Laporan Praktikum Kimia Tentang Sistem Periodik Unsur - KakaKiky | Blog Edukasi
News Update
Loading...

6/30/2019

Laporan Praktikum Kimia Tentang Sistem Periodik Unsur

Laporan Praktikum Kimia Tentang Sistem Periodik Unsur
Laporan Kimia Tentang Sistem Periodik Unsur
KakaKiky - Pada kesempatan kali ini, kakakiky akan membahas tentang Laporan Praktikum Kimia dengan judul Sistem Periodik Unsur. Yang akan dibahas diantaranya adalah Abstrak, pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan percobaan, manfaat percobaan, tinjauan kepustakaan, dan daftar pustaka tentang  Stoikiometri Reaksi.

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan yang berjudul “Sistem Periodik Unsur” yang bertujuan untuk mengetahui kereaktifan unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah, mempelajari reaksi unsur golongan alkali dan alkali tanah dengan air, mempelajari reaksi unsur golongan alkali tanah dengan oksigen, serta mempelajari reaksi senyawa logam alkali dan alkali tanah dengan senyawa lainnya. Prinsip yang digunakan pada percobaan ini adalah prinsip analisa kualitatif. Hasil dari percobaan ini adalah, dapat dilihat dari reaksi unsur golongan alkali dan alkali tanah baik itu dengan air maupun oksigen yang dimasukkan kedalam beberapa senyawa sehingga menghasilkan ada atau tidaknya perubahan warna serta ada atau tidaknya endapan, misalnya seperti NaOH yang direaksikan dengan CuSO4 yang menghasilkan perubahan warna menjadi biru muda serta tidak terbentuknya endapan. Kesimpulan dari percobaan ini adalah unsur-unsur golongan alkali lebih reaktif daripada unsur-unsur golongan alkali tanah.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
Unsur adalah suatu zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan menggunakan reaksi kimia biasa. Berdasarkan penemuan dari para ahli kimia, ada lebih dari 100 macam unsur yang ada di muka bumi. Berdasarkan sifatnya, unsur dapat dibagi menjadi dua macam yaitu unsur logam dan unsur non logam. Unsur logam adalah unsur yang mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu berwujud padat, dapat menghantarkan arus listrik, mempunyai titik didih/ leleh yang tinggi, dan dapat ditempah. Unsur non logam adalah unsur memiliki ciri-ciri khusus, yaitu berwujud padat/ cair/ gas, tidak dapat menghantarkan arus listrik, titik didih dan lelehnya rendah, tidak dapat ditempah atau dibentuk.

Tahun 2017 sudah ada terdapat 118 unsur yang telah teridentifikasi dengan 98 diantaranya terjadi secara alami di bumi. 20 elemen lainnya secara artifisial dibuat dalam reaktor nuklir atau eksperimen akselerator partikel. Sebagian besar merupakan unsur yang ditemukan di alam dan berjumlah 92, sedangkan unsur lainnya merupakan unsur buatan. Untuk mempelajari tiap-tiap unsur, pembahasannya sangat kompleks karena sifat-sifat unsur bervariasi antara satu dengan yang lainnya dan jika kita mempelajari satu demi satu alangkah sulitnya. Pengelompokan unsur pun mengalami perkembangan dari pengelompokan unsur yang dilakukan oleh para ahli Arab dan Persia, Lavoisier, Dalton,  Dobereiner, Newlands, Mendeleyev, Lothar Meyer, Moseley hingga sistem periodik modern yang kita pakai hingga sekarang. Puncak dari usaha tersebut adalah terciptanya suatu tabel unsur yang disebut sistem periodik unsur. Sistem periodik unsur sendiri berfungsi untuk memudahkan kita dalam mengenali berbagai macam unsur-unsur.

