Cerpen Romantis | The Crazy Boy Part 2 - Herlisa Cikis - KakaKiky | Blog Edukasi
News Update
Loading...

4/21/2019

Cerpen Romantis | The Crazy Boy Part 2 - Herlisa Cikis

Pict From Instagram - @anobeee_

KakaKiky - “Masha..? dia pacar kamu?”
Hah? Aku berbalik dan melihat wajah-wajah yang sedang bengong itu sedangkan si ninja gila itu hanya tersenyum penuh kemenangan ke arahku.
“Iya dia pacarku.” Katanya kemudian, lalu bangkit dari kursinya dan menuju ke arahku. Dia meraih tanganku dan berjalan ke luar kelas. Aku sempat melirik ke arah Luna yang saat ini memantulkan muka congeknya karena bingung. Maafkan aku Luna, aku harus meninggalkanmu karena si kacang ini.

.
“Apa sih maumu?” semburku saat dia sudah sukses menyeretku ke kantin dan mendudukkanku dengan paksa di meja makan bersamanya. Dasar sinting!
“Aku mau makan” jawabnya datar.
“Nggak perlu mesti begini kan, dan siapa bilang aku pacarmu!”
“Bukannya tadi pagi kita udah jadian, ya. Atau mungkin kamu punya pacar yang lain. Kalo punya putuskan saja, aku nggak rela diselingkuhin”
“Dasar kadal! Siapa juga yang jadian sama situ dan siapa juga yang punya pacar. Aku jijik pacaran, tahu!”
“Baguslah kalo gitu. Oh ya, kamu nggak ingat yang lima juta?” katanya mengingatkanku. Well jadi dia nggak amnesia, coba aja tadi pagi itu aku pelintir kepalanya pasti dia nggak akan ingat, dasar unta.
“Mbak, pesan pangsitnya 2” katanya pada pelayan kantin.
“Eh aku nggak suka pangsit” potongku.
“Trus kamu sukanya apa?” tanyanya sambil menautkan kedua alisnya.
“Mie ayam pake bakso.” Jawabku
“Maksud kamu bakso mie ayam?” dia mengoreksi.
“Ya ya terserah deh”
.
“Aku heran kenapa badanmu kayak semut begitu walaupun kamu makannya banyak” komentarnya di sela-sela makanku yang mantap. Dasar perusak mood makan. Aku kesal dan mempercepat laju makanku seperti tikus yang nggak pernah makan selama satu abad.
“Hey, pelan-pelan makannya nanti kamu tersedak” ngapain si ninja gila ini perhatian segala, tapi rasanya nyaman sih.
“Nanti makanan di mulutmu nyembur ke mukaku, aku bisa ketularan virusmu” huh.. dasar sok!
Baru aja merasa diperhatiin…
.
Trdttttttttt…
Itu bel pulang.
Fushhh… akhirnya bisa pulang juga.
Saat hendak ke luar kelas bersama Luna tiba-tiba aja ada sebuah tangan yang menarik lenganku.
“Ayo pulang bareng aku”
“Situ sedeng ya, ngapain aku pulang bareng kamu.”
“udah nggak usah banyak conceng, kamu harus pulang bareng aku karena kamu pacarku, you understand?!” si ninja gila itu menarik tanganku paksa keluar kelas, memisahkanku dari soulmateku Luna. Oh no!! Aku kan biasanya pulang bareng Luna.
“Luna… help me!! Jangan biarkan dia membawaku pergi. Aku ingin bersamamu hiks… tolong aku. Aku ingin bersama dengan dirimu. Oh Luna… Luna” aku berteriak memanggil nama Luna dengan dramatis lebih tepatnya Alay kayak di sinetron-sinetron India gitu pas ceweknya dipisahin dari cowoknya. Di belakang aku cuma bisa melihat ekspresi Luna yang terlongo-longo, aduh… dasar lelot.
.
Ha… jadi dia ganti motor lagi? Trus motor yang kecelakaan tadi pagi ke mana? Yang tadi itu warnanya putih dan yang ini warnanya merah.
Aduh aduh… nih orang jenis macam apa sih.
“Cepet naik!!” katanya dengan ketus, seenaknya merintah-merintah emang dia siapa sih.
“Atas dasar apa saya harus naik ke motor anda?” tanyaku sarkastik.
“atas dasar lima juta” dia mengucapkan lima juta dengan lambat-lambat, kembali mengingatkanku, pada utangku tentunya Huh…?
