Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


KakaKiky - Kacu Leher tidak boleh menyentuh tanah? Apakah benar demikian? Kebanyakan Anak Pramuka menganggap Kacu leher sebagai perlambang dari Bendera Merah Putih yang haruslah dihormati layaknya bendera merah putih itu sendiri.

Tahukah kakak kakak? Kalau ini hanyalah sebuah mitos yang diturunkan dari seorang pembina Pramuka kepada adik didiknya, ataupun dari seorang senior kepada juniornya. Kepada setiap anggota yang setiap setangan lehernya sampai menyentuh tanah maka harus pasang badan dan siap siap menerima sanksi yang berat, karena telah membiarkan kacu leher menyentuh tanah sama halnya dengan membiarkan bendera merah putih menyentuh tanah. Dan katanya itu merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap bangsa dan negara!


Padahal tahukah kakak kakak? Kalau kacu atau setangan leher Pramuka itu bukanlah Bendera Merah Putih! Kakak kakak bisa lihat pengertian, bentuk, penggunaan, dan aturan tentang bendera merah putih dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan juga lambang Negara, serta lagu kebangsaan. Dalam undang undang ini sangat jelas memperlihatkan bahwasannya Kacu Leher Pramuka itu bukanlah bendera Merah Putih!

Berbagai peraturan yang dimuat dalam Gerakan Pramuka, mulai dari UU Nomor 12 tahun 2010, SK Kwarnas, maupun surat edaran, tidak ditemukan satupun peraturan yang melarang setangan leher atau kacu Pramuka itu menyentuh tanah.

Jadi apabila ada yang bilang kalau kacu Pramuka itu tidak boleh menyentuh tanah itu adalah sebuah kesalahan dan hanya sebuah mitos belaka yang telah diwariskan secara turun temurun Tanpa adanya DASAR! Padahal seharusnya kacu itu merupakan salah satu bagian dari tanda pengenal Pramuka layaknya seperti tanda WOSM, TKU, Tanda Regu yang juga salah satu bagian dari seragam Pramuka.


Untuk itu Baik sebagai tanda pengenal maupun seragam Pramuka, sebagai seorang Pramuka sejati sudah seharusnya kita jaga, kita rawat, dan kita hormati pula tanda pengenal tersebut, akan tetapi janganlah sampai berlebihan. Buat kakak kakak, bisa membaca artikel berikut ini untuk penjelasan lebih lengkap mengenai bolehkah hasduk ataupun kacu Pramuka itu menyentuh tanah di link berikut ini >>> Bolehkah Setangan Leher Pramuka Menyentuh Tanah?

Leave A Reply
  1. Salam Pramuka
    tapi kalo untuk penghormatanmah gak apa-apakan, karna saya memakai stengan leher (kacu pramuka) tersebut ada tahapan tahapan ujiannya yang saya anggap itu sebuah pengorbanan, dan masa hasil pengorbanan tak di hormati dan di hargai. Terimakasih kak maaf ini mah cuma pendapat saya yang tak tau tentang apa-apa.
    Salam pramuka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam!
      Memang iya kak... kacu itu sebagai tanda pengenal memanglah harus kita hormati pula... bukan berarti kita harus berlebihan dalam melakukannya... jangan sampai karna mati matian menjaga kacu sampai sampai membahayakan nyawa kita sendiri...
      .
      .
      Kalau menurut saya, kacu leher walaupun warnanya merah dan putih tetaplah bukan bendera. Perlakuan terhadap kacu leher perlu mengetahui sejarahnya juga, dimana Baden Powell menggunakan kacu leher sebagai bagian dari seragam pandu mengingat kegunaannya yang beraneka ragam, termasuk dalam hal rescue (keselamatan). Untuk masalah menyentuh tanah, mungkin bisa dimaksudkan menjaga kebersihan dari seragam sebagai bagian dari pengamalan kode kehormatan Pramuka, tetapi tetap harus melihat situasi dan kondisi. Masalah pembangunan mental karakter justru dapat dibangun dengan, misalnya, pengibaran sang Merah Putih tiap pagi oleh Pramuka.

      Jangan sampai terjadi, karena kacu leher harus dijaga mati-matian, malah mengakibatkan orang mati. Maksudnya, seharusnya bisa digunakan untuk penyelamatan. Ini juga karakter. Demikian, mohon maaf. Saran dan kritik tetap kami tampung. :)

      Delete
  2. Salam Pramuka
    Benar adanya seperti itu kak...mindset itu memang sudah terbentuk di kebanyakan Pramuka di Indonesia, filosofi lain yang di yakini adalah, kita menganggap setangan leher atau kacu merupakan bukti fisik harga diri, kenapa kacu digantungkan di leher menjulur hingga ke bagian tubuh depan, tujuan agar mudah dilindungi, ditambah lagi dengan menggulung kacu jika tak pakai sepatu, atau memasang kacu dalam keadaan duduk (tidak berdiri), itu semua lahir dari bentuk cinta dari hati...
    Hukuman yang diberikan jika terdapat pelanggaran, kadang itu bertujuan untuk menyadarkan dan bernada pendidikan...tumbuhkan lagi rasa cinta tanah air, dan harus digaris bawahi..tak ada sanksi atau hukuman berat terhadap kejadian seperti ini...
    Maaf kak...itu pendapat dan tanggapan saya...
    Terima Kasih
    Salam Pramuka

    ReplyDelete
  3. Salam Pramuka! Wah sangat bermanfaat kaakm tapi memang sih ada baoknya juga. Walaupun memang bukan analaogi bahwa kacu bukan bendera tapi menghormati 'almamater' kita sebagai anggota Pramuka itu penting ya kaaa.


