Kata Baku Diferensial atau Differensial Mana yang Benar?
Kata baku diferensial atau differensial
KakaKiky - Kamu mungkin sering menemui kata ini dalam buku pelajaran Matematika, bengkel otomotif, atau bahkan analisis ekonomi. Kata tersebut adalah diferensial atau differensial. Meskipun pengucapannya hampir sama, penulisan kedua kata ini sangat berbeda: satu menggunakan satu huruf 'f' (diferensial), sementara yang lain menggunakan dua huruf 'f' (differensial).
Lalu, manakah penulisan yang benar dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia? Jika kamu bertujuan untuk membuat tulisan ilmiah, profesional, atau sekadar membuat konten edukasi yang kredibel, kamu harus tahu jawabannya. Pada postingan ini saya akan membahas tuntas status baku dari diferensial atau differensial menurut KBBI dan mengapa satu bentuk lebih unggul dibandingkan yang lain, lengkap dengan konteks penggunaannya dalam berbagai bidang.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Diferensial atau Differensial: Hanya Satu yang Baku
Berdasarkan pedoman baku Bahasa Indonesia yang diatur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), kata yang diakui sebagai bentuk baku adalah ‘diferensial’, dengan satu huruf 'f'.
Penggunaan kata differensial (dengan dua 'f') dianggap tidak baku. Penulisan ini merupakan hasil dari kekeliruan penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia. Kamu mungkin menemukan penulisan dengan dua 'f' di beberapa tulisan informal, tetapi jika kamu ingin menunjukkan profesionalisme dan kepatuhan pada kaidah bahasa, kamu harus selalu memilih diferensial.
Prinsip Penyerapan Kata Asing: Mengapa 'ff' Menjadi 'f'
Kata diferensial merupakan serapan dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris differential. Dalam bahasa Inggris, kata tersebut memang menggunakan dua huruf 'f' (d-i-f-f-e-r-e-n-t-i-a-l). Namun, ketika sebuah kata diserap ke dalam Bahasa Indonesia, berlaku prinsip-prinsip penyerapan tertentu yang diatur oleh PUEBI.
Kaidah PUEBI untuk Konsonan Rangkap
Menurut PUEBI, beberapa konsonan rangkap (dobel) dari bahasa asing, seperti 'ff' (double f), akan disederhanakan menjadi konsonan tunggal saat diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk memudahkan penulisan, pelafalan, dan menyesuaikan dengan struktur fonetik bahasa kita.
Contoh kasus serupa:
- Mass (Inggris) diserap menjadi masa (satu 's')
- Traffic (Inggris) diserap menjadi trafik (satu 'f' dan 'c' menjadi 'k')
- Effective (Inggris) diserap menjadi efektif (dua 'f' menjadi satu 'f')
Karena kaidah inilah, differential yang memiliki dua 'f' harus diserap dan ditulis sebagai diferensial (satu 'f').
Diferensial dalam Berbagai Bidang Ilmu
Kata diferensial memiliki makna yang luas dan sangat penting dalam berbagai disiplin ilmu, yang semuanya memerlukan penulisan baku.
Diferensial dalam Matematika (Kalkulus)
Dalam matematika, diferensial (disebut juga turunan) adalah salah satu cabang utama kalkulus. Diferensial merujuk pada laju perubahan suatu fungsi terhadap variabelnya.
Contoh penggunaannya:
- "Kita menggunakan persamaan diferensial untuk memprediksi pertumbuhan populasi."
- "Konsep inti dari kalkulus diferensial adalah mencari gradien garis singgung."
Diferensial dalam Otomotif (Roda Gigi)
Dalam bidang teknik dan otomotif, diferensial merujuk pada sebuah mekanisme roda gigi (gardan) yang memungkinkan roda penggerak kiri dan kanan berputar pada kecepatan yang berbeda, terutama saat kendaraan berbelok.
Tanpa diferensial, roda mobil akan sulit berputar saat belok karena menempuh jarak yang berbeda. Fungsi vital ini juga harus ditulis secara baku. Contoh: "Bengkel tersebut spesialis memperbaiki kerusakan pada gigi diferensial mobil."
Diferensial dalam Ekonomi dan Bisnis
Dalam ekonomi, istilah ini sering muncul dalam bentuk diferensiasi (sebagai kata kerja) atau diferensial (sebagai kata sifat). Misalnya, diferensial harga atau diferensial pajak merujuk pada perbedaan atau kesenjangan yang disengaja.
Diferensial harga berarti penetapan harga yang berbeda untuk produk yang sama tergantung segmen pasar atau konsumen. Contoh: "Pemerintah menerapkan kebijakan diferensial pajak untuk mendorong investasi di daerah tertentu."
Kenapa Penulisan Differensial Masih Populer?
Meskipun KBBI sudah menetapkan diferensial sebagai bentuk baku, penulisan differensial masih sering ditemukan. Ada beberapa faktor utama di balik kesalahan penulisan ini:
- Pengaruh Bahasa Asing Kuat: Karena kata aslinya (differential) menggunakan dua 'f', banyak penutur yang terbiasa dengan bahasa Inggris cenderung mempertahankan ejaan aslinya saat menulis dalam bahasa Indonesia.
- Kebiasaan Penulisan Lama: Sebelum PUEBI diperkenalkan dan disosialisasikan secara luas, banyak istilah serapan yang dieja secara tidak konsisten, termasuk yang mempertahankan konsonan rangkap.
- Kurangnya Literasi Kaidah: Banyak penulis konten atau pengguna internet yang tidak merujuk pada KBBI atau PUEBI saat menulis istilah teknis, sehingga mereka mengulang ejaan yang salah.
Sebagai seorang penulis konten yang profesional, kamu memiliki tanggung jawab untuk menggunakan bentuk baku diferensial guna mengedukasi pembaca dan meningkatkan kredibilitas tulisanmu.
Kesimpulan: Selalu Gunakan Diferensial
Setelah membaca penjelasan ini, tidak ada lagi keraguan. Penulisan yang benar dan baku sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia adalah "Diferensial" (satu 'f'). Kata "Differensial" (dua 'f') adalah bentuk nonbaku yang muncul akibat kekeliruan penyerapan dari bahasa Inggris.
Entah kamu sedang membahas turunan fungsi dalam kalkulus, gardan mobil, atau strategi bisnis, pastikan kamu selalu menggunakan kata diferensial untuk menunjukkan kepatuhan pada aturan baku dan meningkatkan otoritas kontenmu.
Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan kalau penulisan yang benar itu hanya Diferensial. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kamu agar mereka juga tidak ikutan salah dalam menuliskan istilah teknis. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!