.
Wao ini benar-benar pengalaman yang luar biasa. Baru pertama kali dalam hidupku menaiki motor ninja yang super duper kerreeennn (Oke, katakanlah aku katrokk). Dan perjalanan tadi benar-benar menegangkan, benar-benar menegangkan. Pasalnya si ninja gila itu mengendarai motornya nggak lebih cepat dari bekicot.
.
Setelah mendapatkan alamatku dengan paksa, akhirnya si ninja gila ini menurunkanku tepat di depan pagar rumahku.
“Wow wow wow… tadi kereen bangett…” aku mulai berkomentar sambil turun dari motornya. Kulihat dia mulai nyengir unta kepede-an, merasa dipuji olehku.
“Aku ngerasa kayak lagi di arena balap, balapan antar bekicott” seketika ekspresi mukanya berubah karena kujatuhin. Mau banget ya aku puji hehe.
“Itu karena kamu berat!!” ketusnya. Huuu…
Kukira dia akan langsung pergi, ternyata dia turun dari motornya dan menekan bel yang ada di samping pagar rumahku.
Ya ampun, apa-apaan sih dia!!!
Dalam dua menit lagi pasti akan ada orang yang keluar dari dalam rumah, dan orang itu pasti mama. Ya dan mama memang dateng. Tuhan… gimana nihh!!
.
Mama membuka pagar rumah kami yang terlihat mini dan berwarna hijau lumut. Kami tidak punya pembantu rumah tangga, jadi mama yang mengerjakan semua pekerjaan rumah dan aku yang kadang membantunya. Rumah kami tidak terbilang besar dan mewah, hanya rumah sederhana yang terlihat nyaman dan asri.
Aku mulai khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku menyembunyikan tubuhku di belakang si ninja sedeng itu.
.
“Iya… siapa ya?” tanya mamaku seketika setelah melihat muka si pemencet bel.
“Perkenalkan nama saya Mars Bintang Haruke, tante bisa manggil saya Mars atau Bintang, atau apa aja.” Katanya memperkenalkan diri dengan sok lembut dan manis.
“Mmm… iya, tapi… mm…” mama tampak salah tingkah. Aduhh mulai lagi deh sifat katroknya mama kalo ngeliat cowok yang bening dikit.
“Saya abis nganterin anak tante.” Dia lalu menggeser posisinya sehingga aku bisa terlihat oleh mama.
“Masha…!!” mama tampak terkejut.
“Mmm… iya aku. Aku…” ucapku tersendat-sendat. Bakalan diomelin forever nih sama mama karena pulang diboncengin cowok?
“Masha, kamu kok bisa…” belum sempat mama melanjutkan kata-katanya si ninja gila itu sudah memotongnya.
“Maaf tante, apa kita bisa bicara di dalam?”
“Oh.. i-iya. Ayo masuk”
.
“Jadi begini tante, saya mau meminta izin tante untuk menjaga Masha” aku dan mama terkejut mendengar ucapan si ninja gila ini. What? Menjaga apa?
“Tante tidak keberatan kan kalo aku jadi pacarnya anak tante?”
“Appa?” refleks mama langsung berdiri dari tempat duduknya sambil membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Mama lebbay Ahhh…
Aku jadi ingat mama sering berlatih adegan seperti ini kalo nonton sinetron-sinetron niruin gaya pemerannya kalo lagi kaget gitu. Akhirnya bisa juga dipraktekin sekarang.
.
Aku pikir si ninja gila itu cuma utusan Tuhan yang dikirimkan padaku pagi itu untuk membuat pagiku jadi lebih berwarna (sial bertubi-tubi maksudnya) tapi sampai sekarang kesialan itu terus mengekoriku, ada dimana pun aku ada.
.
Saat di rumah, di sekolah, di kelas, di kamar mandi, di mana aja deh pokoknya. Pas lagi makan, tidur, belajar, sampe-sampe pup di kamar mandi sambil nguap-nguap pun nggak pernah lepas tuh sial…
Usut punya usut, si ninja gila itu punya banyak strategi untuk membuat hidupku sukses acak-acakan.