    Endah
    Pramuka UPI

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang haruslah dihormati juga kak... karena kacu itu adalah tanda pengenal Pramuka... tapi jangan sampai berlebihan.. harus melihat situasi dan kondisi pula...

      Delete
  4. Kk bisa kah kk cek di Medsos nya kwartir nasional... Di yel-yel bukan tentara dan bukan polisi

    ReplyDelete
  5. Mohon maaf kak... Komentar saya sedikit pedas, demi kemajuan kualitas tulisan rekan-rekan. Saya rasa tema dan materi postnya sedikit ambigu.

    Secara umum bisa dibilang hanya sekedar berita sensasi utk popularitas saja.

    Kacu memang bukan bendera dan tidak ada yg mengatakan bahwa kacu itu bendera, tapi bila dikatakan melambangkan bendera Indonesia, saya yakin semua juga akan sepakat, dan bendera sebagai satu dari lambang kehormatan bangsa.

    Jadi bila kakak katakan kita berlebihan dengan menerapkan aturan dan hukuman, coba ditilik ulang. Diatas gunung saya sering temui bendera hanya sebagai alat bantu penghias foto selfie banyak orang.. Setelah itu dibiarkan tergeletak, tidak diurus, dan itu bendera.

    Bayangkan bila itu kacu yang kakak katakan berlebihan penghormatannya, saya yakin post kakak bukan akan bernilai positif.. Tapi lebih ke negatif.

    Lalu apa tidak salah dengan foto yg kakak gunakan sebagai header ?? Apakah mewakili tema kakak secara utuh atau hanya sekedar utk menaikkan popularitas saja ?? Atau bahkan mungkin kakak sendiri nggak izin dengan pemilik foto utk memasangnya di blog kakak ??

    Saya mengkritik untuk membangun, semoga tulisan-tulisan lainnya bisa lebih berbobot dan ibspiratif, bukan sekedar sensasi popularitas belaka..

    Demi kemajuan dunia informasi Indonesia dan kreativitas pramuka Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih untuk pendapat dari kak AW Management..
      Tapi sebenarnya itulah ajaran ajaran yang diturunkan oleh kakak kakak senior ataupun pembina... Memang kita harus menghormati kacu sebagai tanda pengenal Pramuka kita... dan harus kita jaga dengan baik.. akan tetapi disini kita menjaga jangan sampai berlebihan... perlu diingat juga kalau baden powell menggunakan kacu sebagai alat rescue (keselamatan) juga dalam keadaan gawat darurat... jadi harus melihat situasi dan kondisi juga. jangan sampai hal ini bisa mengakibatkan orang lain kehilangan nyawa..
      .
      .
      Lalu kalau statement kakak mengatakan begitu bisakah kakak menunjukkan peraturan resmi yang mengatakan hal yang demikian? bahkan bisa kita lihat mulai dari UU Nomor 12 tahun 2010, SK Kwarnas, maupun surat edaran, tidak ditemukan satupun peraturan yang melarang setangan leher atau kacu Pramuka itu menyentuh tanah.
      .
      .
      saya mengatakan begini bukan berarti kita seenaknya aja sama kacu... kita juga harus menjaga dan memliharanya tapi jangan sampai berlebihan.. perhatikan situasi dan kondisi..
      .
      .
      untuk masalah gambar header.. mohon maaf kalau menurut kakak kurang relevan.. :)
      .
      .
      kalau kakak memang masih bingung dan butuh referensi yang lebih lengkap lagi kakak bisa klik link yang saya berikan di paragraf artikel yang terakhir...

      Delete
  6. boleh tidak kacu (setengah leher) di pasang di lengan atau kepala?

    mohin jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh kak... Terutama untuk PP (Pertolongan Pertama)
      kacu boleh digunakan untuk menutup luka di lengan, kepala, dan bagian yang terluka lainnya.

      baca juga artikel ini agar kakak lebih paham https://kakakiky.blogspot.com/2017/04/fakta-pramuka-kacu-atau-setangan-leher.html

      Delete

Muhammad Rizki Riswandi

[name=Muhammad Rizki Riswandi] [img=https://lh4.googleusercontent.com/-G7Q7GEaN3Ww/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACj8/ut8fOyusy-A/s512-c/photo.jpg] [description=Saya adalah Seorang Anak Pramuka yang ingin berbagi ilmu serta informasi tentang dunia kepramukaan dan juga ilmu pengetahuan, semoga tulisan tulisan saya dapat bermanfaat untuk kawan kawan semua] (facebook=https://facebook.com/kakakiky.id) (twitter=https://twitter.com/kakakiky_id) (instagram=https://instagram.com/kakakiky.id)