah sekali lantunan shalawat mereka “ ucapku terharu

          Setelah prosesi akad nikah dilangsungkan, aku dan kak Hifzil diiring menuju pelaminan untuk menyalami para tamu yang ingin memberi selamat atas pernikahan kami . setelah serangkaian acara selesai dilangsungkan kami pun kembali kerumah.

          Sesampai dirumah semua orang duduk di ruang tamu termasuk ummi dan bapak , mereka sedang berbincang bincang. Sementara aku langung memasuki kamarku, yah kamar kami berdua aku dan kak Hifzil. Setelah selesai shalat isya aku memasukkan pakaian kak Hifzil kedalam lemariku, sekarang aku harus berbagi lemari dengannya.tiba tiba kak Hifzil masuk dan mengejutkan ku

“ zaya..” panggilnya

“ eh kak Hifzil “ jawabku

“ zaya, udahin aja itu kerjaan mu dek. Besok kan hari wisudamu sebaiknya kamu tidur cepat.” Ungkap kak Hifzil mencoba menyarankan

“ ga papa nih zaya tidur cepat “ tanyaku

“ iya.... buruan gih “

“ sebelum aku diwisudakan menjadi seorang sarjana , aku ingin malam ini kakak wisudakan aku menjadi seorang istri yang sempurna” ucapku

“ baiklah. Sebelumnya mari kita shalat dua rakaat “ ajak kak Hifzil..

          Keesokan harinya, tibalah waktu dimana aku diwisudakan menjadi seorang ahli psikologi. Selesai sholat subuh bersama suamiku. Aku bergegas mandi dan bersiap siap untuk menyambut hari bahagiaku. Tiba tiba kak Hifzil mengagetkanku, ia membuka rentetan  rambutku yang lurus terurai dan memasangkan sebuah liontin indah yang sepertinya mahal. Tiba tiba kudengar ia berbisik lembut ditelingaku “ i love you sayang “. Samar samar kudengar dan yap..aku cukup yakin. Setelah itu kami langsung bergegas menuju gedung utama kampus kami dimana acara wisuda sebantar lagi akan dimulai.


          Ridho bukan bermakna tiada tangisan, tetapi ridho adalah penerimaan terhadap apa yang menjadi ketentuan Allah. Apabila kita ridho atas sesuatu yang mengecewakan hati kita, maka percayalah Allah akan menggantikan kekecewaan itu dengan sesuatu yang tak disangka sangka.

Karna hati yang tulus tidak akan lelah bertahan dan tidak akan menyerah berjuang, karna bahagia pasti ia temukan.

-THE END-

Cerpen Karangan : Zikrunal Ulya

Leave A Reply

Muhammad Rizki Riswandi

[name=Muhammad Rizki Riswandi] [img=https://lh4.googleusercontent.com/-G7Q7GEaN3Ww/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACj8/ut8fOyusy-A/s512-c/photo.jpg] [description=Saya adalah Seorang Anak Pramuka yang ingin berbagi ilmu serta informasi tentang dunia kepramukaan dan juga ilmu pengetahuan, semoga tulisan tulisan saya dapat bermanfaat untuk kawan kawan semua] (facebook=https://facebook.com/kakakiky.id) (twitter=https://twitter.com/kakakiky_id) (instagram=https://instagram.com/kakakiky.id)