Kata Baku Dahulu atau Dulu Mana yang Benar?
KakaKiky - Saat kamu bercerita tentang masa lampau, kamu mungkin sering menggunakan kata dahulu atau dulu. Manakah yang sebenarnya baku? Kata dulu terasa lebih santai, ringkas, dan sering diucapkan. Sementara itu, kata dahulu terkesan lebih formal, puitis, dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kebingungan ini wajar, sebab di Indonesia kita selalu berhadapan dengan bahasa baku dan bahasa percakapan.
Lalu, menurut kaidah Bahasa Indonesia yang benar, mana di antara dahulu atau dulu yang harus kamu gunakan dalam tulisan profesional? Pada postingan ini saya akan membahas tuntas tentang status baku kedua kata tersebut, perbedaan konteks penggunaannya, dan bagaimana kamu bisa memilih kata yang tepat untuk setiap situasi.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Dahulu atau Dulu: Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kedua kata, yaitu ‘dahulu’ dan ‘dulu’, sebenarnya adalah kata yang benar. Namun, ada perbedaan status linguistik di antara keduanya yang penting kamu ketahui.
Kata dahulu (dengan 'a' dan 'h') memiliki status sebagai kata baku utama. Kata ini diakui sebagai bentuk yang paling formal, lengkap, dan standar dalam bahasa Indonesia.
Sementara itu, kata dulu (tanpa 'a' dan 'h') tercantum dalam KBBI sebagai ragam percakapan atau bentuk tidak formal dari dahulu. Artinya, dulu adalah kata yang benar secara ejaan dan makna, tetapi penggunaannya terbatas pada konteks santai dan lisan.
Mengapa Dahulu Berubah Menjadi Dulu?
Perubahan dari dahulu ke dulu bukanlah kebetulan atau kesalahan, melainkan proses alami dalam perkembangan bahasa. Fenomena ini disebut sinkope, yaitu penghilangan atau pemendekan huruf atau suku kata di tengah kata.
Efisiensi Lisan dan Kemudahan Ucap
Kata dahulu terdiri dari tiga suku kata: da-hu-lu. Melafalkan kata ini dalam kalimat panjang memerlukan sedikit usaha lebih. Dalam komunikasi lisan yang cepat, penutur secara tidak sadar menghilangkan suku kata 'ha' di tengah, sehingga menjadi dulu (dua suku kata: du-lu).
Hal ini mencerminkan prinsip ekonomi bahasa, di mana penutur cenderung memilih bentuk yang paling singkat dan paling mudah diucapkan untuk menghemat waktu dan energi saat berbicara. Karena sangat sering digunakan, kata dulu akhirnya diterima oleh KBBI, meskipun dengan label 'ragam percakapan'.
Contoh Kata Baku Lain yang Mengalami Pemendekan
Fenomena pemendekan ini juga terjadi pada banyak kata baku lainnya dalam bahasa Indonesia. Misalnya:
- Bahwa sering diucapkan bahwa (tapi bukan bentuk baku).
- Saja sering diucapkan aja (tapi bukan bentuk baku).
- Bagaimana sering diucapkan gimana (tapi bukan bentuk baku).
Namun, berbeda dengan contoh di atas, kasus dahulu dan dulu adalah unik karena kedua kata tersebut sama-sama diakui di KBBI, hanya saja dengan status yang berbeda.
Kapan Menggunakan Dahulu dan Kapan Menggunakan Dulu?
Kualitas tulisanmu sangat bergantung pada kemampuan kamu memilih kata yang sesuai dengan konteks. Berikut adalah panduan sederhana untuk membedakannya:
Gunakan Dahulu untuk Ragam Formal dan Resmi
Sebagai bentuk baku utama, dahulu wajib digunakan dalam tulisan yang menuntut kebakuan, otoritas, dan keilmiahan. Penggunaannya memberikan kesan profesional dan sangat terstruktur.
- Tulisan Akademis: Skripsi, jurnal, tesis, dan makalah ilmiah.
- Dokumen Resmi: Surat dinas, naskah pidato kenegaraan, atau peraturan.
- Literasi Sastra: Untuk menciptakan nuansa klasik, kuno, atau cerita yang berlatar belakang masa lampau (dahulu kala).
Gunakan Dulu untuk Ragam Nonformal dan Lisan
Kata dulu ideal digunakan saat kamu ingin terdengar santai, akrab, dan dekat dengan pembaca atau lawan bicara. Karena berstatus ragam percakapan, kata ini sangat cocok untuk:
- Percakapan Sehari-hari: Baik lisan maupun via pesan singkat.
- Konten Kreatif: Caption media sosial, judul video yang menarik, atau dialog dalam komik/novel fiksi.
- Artikel Blog: Jika gaya bahasamu memang sangat santai dan personal, menggunakan dulu bisa membuat pembaca merasa lebih nyaman.
Pentingnya Konsistensi dalam Penulisan Dahulu atau Dulu
Kesalahan terbesar bukan terletak pada penggunaan dulu, tetapi pada inkonsistensi. Jika kamu memutuskan menggunakan gaya bahasa formal, maka seluruh artikel harus menggunakan dahulu. Sebaliknya, jika kamu memilih gaya santai, maka dulu dapat mendominasi.
Contohnya, jika kamu menulis: "Saat dahulu saya masih kecil, saya sering bermain di taman dulu." Kalimat ini terasa janggal karena mencampur ragam baku dan nonbaku. Pilihlah satu ragam dan patuhi pilihan tersebut.
Makna Lain dari Kata Dulu yang Wajib Kamu Tahu
Kata dulu memiliki satu fungsi lain yang sering digunakan dalam percakapan dan tidak bisa digantikan oleh dahulu, yaitu sebagai penanda urutan atau prioritas tindakan. Dalam konteks ini, dulu berarti 'terlebih dahulu' atau 'sebentar'.
- "Saya izin ke belakang dulu, ya." (terlebih dahulu)
- "Kita makan dulu, baru kita pergi." (prioritas)
Dalam konteks ini, meskipun dulu adalah ragam percakapan, penggunaan dahulu akan membuat kalimat terasa sangat aneh dan tidak natural. Oleh karena itu, kata dulu sangat dominan dalam konteks ini dan seringkali diterima dalam tulisan semi-formal.
Kesimpulan: Dahulu Baku Formal, Dulu Baku Percakapan
Setelah membaca artikel ini, kamu sudah menguasai perbedaan antara dahulu atau dulu. Kedua kata tersebut benar dan diakui dalam KBBI, tetapi dengan status yang berbeda.
Gunakan dahulu untuk konteks yang paling baku dan resmi. Gunakan dulu untuk ragam percakapan atau tulisan santai yang bertujuan mendekatkan diri dengan pembaca. Kunci utamanya adalah konsisten dalam pilihanmu.
Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan kalau kedua penulisan dahulu atau dulu itu benar, tergantung konteksnya. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kamu agar mereka juga tidak ikutan bingung. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!