Di rumah, dia selalu neror pake telepon. Kalo teleponnya nggak aku angkat, maka dia beralih ke telepon rumah. Dan alhasil dia bisa bicara denganku oleh ultimatum keras mama padaku. Oh God!!!
Paling sedikit dia mengirim sms di hp-ku sebanyak 106 sms setiap harinya, paling sedikit… bayangin nggak tuhhh…
Dia selalu saja bisa mengambil hati mama dan papa. Saat bicara sama mama papa, nada bicaranya terdengar lembut, berikut dengan gombalan manisnya. Preettt… makan nih kentutku. Huh… dasar nyebelin.
Hari ini dia kembali berhasil dengan mudahnya mendapat persetujuan mama untuk membawaku ke luar jalan-jalan di minggu pagi yang cerah ini… hikss bye.. guling spongebobku?. Mama sih cuma bisa nyengir abstrak mengiyakan permintaan si sedeng satu itu.
.
Saat kami sudah bersiap-siap untuk berangkat, tiba-tiba si ninja gila itu meraih tangan mama dan mengecup punggung tangan mama untuk kemudian bergumam dengan lembutnya.
“Makasih mama” aku dan mama sama-sama terperanjat dengan sikapnya itu. Terlebih lagi panggilan ‘mama’ yang dia pakai memanggil mamaku saat ini. Kulirik ekspresi mama tampak kacau balau. Mukanya merah dan alisnya sedikit berkerut seperti ekspresi terpesona sekaligus terharu. Cihhh itu karena kebanyakan nonton film India tuh…
.
Semenjak si ninja gila itu memperkenalkan diri di hadapan mama, perhatian mama memang banyak tertuju pada si ninja gila dan aku… dilupain. Bukan cuma dilupain tapi dimarahin setiap waktu. Dan ini semua gara-gara si ninja gila kepede-an itu.
Waktu itu mama juga memarahiku habis-habisan setelah dia berhasil menyembuhkan muka merahnya yang kayak terasi rebus.
.
Flashback
“Masha!! Kok kamu nggak bilang punya pacar?!!” mama berteriak padaku dan aku mulai ketakutan. Mama kan selalu mengultimatum kalo aku belum boleh pacaran, pasti bakalan diaduin nih sama papa.
“Mmm… mm… i..itu.. itu” aku nggak tau mesti ngomong apa nih.
“Hyaaaaa…!!! dia guanteng buanget… ganteng, putih, kinclong, bening, keren, cool, sopan, santun, manis, tidak sombong, rendah hati, rajin menabung, Aaaa…”
“Ma.. STOP!” buru-buru aku menghentikan euforia mama sebelum dia mengeluarkan kata-kata yang nggak jelas lagi. Tapi tunggu deh… sebenarnya di sini siapa sih yang berperan sebagai gadis remaja. Aku atau mama…
Sambil cengar-cengir mama masuk ke dapur dengan dua tangan yang terkumpul di depan dada tanpa sepatah katapun. Mama berjalan lunglai, sok anggun dikayak-kayak-in drama Korea yang pas ceweknya tiba-tiba aja ketemu sama cowoknya. Huh… lagi-lagi drama.
Flashbacknya udahan -_-‘ Aku nggak sanggup lagi mengingat gimana konyolnya mama yang terkagum-kagum sama si ninja gila itu.
.
Nggak kayak biasanya, si ninja gila itu kali ini ngajakin aku ke taman. Sebelum-sebelumnya dia selalu mengajakku ke tempat-tempat mewah, seperti mall, restoran, cafe, butik, pokoknya tempat yang menguras duit deh. Dan anehnya, dia selalu memaksaku membeli atau memesan sesuatu yang mahal, dia memaksaku untuk menguras habis uangnya. Dasar!!! Dia memang makhluk alien yang nggak tahu hukum-hukum alam, hukum newton, hukum kirchoff, apalagi hukum faraday. Biasanya kan cowok bakalan risih kalo ceweknya bertingkah matre. Ini malah maksa ceweknya buat ngabisin duitnya. Mungkin aja nih orang generasi ke 42 dari makhluk Meghanthropus Erectus.
.