Semua logam alkali tanah merupakan logam yang tergolong reaktif meskipun tidak sereaktif dibandingkan unsur alkali, mempunyai kilap logam, relatif lunak dan dapat menghantar panas dan listrik dengan baik, kecuali berilium. Logam alkali tanah memberikan warna yang khas. Pada pembakaran senyawa logam alkali akan memberikan warna yang khas yang dapat digunakan sebagai identifikasi awal adanya logam alkali dalam suatu bahan. Be dan Mg memberikan warna spektrun pada daerah gelombang elektromagnet, sehingga pada pembakaran magnesium hanya akan menimbulkan warna nyala yang sangat terang. Ca memberikan warna merah jingga, Sr merah ungu dan Ba kuning kehijauan. Pada percobaan ini akan dipelajari reaksi logam alkali dan alkali tanah dalam air. Perbedaan kelarutan senyawa-senyawa logam alkali dapat digunakan untuk membedakan ion-ion logam alkali tanah.

1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat kereaktifan logam alkali dan alkali tanah, mempelajari sifat-sifat logam alkali dan alkali tanah, serta melihat reaksi logam alkali dan alkali tanah dengan senyawa lain.

1.3. Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan dapat mengetahui sifat-sifat logam alkali dan alkali tanah serta dapat membandingkan mana yang lebih reaktif diantara keduanya. Melalui percobaan ini praktikan dapat melihat dan mengamati bagaimana reaksi unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah serta reaksi senyawa logam alkali tanah dengan senyawa lainnya.

BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Tabel periodik adalah tabel data unsur yang sangat berguna. Tabel ini dirancang sedemikian rupa sehingga setiap kolom vertikal mengandung unsur yang serupa secara kimia. Unsur-unsur dalam kolom disebut golongan atau famili. Unsur dalam beberapa golongan dapat mirip satu sama lain. Unsur dalam golongan lain kurang serupa. Misalnya unsur-unsur dari golongan pertama mirip dengan satu sama lain melebihi unsur-unsur dari golongan empat dari ujung, diawali oleh N. Setiap baris pada tabel disebut periode. Terdapat tiga bagian berbeda pada tabel periodik yaitu unsur golongan utama, unsur golongan transisi, dan unsur golongan transisi dalam. Periode dan golongan diidentifikasi secara berbeda. Periode diberi label dari 1 sampai 7. Beberapa acuan menggunakan nomor periode. Golongan umumnya diacu berdasarkan nomornya. Golongan dapat diberi label dengan tiga cara berbeda :
1.    Klasik : golongan utama diberi label IA sampai VIIIA plus 0. Golongan transisi diberi label IB sampai VIIIB (meskipun tidak berurutan).
2.    Perubahan : golongan utama dan golongan transisi diberi label IA sampai VIIIA dan kemudian IB sampai VIIIB plus 0.
3.    Modern : golongan diberi label dengan angka arab dari 1 sampai 18.
Beberapa golongan penting diberi nama. Golongan IA (1) (tidak termasuk hidrogen) disebut logam alkali. Unsur-unsur golongan IIA (2) dikenal sebagai logam alkali tanah. Unsur-unsur golongan VIIA (7) dinamakan halogen. Logam-logam golongan IB (11) dikenal sebagai logam koin (coinage metals). Unsur-unsur golongan 0 (18) dikenal dengan gas mulia (noble gases) (Goldberg, 2008).

Penggolongan unsur secara empiris didasarkan atas kesamaan sifat fisik dan kimia. Unsur digolongkan ke dalam logam atau nonlogam. Hal itu bergantung pada ada atau tidaknya sifat kilap logam, baik atau buruknya kemampuan untuk menghantarkan arus listrik dan kalor, dan kemamputempatan atau kerapuhan. Unsur tertentu (antimon, arsenik, boron, silikon dan telurium) mirip logam dalam beberapa hal dan mirip nonlogam dalam hal lainnya. Unsur-unsur tersebut disebut semilogam atau metaloid. Rumus empiris untuk senyawa biner dari unsur-unsur itu dengan klorin (kloridanya), dengan oksida dan dengan hidrogen (hidrida-nya) menunjukkan keberkalaan kimia (Oxtoby, 2001).

