Materi Lengkap Tentang Hakikat Ruang Lingkup Ilmu Sejarah - SMA Kelas 10

Materi Lengkap Tentang Hakikat Ruang Lingkup Ilmu Sejarah
Hakikat ruang lingkup sejarah kelas 10

KakaKiky - Banyak dari kita mungkin berpikir bahwa sejarah hanyalah tumpukan cerita masa lalu yang membosankan. Padahal, hakikat sejarah jauh lebih dari itu. Sejarah bukan hanya tentang tanggal dan nama-nama tokoh penting, melainkan sebuah cerminan kehidupan yang terus bergerak, dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Artikel ini akan mengajak kamu menyelami materi sejarah kelas 10 tentang hakikat dan ruang lingkup sejarah. Kita akan membahas pengertian sejarah kelas 10 secara mendalam, memahami mengapa sejarah penting, dan bagaimana ilmu ini bisa membentuk pandangan kita terhadap dunia.

Memahami Pengertian Hakikat Sejarah

Sebelum kita masuk lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu hakikat sejarah. Secara sederhana, hakikat sejarah adalah inti atau esensi dari ilmu sejarah. Ini bukan hanya definisi, melainkan makna terdalam yang terkandung di dalamnya.

Untuk memahami pengertian hakikat sejarah, kita bisa melihatnya dari berbagai sudut pandang:

1. Pengertian Sejarah Berdasarkan Bahasa

Setiap bahasa memiliki cara unik untuk mendefinisikan sejarah, dan ini mencerminkan bagaimana budaya memandangnya:

  • Bahasa Inggris: Kata "History" berasal dari bahasa Yunani "historia," yang berarti penyelidikan atau pengetahuan yang diperoleh dari penelitian.
  • Bahasa Arab: Kata "Sajaratun" atau "syajaroh" berarti pohon. Ini melambangkan sejarah sebagai pohon silsilah atau keturunan yang terus tumbuh dan berkembang.
  • Bahasa Jerman: Kata "Geschichte" berarti "sesuatu yang telah terjadi." Ini menekankan sejarah sebagai rekaman peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi.

Dari berbagai bahasa ini, kita bisa menyimpulkan bahwa pengertian sejarah adalah ilmu yang mempelajari segala peristiwa dan kejadian penting yang terjadi di masa lampau dalam kehidupan manusia, yang tersusun secara sistematis dari berbagai peninggalan.

2. Sejarah Mencakup Tiga Aspek Waktu

Seperti yang disebutkan di awal, hakikat ilmu sejarah tidak hanya terbatas pada masa lampau. Ada tiga aspek waktu penting yang saling berkaitan:

  • Masa Lampau: Ini adalah pondasi. Peristiwa di masa lalu menjadi titik tolak dan sumber pelajaran berharga.
  • Masa Kini: Masa kini adalah jembatan. Di masa ini, kita mencoba memahami dan menafsirkan peristiwa masa lalu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Masa Depan: Masa depan adalah tujuan. Sejarah memberikan kita wawasan untuk merumuskan langkah-langkah yang lebih baik, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu.

Jadi, sejarah adalah sebuah proses berkelanjutan yang memberikan cerminan dan bimbingan untuk menuju kemajuan.

Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni

Untuk memahami hakikat dan ruang lingkup sejarah lebih dalam, kita bisa melihatnya dari empat dimensi yang berbeda:

1. Sejarah sebagai Peristiwa (History as Event)

Sebagai peristiwa, sejarah adalah fakta atau realitas yang benar-benar terjadi di masa lampau. Peristiwa-peristiwa ini memiliki kronologi, tokoh, tempat, dan hubungan sebab-akibat yang jelas. Misalnya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah sebuah peristiwa sejarah yang tak terbantahkan.

2. Sejarah sebagai Kisah (History as Narrative)

Sejarah sebagai kisah adalah interpretasi atau penafsiran terhadap peristiwa masa lalu. Saat seorang sejarawan menulis tentang Proklamasi Kemerdekaan, ia menyusunnya menjadi sebuah narasi yang mudah dipahami. Kisah ini bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang penulis, itulah mengapa penting untuk selalu membaca berbagai sumber sejarah.

