Kata Baku Cengkerama atau Cengkrama Mana yang Benar?

kata baku cengkerama atau cengkrama
kata baku cengkerama atau cengkrama

KakaKiky - Kamu sedang menulis tentang suasana santai, obrolan akrab, atau rekreasi, lalu bingung harus menggunakan kata cengkerama atau cengkrama? Kamu tidak sendirian! Kata ini sering menimbulkan keraguan karena pengucapan di masyarakat seringkali menghilangkan satu huruf vokal, menjadikannya terasa lebih ringkas.

Lalu, manakah penulisan yang benar dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia? Tenang saja, keraguan ini akan segera terjawab. Pada postingan edukatif ini saya akan membahas tuntas tentang mengapa satu bentuk kata diakui sebagai baku sementara yang lain tidak, perbedaan maknanya, dan bagaimana kamu bisa menggunakan kata baku tersebut dengan tepat untuk menarik traffic organik yang mencari kebenaran berbahasa.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Cengkerama atau Cengkrama, Mana Bentuk Kata yang Baku?

Jawaban singkat dan tegas sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah ‘cengkerama’.

Ya, kata baku memiliki lima suku kata: ceng-ke-ra-ma, yang berarti harus ada huruf 'e' setelah 'k'. Sementara itu, kata ‘cengkrama’ (ceng-kra-ma) yang sering kita dengar diucapkan cepat atau ditulis di media sosial merupakan bentuk nonbaku karena adanya penghilangan satu fonem vokal, yaitu 'e' pada suku kata kedua.

Meskipun penulisan cengkrama lebih pendek dan sering digunakan dalam bahasa lisan, dalam konteks penulisan formal, kamu harus selalu kembali ke bentuk baku: cengkerama.

Makna dan Penggunaan Kata Cengkerama yang Baku

Sebagai kata baku, cengkerama memiliki arti yang spesifik dan indah dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kata cengkerama memiliki dua arti utama, dan keduanya merujuk pada kegiatan santai dan menyenangkan.

1. Cengkerama sebagai Rekreasi atau Tamasya

Kata cengkerama bisa berarti pergi berekreasi atau tamasya, meskipun makna ini kini jarang digunakan. Lebih sering, kata ini dipakai dalam bentuk turunannya, yaitu bercengkerama. Contoh: "Mereka pergi bercengkerama ke kebun raya saat libur tiba."

2. Cengkerama sebagai Percakapan Santai atau Gurauan

Ini adalah arti yang paling sering kamu temui. Cengkerama berarti obrolan ringan, santai, penuh gurauan, dan tidak formal, yang terjadi di antara orang-orang yang akrab. Kata ini juga sering digunakan dalam bentuk kata kerja bercengkerama (melakukan percakapan santai). Contoh penggunaan yang benar dan baku:

  • Setelah makan malam, kami duduk di teras untuk bercengkerama ringan.
  • Suasana cengkerama di desa itu sangat hangat dan kekeluargaan.

Mengapa Cengkrama Dianggap Tidak Baku? (Aspek Linguistik)

Mengapa para ahli bahasa bersikeras bahwa cengkrama itu salah? Alasannya ada pada struktur kata itu sendiri, yaitu adanya fonem vokal yang dihilangkan.

Fenomena Sinking Vokal atau Sinkope

Penghilangan vokal 'e' pada kata cengkerama hingga menjadi cengkrama dikenal dalam linguistik sebagai sinkope. Sinkope adalah proses penghilangan bunyi di tengah kata. Fenomena ini sering terjadi dalam bahasa lisan karena penutur cenderung mencari efisiensi. Kata cengkrama terasa lebih cepat dan mudah diucapkan daripada cengkerama.

Contoh sinkope lain dalam bahasa Indonesia yang sering membuat bingung adalah:

  • Baku: Meterai; Nonbaku/Lisan: Metrai
  • Baku: Jelajah; Nonbaku/Lisan: Jelajah (tetap baku, tetapi sering dipersingkat di lisan)

Dalam kasus cengkerama, penghilangan vokal 'e' tersebut mengubah struktur kata baku dan menjadikannya tidak diakui dalam KBBI. Ini adalah alasan mutlak mengapa kamu harus menggunakan cengkerama dalam tulisan.

Cara Konsisten Menggunakan Kata Cengkerama yang Benar

Sebagai penulis konten yang baik, tugas kamu adalah mengedukasi pembaca sekaligus memberikan informasi yang akurat. Maka, konsistensi dalam menggunakan kata baku adalah hal yang utama.

Fokus pada Varian Bercengkerama

Dalam penulisan, kamu akan lebih sering menggunakan kata kerja bercengkerama daripada kata dasarnya. Pastikan kamu selalu menyertakan huruf 'e' setelah 'k'.

  • Benar: Keluarga itu terlihat asyik bercengkerama di taman.
  • Salah: Keluarga itu terlihat asyik bercengkrama di taman.

Periksa Ulang Saat Mengetik Cepat

Karena lidah kita terbiasa mengucapkan cengkrama, seringkali jari kita juga mengetik tanpa disadari. Biasakan untuk selalu memeriksa ulang (proofread) tulisanmu, terutama kata-kata yang mengandung unsur konsonan berurutan seperti 'n-g-k-r' yang rentan menghilangkan vokal 'e' di tengahnya.

Kesimpulan: Cengkerama Adalah Pilihan yang Baku

Setelah menyimak penjelasan ini, kamu sekarang tahu dengan pasti bahwa penulisan yang benar dan baku sesuai kaidah Bahasa Indonesia adalah "Cengkerama", dengan huruf 'e' setelah 'k'. Kata "Cengkrama" adalah bentuk nonbaku yang muncul karena efisiensi pelafalan lisan.

Meskipun bahasa lisan kita fleksibel, dalam penulisan yang profesional, konsistensi menggunakan kata baku seperti cengkerama adalah cerminan dari kualitas tulisan. Jadi, mulai sekarang, gunakan cengkerama setiap kali kamu ingin menulis tentang obrolan santai atau rekreasi.

Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan kalau penulisan yang benar itu adalah Cengkerama. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kamu agar mereka juga tidak ikutan salah dalam menuliskan kata. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!