Kali ini dia berbeda dari biasanya, walaupun penampilannya sama aja sih. Yaahh… selalu terlihat rapi, cool dan kerennn. Dia memakai sweater tipis berwarna putih cerah dan kaos hijau tosca yang dipadukan dengan celana jeans warna putih tulang serta sepatu kickers warna cokelat tua. Aku akui gayanya emang keren, kayak anak boyband gitu…
Dia banyak diam, kami sudah duduk di bangku taman yang menghadap ke sebuah danau kecil selama 10 menit dan dia belum mengucapkan sepatah kata pun. Biasanya kan dia selalu nyerocos kayak anak ayam…
.
Aku sedikit terperanjat saat dia meletakkan kepalanya di bahuku, dia tampak mencari kenyamanan di sana. Aku baru akan menepis kepalanya tapi dia sudah bergumam:
“Aku kesepian” suaranya terdengar begitu rendah, hampir seperti bisikan.
Lalu aku bisa merasakan deru nafasnya menjadi teratur, aku memajukan kepalaku untuk melihat wajahnya dan ternyata dia tertidur.
Tadi dia bilang apa? Kesepian? Maksudnya? Dia kesepian? Perayu ulung seperti dia kesepian? Tapi tadi nada suaranya terdengar seakan begitu lelah.
Entah desiran aneh apa yang saat ini kurasakan. Ada.. sedikit… mm… perbedaan.
Aku merasakan di area dadaku, mungkin di jantungku… mm… berdebar lebih kencang. Dan ada rasa sejuk yang melingkupi hatiku. Ah, mungkin karena cuacanya lagi mendung dan sejuk begini.
.
Trrtttt…
Aku mengambil ponsel yang ia letakkan pas di tengah-tengah kami. Ada sms masuk
From: mom…
sekali lagi mommy minta maaf ya sayang, lain kali kita akan menghabiskan waktu bersama. Ok. Oh ya coba kamu periksa rekening kamu. Mom udah kirimkan uang yang lebih dari cukup supaya kamu bisa ngerayain ulang tahun kamu sama temen-temen kamu. Happy Birthday my prince…
.
Oh jadi hari ini dia ulang tahun.. tapi kenapa dia lesu gitu. Ah.. dia pasti kecewa karena orangtuanya nggak bisa menemani dia di hari ulang tahunnya. Kasian kasian kasian…
Karena kepoku kembali mencuat ke permukaan, aku membuka obrolannya. Aku membacanya satu per satu. Dan tiba-tiba saja aku merasa sedikit… ng… sedih…
.
Mom… aku kangen…
(pesannya dikirim jam 12 malam dan baru dibalas tadi jam 6 pagi)
Iya sayang, mom juga kangen sama kamu
Kapan mommy pulang?
Kamu lupa ya… kam mommy sama daddy pulangnya minggu depan.
Mommy juga lupa ya kalo hari ini aku ulang tahun.
Ya ampun… mom lupa sayang. Maaf ya. Tapi mom super sibuk sayang…
banyak urusan. Sabar ya…?
Huh… selalu begitu.
.
Kasian juga. Hari ini dia ulang tahun dan nggak ada siapapun yang bisa merayakannya bersamanya. Orangtuanya sibuk dan dia pernah bilang kalo dia nggak punya temen. Jadi… pasti dia kesepian. Aku jadi berpikir apa untungnya semua uang yang berlimpah itu kalo cuman diabisin sendiri pantes aja dia selalu maksa aku buat ngabisin uangnya.
Dan pantes aja setiap hari selalu nelepon, sms, WA, BBM, chat nggak ada habis-habisnya.
Ternyata laki-laki ini punya sisi yang berbeda.
.
“Happy birthday” bisikku pelan sembari menyenderkan kepalaku di atas kepalanya yang masih setia menempel di bahuku.

-TAMAT-

Cerpen yang berjudul "The Crazy Boy" ini merupakan sebuah karangan dari seorang penulis bernama Herlisa Cikis.


Loading...

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
KakaKiky.id Adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan kepramukaan. KakaKiky update postingan setiap harinya, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan informasi update terbaru, jangan lupa untuk subscribe menggunakan email kamu. Salam Pramuka and Be Prepared!
Done