Apa Itu Gentle Parenting? Simak Manfaat dan Tips Menerapkannya Pada Anak
Mengenal apa itu gentle parenting
KakaKiky - Pernahkah kamu merasa lelah karena terus-menerus berteriak pada anak agar mereka mau mendengarkan? Atau mungkin kamu sedang mencari cara mendidik anak yang lebih tenang namun tetap efektif? Jika iya, maka kamu perlu mengenal gaya pengasuhan gentle parenting. Gaya pengasuhan ini belakangan menjadi tren di kalangan orang tua milenial dan Gen Z karena dianggap lebih manusiawi dan mendukung kesehatan mental anak.
Banyak yang mengira bahwa gaya pengasuhan ini berarti membebaskan anak melakukan apa saja, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Gentle parenting adalah tentang membangun kemitraan antara orang tua dan anak. Tenang saja! Pada postingan kali ini, akan dibahas secara mendalam tentang apa itu gentle parenting, manfaatnya, hingga cara praktis untuk menerapkannya di rumah.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Apa Itu Gentle Parenting?
Mengenal gaya pengasuhan gentle parenting berarti memahami empat pilar utamanya: empati, rasa hormat, pemahaman, dan batasan yang sehat. Berbeda dengan gaya otoriter yang mengedepankan hukuman, atau gaya permisif yang terlalu memanjakan, gentle parenting fokus pada membimbing anak dengan kasih sayang dan komunikasi dua arah.
Dalam pola asuh ini, kamu tidak memosisikan diri sebagai "penguasa" di rumah, melainkan sebagai mentor. Kamu tetap memberikan aturan, namun kamu juga menghargai perasaan di balik perilaku anak. Tujuannya bukan sekadar kepatuhan jangka pendek, melainkan membentuk karakter anak yang mandiri dan berempati di masa depan.
Manfaat Gentle Parenting bagi Perkembangan Anak
Mengapa banyak pakar psikologi menyarankan gaya pengasuhan ini? Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa kamu rasakan jika menerapkan metode ini secara konsisten:
- Membangun Ikatan Batin yang Kuat: Komunikasi yang penuh empati membuat anak merasa aman dan dicintai, sehingga hubungan kamu dan si kecil menjadi lebih harmonis.
- Meningkatkan Kecerdasan Emosional: Anak belajar mengenali dan mengelola emosi mereka sendiri karena orang tua memberikan ruang untuk berekspresi.
- Menurunkan Risiko Kecemasan: Karena tidak ada ancaman hukuman fisik atau verbal yang kasar, anak tumbuh dengan tingkat stres yang lebih rendah.
- Membentuk Kedisiplinan Internal: Anak melakukan hal baik karena mereka mengerti alasannya, bukan karena takut dihukum.
Cara Menerapkan Gentle Parenting dalam Keseharian
Menerapkan pola asuh ini memang membutuhkan kesabaran ekstra. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang bisa kamu lakukan:
1. Validasi Perasaan Anak
Saat anak tantrum atau menangis, jangan langsung menyuruhnya berhenti. Cobalah untuk memvalidasi perasaannya. Kamu bisa mengatakan, "Kamu sedang sedih ya karena mainannya rusak? Ibu mengerti." Dengan merasa didengarkan, anak akan lebih cepat tenang dan mulai belajar berempati pada dirinya sendiri.
2. Tetapkan Batasan yang Jelas dan Tegas
Gentle parenting bukan berarti tidak punya aturan. Justru, batasan sangat penting agar anak merasa aman. Misalnya, jika anak memukul, kamu bisa berkata dengan tenang namun tegas, "Memukul itu menyakitkan. Tangan digunakan untuk menyayangi, bukan menyakiti. Ibu tidak akan membiarkanmu memukul."
3. Berikan Pilihan, Bukan Perintah
Untuk mengurangi perlawanan dari anak, berikan mereka rasa kendali melalui pilihan kecil. Alih-alih berkata "Cepat pakai baju!", kamu bisa bertanya, "Kamu mau pakai baju yang warna biru atau yang warna hijau?". Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan kerja sama anak.
Referensi: kpai-jayapura.com
Tantangan dan Cara Mengatasinya
Tantangan terbesar dalam gentle parenting sebenarnya ada pada diri orang tua sendiri. Terkadang, kita secara tidak sadar mengulangi pola asuh masa lalu yang penuh teriakan. Penting untuk diingat bahwa "gentle" juga berlaku untuk dirimu sendiri.
Jika kamu merasa ingin meledak, ambillah jeda sejenak untuk bernapas. Kamu tidak bisa menenangkan anak jika kamu sendiri sedang dalam keadaan kacau. Mengelola emosi orang tua adalah kunci utama keberhasilan metode ini. Jangan ragu untuk meminta maaf pada anak jika suatu saat kamu kehilangan kesabaran; itu justru akan mengajarkan mereka tentang tanggung jawab dan kejujuran.
Kesimpulan
Mengenal gaya pengasuhan gentle parenting adalah perjalanan panjang untuk menjadi orang tua yang lebih sadar (mindful). Meski tidak instan, manfaatnya akan terasa sangat besar saat anak tumbuh dewasa nanti. Mereka akan menjadi individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi, mampu mengelola emosi dengan baik, dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain.
Jadi, apakah kamu siap mencoba menerapkan gentle parenting hari ini? Ingatlah bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan utamanya, melainkan koneksi dan proses belajar bersama anak. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inspirasi baru bagi perjalanan parenting kamu!
Nah sobat, sekarang kamu sudah lebih paham kan tentang apa itu gentle parenting serta bagaimana cara menerapkannya. Semoga postingan singkat ini bisa bermanfaat buat kalian ya! Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kalian agar lebih banyak orang tua yang terinspirasi mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!