Kata Baku Dahsyat atau Dasyat Mana yang Benar?
KakaKiky - Pernahkah kamu menemukan dua varian kata yang sama-sama sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang luar biasa, yaitu dahsyat atau dasyat? Kata ini sering muncul di media massa, judul film, atau tagline iklan, tetapi penulisan huruf 'h' di tengah kata sering kali diabaikan. Lalu, di antara dahsyat atau dasyat, manakah penulisan yang benar dan baku sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia? Kebingungan ini sangat wajar, karena kata-kata serapan sering mengalami perubahan bentuk dan pelafalan. Pada postingan ini saya akan membahas tuntas tentang bentuk kata yang baku, asal-usulnya, dan bagaimana kamu bisa menggunakan kata dahsyat dengan tepat untuk membuat tulisanmu lebih profesional dan berbobot.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Dahsyat atau Dasyat: Manakah Bentuk Baku yang Diakui KBBI?
Untuk langsung menjawab pertanyaan kamu, penulisan yang benar dan baku sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah ‘dahsyat’, dengan menyertakan huruf 'h' setelah huruf 'd'.
Artinya, kata dasyat (tanpa 'h') adalah bentuk tidak baku. Kata dasyat sering muncul karena adanya kecenderungan penutur bahasa Indonesia untuk menghilangkan bunyi konsonan 'h' di tengah kata ketika melafalkannya (seperti pada kata 'sahaja' menjadi 'saja' atau 'lelah' menjadi 'lelah'). Dalam bahasa lisan yang cepat, pengucapan dahsyat sering terdengar seperti dasyat, dan hal ini kemudian memengaruhi penulisan.
Mengapa Penulisan Dahsyat Harus Menggunakan Huruf H?
Kewajiban menyertakan huruf 'h' pada kata dahsyat berkaitan erat dengan asal-usul kata ini dalam bahasa asing. Kata dahsyat adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Arab.
Asal Kata Dahsyat dari Bahasa Arab
Kata dahsyat diserap dari bahasa Arab yaitu dahsyah (دهشة) atau dahsyat (دهشات) yang artinya adalah keheranan, ketakutan, atau sesuatu yang mengagumkan. Dalam transliterasi dari aksara Arab ke Latin, bunyi yang dihasilkan oleh huruf Ha (Ø) atau Ha (هـ) seringkali diwakili oleh huruf 'h' dalam Bahasa Indonesia.
Penyertaan huruf 'h' ini berfungsi untuk mempertahankan fonem asli dari bahasa sumber, yang mana ini adalah prinsip penting dalam pembakuan kata serapan. Dengan demikian, penulisan dahsyat adalah bentuk yang secara linguistik paling tepat dan sesuai dengan kaidah serapan EYD.
Makna Baku Kata Dahsyat Menurut KBBI
Kata dahsyat termasuk dalam kelas kata sifat (adjektiva). Dalam KBBI, kata ini didefinisikan dengan makna yang sangat kuat dan beragam, namun intinya selalu mengacu pada sesuatu yang luar biasa atau hebat. Berikut adalah beberapa makna dahsyat yang perlu kamu ketahui:
- Hebat sekali: Digunakan untuk menyatakan sesuatu yang intensitasnya tinggi. Contoh: "Laju pertumbuhan ekonomi negara itu tergolong dahsyat."
- Mengerikan: Digunakan untuk menggambarkan kekuatan atau dampak yang menakutkan, seperti bencana alam. Contoh: "Bencana tsunami itu menimbulkan kerusakan yang dahsyat."
- Luar biasa: Digunakan untuk memuji kualitas atau kemampuan. Contoh: "Penampilannya di atas panggung semalam sangat dahsyat."
Melihat variasi makna ini, dapat disimpulkan bahwa dahsyat adalah kata yang kaya makna, mencakup rentang dari hal yang menakutkan (negative) hingga hal yang mengagumkan (positive).
Mengapa Kata Dasyat Tetap Populer di Media?
Jika hanya dahsyat yang baku, mengapa kamu masih sering melihat penulisan dasyat di internet atau bahkan di beberapa judul berita?
Pengaruh Fonetik dan Ejaan Nonbaku
Seperti yang sudah disinggung di awal, hilangnya huruf 'h' adalah efek dari pelafalan yang cepat. Dalam bahasa lisan, konsonan 'h' di tengah kata seringkali dileburkan atau diucapkan sangat tipis. Kebiasaan melafalkan dasyat kemudian memengaruhi kebiasaan menulis, terutama bagi orang yang tidak terbiasa merujuk pada kaidah EYD atau KBBI.
Kesalahan Kolektif dan Pencarian Internet
Kesalahan kolektif ini semakin diperkuat oleh pencarian di internet. Banyak pengguna yang secara tidak sengaja mengetik dasyat saat mencari informasi. Karena banyaknya pencarian dengan kata nonbaku ini, beberapa platform media atau penulis konten sengaja menggunakan dasyat (atau mencampurkan kedua kata) untuk menjaring traffic dari kata kunci yang salah eja tersebut. Namun, hal ini tidak membenarkan status nonbaku kata dasyat.
Kiat Menulis yang Benar: Selalu Gunakan Dahsyat
Jika kamu bertujuan untuk membuat tulisan yang berkualitas tinggi dan memiliki kredibilitas, disiplin menggunakan bentuk baku adalah wajib.
Dahsyat untuk Tulisan Formal dan Profesional
Pastikan kamu selalu menggunakan dahsyat dalam dokumen resmi, laporan, artikel ilmiah, atau konten blog yang menargetkan pembaca profesional. Penggunaan kata baku menunjukkan bahwa kamu menghargai kaidah bahasa dan meningkatkan otoritas tulisanmu.
Hindari Dasyat, Kecuali untuk Tujuan Kutipan
Satu-satunya waktu kamu boleh menggunakan dasyat adalah jika kamu sedang mengutip dialog informal dari sebuah film atau novel, atau jika kamu secara eksplisit ingin menunjukkan kesalahan ejaan tersebut dalam konteks edukasi. Di luar itu, hindari sama sekali. Selalu koreksi penulisanmu agar tidak mengandung kesalahan baku.
Kesimpulan: Dahsyat Adalah Bentuk yang Sah!
Setelah membaca artikel ini, kamu sudah tahu pasti bahwa penulisan yang benar dan baku sesuai kaidah Bahasa Indonesia adalah "Dahsyat", dengan menyertakan huruf 'h'. Kata "Dasyat" adalah varian nonbaku yang muncul karena pengaruh pelafalan lisan yang cepat.
Mulai sekarang, jadikan dahsyat sebagai pilihan utama untuk mendeskripsikan sesuatu yang hebat, luar biasa, atau mengerikan dalam tulisanmu. Dengan begitu, kamu tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam melestarikan bahasa baku Indonesia.
Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan kalau penulisan yang benar itu adalah Dahsyat. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kamu agar mereka juga tidak ikutan salah dalam menuliskan kata. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!