Perkembangan sistem periodik dimulai pada akhir abad 18 dan permulaan 19. Lavoisier, lavoisier membagi unsur-unsur dalam logam dan non logam. Pada waktu itu baru dikenal kurang lebih 21 unsur. Setelah ditemukan unsur-unsur lain lebih banyak tidak mungkin bagi Lavoisier untuk mengelompokkan unsur lebih lanjut. Dalton, pada permulaan abad 19 setelah teori atom dalton disebarluaskan, banyak yang mengklasifikasikan unsur secara langsung atau tidak langsung berdasarkan teori ini. Meskipun teori atom dalton tidak mengandung hal-hal yang menyangkut pengklasifikasikan unsur, tetapi teori ini telah mendorong untuk mencari hubungan antara sifat-sifat unsur dengan atom. Pada waktu itu bobot atom merupakan sifat yang dapat dipakai untuk membedakan atom suatu unsur dengan atom unsur lain (Barsasella, 2012).

Johan Wolfgang Dobereiner adalah orang pertama yang menemukan adanya hubungan antara sifat-sifat unsur dan bobot atomnya. Pada tahun 1817 ia mengamati beberapa kelompok 3 unsur yang mempunyai kemiripan sifat yang disebut dengan triade Dobereiner. Salah satu kelompok 3 unsur itu adalah klor, brom dan yod. Dobereiner menemukan bahwa bobot atom brom 80, merupakan rata-rata dari bobot atom klor 35 dan bobot atom yod 127. J.A.K. Newland, newland menyusun unsur-unsur yang telah dikenal pada waktu itu menurut kenaikan bobot atomnya. Ditemukan pengulangan sifat pada setiap unsur kedelapan. Oleh karena itu unsur-unsur pertama, unsur kedelapan, unsur kelimabelas dan seterusnya merupakan awalan suatu kelompok seperti “oktaf dalam nada musik”. Oleh karena itu keteraturan ini dikenal dengan hukum oktaf. Begeyer De Chancoutois, ia adalah orang pertama yang menyusun unsur secara periodik. Ia menunjukkan fakta bahwa jika unsur-unsur disusun menurut penurunan bobot atom, siperoleh secara periodik unsur yang sifatnya mirip. Ia mengelompokkan unsur-unsur dengan membuat kurva pada permukaan badan silinder yang disebut dengan “telluric screw” (Barsasella, 2012).

Lothar meyer, meyer mengemukakan hubungan lebih jelas antara sifat unsur dan bobot atom. Meyer mengukur volume atom setiap usnru adalah bobot atom unsur dibagi dengan kerepatannya. Dmitri Mendelev, pandangan mendeleev dan meyer adalah daftar unsur yang ada waktu itu mungkin belum lengkap, diharapkan sifat unsur bervariasi secara sistematik. Jadi sifat unsur yang belum diketahui dapat diprediksi. Mendeleev mempublikasikan tabel yang dapat dianggap sebagai asal mula tabel periodik modern. Dalam menyiapkan tabelnya, awalnya mendeleev menyusun unsur berdasarkan massa atomnya, sebagaimana pendahulunya. Namun, ia menyatakan keperiodikan sifat, yang berakibat membalikkan urutan massa atom. Dengan mendasarkan pada valensi dalam menentukan massa atom, Mendeleev sedikit banyak menyelesaikan masalah (Barsasella, 2012).

Mendeleev yakin bahwa unsur-unsur serupa harus berada dalam satu grup vertikal dan bahwa sifat-sifat harus berubah berangsung-angsur dari kiri ke kanan dalam periode horizontal. Dalam beberapa tahun, penemuan skandium, Sc, galium, Ga, dan germanium Ge, membuktikan bahwa kebanyakan ramalan Mendeleev yang terperinci itu absah (berlaku). Ketika unsur argon, Ar suatu gas yang secara kimia tak aktif, ditemukan dalam tahun 1894, sifat-sifatnya tidak mirip unsur manapun yang telah dikenal. Dengan tabel berkala sebagai penunjuk, ahli-ahli kimia menduga bahwa argon pastilah anggota keluarga unsur yang membentuk suatu koloni vertikal baru. Suatu pencarian yang intensif menghasilkan penemuan, hanya dalam enam tahun, lima anggota lain keluarga itu, dari helium, He, ke radon Rn. Ternyata semuanya merupakan gas yang tak aktif secara kimia (Keenan, 1984).

