Tidak Lulus Tamtama Karena Nilai Terlalu Tinggi, Anak Tukang Ojek Ini Malah Lulus Akmil

www.kakakiky.id
KakaKiky - setelah kemarin ada kisah seorang anak Petani yang menjadi lulusan terbaik Akademi Polisi (Akpol) tahun 2019, kini kembali viral sebuah kisah mengarukan sekaligus menyedihkan dari seorang pemuda.

Pemuda tersebut adalah Yusuf Maulana, yang merupakan seorang anak tukang ojek yang baru saja lulus dari Akademi Militer atau Akmil. Demi untuk membanggakan kedua orangtuanya, Yusuf pun bertekad kuat untuk menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Namun ada kisah yang unik dari perjalanan karirnya untuk menjadi seorang TNI. Yusuf mulanya mendaftar sebagai seorang Tamtama di TNI-AL pada tahun 2015, saat itu umurnya merupakan batasan akhir untuk mendaftar sebagai seorang Tamtama TNI-AL. Yusuf tidak berpikir panjang untuk mendaftar, karena yang ada di benaknya adalah untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuanya.


pict from - tribunnews.com
Namun ternyata Yusuf ditolak masuk pendidikan Tamtama TNI-AL. Bukan karena dia tidak lulus, namun karena nilainya yang terlalu tinggi ia jadi ditolak untuk masuk sebagai Tamtama TNI-AL.

Tidak hanya sampai disitu, ternyata nasib dari Yusuf juga tidak seburuk itu, ia malah mendapatkan tawaran untuk mendaftar menjadi seorang Taruna di Akademi Militer.

Tentu saja Yusuf tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Namun, berjalannya pendidikan Yusuf Maulana di Akademi Militer, ia justru harus menerima pahitnya kenyataan hidup.

Sang ibunda yang memang sempat sakit sebelum ia mendaftar sebagai taruna, telah meninggal dunia. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih mengenyam pendidikan pada tingkat tiga.

Sang ayah juga sengaja tidak memberitahu anaknya yang sedang sibuk latihan. Tentu saja sang ayah memiliki alasan tersendiri, ia tidak tega harus menyampaikan kabar duka tersebut kepada sang anak, walaupun sebenarnya sang ayah juga sangat sedih atas kehilangan istrinya saat Yusuf masih melakukan pendidikan dan belum lulus dari Akmil.

Kemudian, Yusuf pun juga masih sangat mengingat saat-saat ia mengetahui kabar duka ibunya. Saat itu, ia mendapatkan pesan Whatsapp dari anggota keluarganya yang lain.

Membaca kabar yang mengejutkan itu, sontak Yusuf pun langsung terdiam tanpa kata. Dalam hati Yusuf juga bertanya-tanya kenapa sang ayah tidak mengatakan hal ini kepadanya.

Kemudian Yusuf langsung bergegas pulang ke rumah dan mendatangi makam sang ibu, lalu berdiam diri disana. Yusuf tak menangis ketika mengunjungi makam sang ibu karena dirinya merasa sudah mengikhlaskan kepergian ibunda tercinta.

Kini, Yusuf Maulana mempersembahkan kelulusannya dari Akademi Militer kepada sang ibunda yang telah tiada, ayahnya bersyukur dan memeluk erat putranya sambil menangis. Tak luput juga sang ayah mendo'akan kesuksesan untuk anaknya.

Nah sobat, itulah cerita inspirasi dan motivasi singkat dari seorang pemuda bernama Yusuf Maulana, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi kamu yang telah membaca. Cukup sekian, wassalamu'alaikum and Be Prepared!