Kata Baku Ambeien atau Ambeyen Mana yang Benar?

Kata Baku Ambeien atau Ambeyen
Kata Baku Ambeien atau Ambeyen

KakaKiky - Dalam percakapan sehari-hari atau saat mencari informasi di internet, kamu pasti sering menemukan dua ejaan yang berbeda untuk menyebut penyakit wasir, yaitu ambeien atau ambeyen.

Meskipun terdengar mirip, dalam kaidah Bahasa Indonesia yang baku, hanya ada satu ejaan yang dianggap benar dan resmi. Menggunakan ejaan yang salah, apalagi dalam tulisan formal, bisa mengurangi kredibilitas kamu.

Jadi, mana di antara ambeien atau ambeyen yang benar menurut aturan bahasa?

Pada artikel ini, saya akan mengupas tuntas mana ejaan yang sesuai dengan KBBI dan memberikan edukasi lengkap tentang penyakit yang juga dikenal dengan istilah medis hemoroid ini. Tujuannya agar kamu tidak hanya tahu cara menulisnya, tetapi juga tahu cara menghindarinya.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Ambeien atau Ambeyen: Jawaban Pasti dari KBBI

Untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang ambeien atau ambeyen, kita harus merujuk pada sumber acuan tertinggi bahasa Indonesia, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Berdasarkan entri dalam KBBI Edisi V, kata yang diakui sebagai bentuk baku dan benar adalah ambeien.

Kata ambeyen dianggap sebagai bentuk tidak baku atau varian pengucapan lokal yang sering digunakan dalam bahasa lisan sehari-hari. Penulisan yang benar menggunakan gabungan huruf 'e' dan 'i' (ei), yang biasanya dilafalkan seperti 'e' pada kata 'petai' atau 'santai'.

Intinya: Jika kamu ingin menulis dengan standar bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam konteks edukasi atau medis, gunakanlah ejaan ambeien.

Mengapa Banyak Orang Salah Menulis Ambeien atau Ambeyen?

Kesalahan umum ini terjadi karena adanya pengaruh kuat dari bahasa lisan (ucapan) terhadap penulisan. Fenomena ini disebut variasi fonetik atau perbedaan pengucapan.

Pengaruh Pelafalan Lokal

Dalam banyak dialek atau wilayah, gabungan huruf vokal 'ei' sering dilafalkan sebagai 'e' saja atau bahkan 'e' yang bergetar menyerupai 'ye'. Contohnya, kata 'satai' sering dilafalkan 'sate'. Demikian pula, kata ambeien diucapkan seolah-olah berbunyi ambeyen untuk mempermudah.

Karena sering diucapkan dengan cara tersebut, banyak orang mengira ejaan yang benar adalah ambeyen. Inilah alasan mengapa kedua kata ini selalu diperdebatkan dan menjadi keyword yang sering dicari di Google.

Istilah Medis Wasir atau Hemoroid

Sebagai catatan tambahan, istilah medis yang paling baku dan universal untuk penyakit ini adalah Hemoroid. Sementara itu, Wasir adalah istilah nonmedis yang juga diakui baku di KBBI dan umum digunakan di Indonesia, selain ambeien tentunya.

Jadi, dalam tulisan formal, kamu bisa memilih antara ambeien atau wasir (atau hemoroid jika konteksnya sangat klinis). Hindari penggunaan ambeyen.

Apa Itu Ambeien dan Bagaimana Gejalanya?

Setelah kita meluruskan penulisan ambeien atau ambeyen, penting untuk tahu lebih lanjut tentang kondisi medis ini.

Ambeien adalah pembengkakan atau peradangan pembuluh darah di sekitar anus dan rektum bawah. Ada dua jenis utama:

  • Ambeien Internal: Terjadi di dalam rektum, biasanya tidak terasa sakit, tetapi sering menyebabkan pendarahan saat buang air besar (BAB).
  • Ambeien Eksternal: Terjadi di bawah kulit sekitar anus. Jenis ini sering terasa sakit, gatal, dan bisa terlihat menonjol.

Gejala Utama yang Harus Diwaspadai

Meskipun sering dianggap sepele, ambeien bisa sangat mengganggu aktivitas. Beberapa gejalanya meliputi:

  • Pendarahan: Adanya darah segar berwarna merah terang setelah atau saat BAB.
  • Gatal dan Iritasi: Rasa tidak nyaman di area anus.
  • Nyeri: Terutama saat duduk atau saat ambeien eksternal membengkak.
  • Benjolan: Terasa adanya benjolan lunak di luar anus.

Penyebab Utama Ambeien yang Sering Diabaikan

Ambeien terjadi karena tekanan berlebihan di pembuluh darah rektum dan anus. Faktor-faktor berikut adalah pemicu utamanya:

  • Mengejan Berlebihan: Ini adalah penyebab nomor satu. Kebiasaan mengejan saat sembelit membuat pembuluh darah tertekan kuat.
  • Sembelit Kronis (Konstipasi): Feses yang keras memaksa kamu mengejan lebih keras dan lama.
  • Diare Kronis: Diare yang terlalu sering juga bisa menyebabkan iritasi dan peradangan.
  • Duduk Terlalu Lama: Terlalu banyak duduk, baik saat bekerja maupun di toilet, meningkatkan tekanan di area panggul.
  • Kekurangan Serat: Diet rendah serat menyebabkan feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Cara Mencegah Ambeien agar Tetap Sehat

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mencegah ambeien pada dasarnya berarti mengurangi tekanan di area rektum. Kamu bisa melakukannya dengan cara:

  • Tingkatkan Asupan Serat: Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian. Serat melunakkan feses sehingga mudah dikeluarkan.
  • Minum Cukup Air: Air membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Hindari Menunda BAB: Segera pergi ke toilet ketika ada dorongan. Menunda membuat feses mengeras.
  • Jangan Mengejan: Biarkan proses BAB berjalan alami. Jangan duduk di toilet terlalu lama, maksimal 5–10 menit.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik membantu menjaga pergerakan usus tetap normal.

Kesimpulan: Fokus pada Penulisan Ambeien yang Benar

Kesimpulannya, dalam perdebatan ambeien atau ambeyen, ejaan yang benar dan baku sesuai KBBI adalah ambeien. Kata ambeyen hanyalah variasi ucapan yang tidak tepat jika digunakan dalam tulisan resmi.

Sekarang kamu tidak hanya tahu cara menulisnya dengan benar, tetapi juga sudah mendapat informasi penting tentang penyebab dan pencegahan penyakit ini.

Ayo Jaga Kesehatan: Jangan biarkan sembelit mengganggu kualitas hidup kamu. Terapkan pola hidup sehat dengan serat dan air yang cukup. Jika kamu atau kenalan kamu menemukan tulisan yang menggunakan ejaan ambeyen, segera berikan edukasi ini!

Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kamu yang mungkin masih bingung dengan penulisan yang benar. Salam sehat!