Sifat-sifat kimia pada unsur-unsur IA dan IIA. Aktivitas, ciri khas yang paling menyolok dari logam alkali dan alkali tanah, adalah kereaktifannya yang luar biasa besar. Logam natrium, kalsium dan kalium adalah logam-logam yang begitu aktif sehingga mereka tak terdapat sebagai unsur, bila bersentuhan dengan udara atau air. Tak satupun dari unsur-unsur IA dan IIA terdapat di alam dalam keadaan unsurnya. Semua unsur alkali terdapat dalam senyawaan alam sebagai ion unipositif (positif-satu), semua unsur alkali tanah terdapat sebagai ion dipositif (positif-dua). Sifat metalik, sifat metalik dalam golongan A, cenderung makin bertambah dari atas ke bawah pada tabel berkala. Pertambahan ini mungkin kurang menyolok dalam golongan alkali daripada golongan lainnya, sebab bahkan litium sekalipun bersifat sangat metalik. dalam Sebagian besar reaksi kimia, unsur dari natrium sampai sesium, berkelakukan secara sama. Litium agak berbeda, mungkin karena ionnya begitu kecil sehingga rapatan muatannya sangat tinggi untuk satu ion bermuatan satu. Litium sudah pasti adalah logam, tetapi yang paling kurang metalik dari unsur-unsur golongan IA berdasarkan sifat-sifatnya sebagai penyumbang (donor) elektron. Sesium yang paling metalik. Dalam golongan alkali tanah, kalsium, stronsium, dan barium, jelas sekali serupa, tetapi magnesium dan berilium berbeda dari ketiga unsur ini, karena agak kurang aktif. Ini dapat dihubungkan dengan energi pengionan yang lebih tinggi dari kedua unsur yang terakhir ini. Semua unsur alkali tanah adalah penyumbang elektron, dengan berilium yang paling sedikit aktif, dan barium yang paling aktif (Kleinfelter, 1984).

Dari sudut pandang kimia (misalnya, kemampuannya untuk bereaksi dengan air dan asam dan untuk membentuk senyawa ionik), logam golongan 2 yang lebih berat, Ca, Sr, Ba, dan Ra mempunyai keaktifan yang hampir sama dengan logam oglongan i. Dari segi sifat fisik tertentu misalnya densitas, kekerasan, dan titik leleh), semua unsur golongan 2 umumnya lebih bersifat logam dibandingkan unsur golongan 1. Beberapa sifat berilium yang sangat berbeda dengan unsur golongan 2 lainnya. Misalnya berilium mempunyai titik leleh yang lebih tinggi dan lebih keras dibandingkan unsur lainnya. Sifat kimianya juga sangat berbeda misalnya :
1.    Be sangat tidak reaktif dengan udara dan air.
2.    BeO tidak bereaksi dengan air, sedangkan oksida MO lain membentuk M(OH)2.
3.    Be dan BeO larut dalam larutan basa kuar membentuk ion [Be(OH)4]2-.
BeCl2 dan BeF2 dalam wujud lelehan adalah konduktor listrik yang buruk; BeCl2 dan BeF2 adalah zat kovalen (Petrucci, 2011).

DAFTAR PUSTAKA
Barsasella, Diana. 2012. Buku Wajib Kimia Dasar. Jakarta : Trans Info Media.
Goldberg, E David. 2008. Kimia Untuk Pemula. Jakarta : Erlangga.
Keenan, W Charles, dkk. 1984. Kimia Untuk Universitas Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Kleinfelter, C Donal, dkk. 1984. Kimia Untuk Universitas Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Oxtoby, W David, dkk. 2001. Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Petrucci, H Ralph, dkk. 2011. Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern Edisi Kesembilan  Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

LAMPIRAN




Itulah laporan kimia tentang sistem periodik unsur, semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai contoh bagi sobat semua yang sedang berjuang membuat laporan. Cukup sekian artikel kali ini, wassalamu’alaikum and Be Prepared!

Share with your friends

2 komentar

  1. Terima kasih admin kakakiky, karena sering membagikan laporan kimia yang memang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa baru seperti saya (k)

    BalasHapus

Notification
KakaKiky.id Adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan kepramukaan. KakaKiky update postingan setiap harinya, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan informasi update terbaru, jangan lupa untuk subscribe menggunakan email kamu. Salam Pramuka and Be Prepared!
Done