3. Sejarah sebagai Ilmu (History as Science)

Sejarah disebut ilmu karena memiliki metode penelitian ilmiah yang sistematis. Para sejarawan mengumpulkan bukti, menganalisisnya, dan menguji kebenarannya untuk mencapai kesimpulan yang objektif. Proses ini dikenal sebagai historiografi, yang memastikan bahwa catatan sejarah dapat dipertanggungjawabkan.

4. Sejarah sebagai Seni (History as Art)

Menulis sejarah bukan sekadar menyajikan fakta. Diperlukan seni dalam merangkai kata dan menyajikan narasi agar menarik dan tidak membosankan. Penulis sejarah yang baik mampu menghidupkan kembali suasana masa lalu, sehingga pembaca seolah-olah ikut merasakan dan mengalami peristiwa tersebut. George Macauly Trevelyan, sejarawan ternama, bahkan mengatakan bahwa dalam menulis sejarah diperlukan imajinasi dan seni.

Periodisasi dan Kronologi: Kunci Memahami Sejarah

Dua konsep ini sangat penting dalam hakikat ilmu sejarah:

1. Periodisasi

Periodisasi adalah pembabakan waktu dalam sejarah. Tujuannya adalah mengelompokkan peristiwa-peristiwa serupa ke dalam satu kurun waktu agar mudah dipelajari. Contohnya, sejarah Indonesia dibagi menjadi:

  • Zaman Pra-aksara: Periode sebelum manusia mengenal tulisan. Bukti sejarahnya berupa peninggalan artefak, fitur, ekofak, dan situs purbakala.
  • Zaman Sejarah: Periode setelah manusia mengenal tulisan, yang kemudian dibagi lagi menjadi zaman kuno, zaman Indonesia baru, dan zaman modern.

2. Kronologi

Kronologi adalah urutan waktu kejadian. Dalam sejarah, kronologi sangat vital untuk merekonstruksi peristiwa secara tepat dan menghindari anakronisme (kekeliruan urutan waktu). Dengan kronologi, kita bisa melihat hubungan sebab-akibat antarperistiwa dan membandingkan kejadian yang berlangsung pada waktu yang sama di tempat berbeda.

Manfaat Mempelajari Hakikat Sejarah

Mengapa kita harus repot-repot mempelajari hakikat sejarah kelas 10? Ternyata, ada banyak manfaatnya, lho!

1. Sejarah sebagai Pelajaran (Edukatif)

Sejarah adalah guru terbaik. Kisah-kisah keberhasilan dan kegagalan di masa lalu memberikan kita pelajaran berharga untuk masa kini. Dengan mempelajari kesalahan para pendahulu, kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan dan menghindari jebakan yang sama.

2. Sejarah sebagai Inspirasi

Banyak tokoh sejarah yang kisahnya bisa menginspirasi kita. Mulai dari perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah, hingga semangat para pemuda dalam Sumpah Pemuda. Kisah-kisah ini memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif, pantang menyerah, dan memiliki jiwa persatuan.

3. Sejarah sebagai Hiburan (Rekreatif)

Sejarah juga bisa menjadi sumber hiburan yang menarik. Dengan membaca buku sejarah atau mengunjungi situs-situs bersejarah, kita bisa "berkelana" menembus waktu. Kita seolah-olah menjadi saksi mata berbagai peristiwa hebat yang pernah terjadi, memberikan sensasi rekreasi yang unik dan mendalam.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa perbedaan utama antara periodisasi dan kronologi?

Periodisasi adalah pembabakan waktu berdasarkan tema atau jenis peristiwa, sementara kronologi adalah pengurutan peristiwa berdasarkan waktu terjadinya.

2. Mengapa sejarah dikatakan sebagai ilmu?

Sejarah disebut sebagai ilmu karena menggunakan metode penelitian ilmiah yang sistematis untuk mencari kebenaran suatu peristiwa.

3. Siapa yang dikenal sebagai Bapak Sejarah?

Herodotus, seorang sejarawan dari Yunani kuno, dikenal luas sebagai Bapak Sejarah karena metode penelitiannya yang sistematis.

Kesimpulan

Jadi, hakikat sejarah bukan sekadar materi pelajaran di sekolah, melainkan sebuah jendela untuk melihat masa lalu, memahami masa kini, dan merencanakan masa depan. Dengan mempelajari hakikat ilmu sejarah, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kebijaksanaan.

Semoga artikel materi sejarah kelas 10 ini bermanfaat dan membuat kamu semakin tertarik dengan ilmu yang satu ini!