Penyakit Apa Saja yang Bisa Ditangani Dokter Paru-Paru?
Penyakit-penyakit yang bisa ditangani dokter paru
KakaKiky - Paru-paru merupakan salah satu organ vital dari sistem pernapasan dengan fungsinya yang paling dasar, yaitu memfasilitasi pertukaran udara dari luar di dalam kantong paru-paru (pertukaran oksigen dan karbon dioksida), untuk kemudian mengalirkan oksigen (O2) ke dalam aliran darah. Namun, sebagaimana organ dalam lain pada tubuh, paru-paru juga dapat terkena berbagai penyakit yang mengganggu proses pernapasan dan regulasi oksigen dalam tubuh. Penyakit paru-paru, mulai dari yang ringan maupun parah, dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Diperlukan pemeriksaan menyeluruh dari dokter paru-paru untuk mengatasi gejalanya. Baca selengkapnya ulasan di bawah ini untuk mengetahui berbagai penyakit yang bisa ditangani oleh dokter spesialis paru-paru di Singapura.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Fungsi Utama Paru-Paru
Paru-paru berperan sebagai organ yang meregulasi keluar masuknya udara dari dalam tubuh. Ini berarti paru-paru mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai produk sisa metabolisme. Proses pertukaran gas ini terjadi di bagian paru-paru yang sangat kecil bernama alveoli, sebuah kantung udara kecil yang dikelilingi pembuluh darah halus yang disebut kapiler. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Inhalasi (menghirup udara) Saat kita bernapas, udara yang kaya oksigen akan masuk melewati tenggorokan, trakea, hingga akhirnya mencapai jutaan alveoli di dalam paru-paru.
- Pertukaran gas di dalam alveoli Oksigen dari udara di dalam alveoli memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan oksigen dalam darah. Karena itu, oksigen akan bergerak secara pasif dari alveoli, menembus dinding tipis alveolus dan kapiler, lalu masuk ke dalam darah. Di dalam darah, oksigen ini akan berikatan dengan protein dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin, membentuk oksihemoglobin. Darah yang kaya oksigen ini kemudian akan dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh.
- Ekshalasi (menghembuskan udara) Karbon dioksida, sebagai produk sisa metabolisme, memiliki konsentrasi lebih tinggi dalam darah di kapiler dibandingkan dengan di dalam alveoli. Karbon dioksida ini akan bergerak dari darah di kapiler, menembus dinding kapiler dan alveoli, lalu masuk ke dalam alveoli. Kemudian, karbon dioksida ini akan dikeluarkan dari paru-paru melalui melalui hidung atau mulut saat kita bernapas.
Proses pernapasan ini terjadi dalam kondisi sistem pernapasan yang sehat dan normal. Namun, jika paru-paru bermasalah atau terkena penyakit, hal ini bisa menyebabkan gangguan pada siklus normal pernapasan dan perlu diperiksakan ke dokter paru-paru.
Jenis-Jenis Penyakit Paru-Paru
Di samping fungsinya yang krusial, paru-paru juga termasuk organ dalam yang rentan terkena penyakit. Baik itu kondisi ringan yang dapat hilang sendiri, maupun berat sehingga membutuhkan penanganan dokter. Berikut adalah beberapa jenisnya:
- Influenza: dikenal juga sebagai flu dan disebabkan oleh infeksi virus.
- Asma: penyempitan saluran napas yang menyebabkan kesulitan bernapas.
- Bronkitis: peradangan atau iritasi pada saluran bronkus, yaitu pipa yang berfungsi mengalirkan udara dari tenggorokan ke paru-paru. Ciri utama bronkitis adalah batuk.
- Pneumonia: atau paru-paru basah, merupakan penyakit infeksi paru-paru yang menyebabkan penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli).
- Asbestosis: jaringan parut yang muncul pada dinding paru-paru dan dinding pleura karena Anda menghirup serat asbes.
Selain itu, ada juga beberapa jenis penyakit paru-paru parah yang segera membutuhkan penanganan lebih intensif dari dokter paru-paru, seperti:
- Efusi Pleura: penumpukan cairan di dalam rongga pleura. Dalam kondisi normal, cairan pleura sebenarnya berfungsi sebagai pelumas saat kantong paru-paru melakukan gerakan mengembang dan mengempis (bernapas). Namun, jika jumlahnya melebihi batas, cairan ini justru membatasi ruang gerak kantong paru-paru sehingga membebani kinerjanya.
- Pneumotoraks: penumpukan udara di dalam rongga pleura sehingga menyebabkan kantong paru-paru kolaps atau mengempis/menyusut.
- Nodul Paru: terjadinya pertumbuhan jaringan abnormal pada dinding paru-paru. Dokter biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat apakah terjadi peningkatan jumlah atau ukuran nodul paru dan menentukan apakah nodul tersebut berpotensi berkembang menjadi sel kanker atau tidak.
- Kanker Paru-Paru: tumbuhnya sel kanker di dalam paru-paru saat sel tersebut kehilangan kendali atas siklus normalnya dan mulai berkembang biak dengan cepat. Sel-sel ini dapat memicu pertumbuhan kanker paru-paru di dalam jaringan paru-paru, sebelum akhirnya menyebar ke organ tubuh lainya. Skrining paru-paru perlu dilakukan sedini mungkin agar dokter dapat mengidentifikasi sel kanker dan membuat rencana pengobatan untuk Anda.
- Mesothelioma: jenis kanker langka yang muncul di lapisan mesotelium, yaitu lapisan tipis pada jaringan epitel yang melapisi rongga paru-paru. Kanker jenis ini banyak disebabkan oleh paparan serat asbes ke dalam saluran pernapasan dalam jangka waktu tertentu.
Penangan dari Dokter Paru-Paru
Proses pengobatan penyakit paru-paru sangat bergantung pada hasil diagnosis dan pemeriksaan dari dokter. Di Singapura, berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk paru-paru:
- Bronkoskopi: prosedur medis yang menggunakan alat khusus bernama bronkoskop dengan kamera kecil di ujungnya, yang dimasukkan melalui hidung atau mulut. Prosedur ini berguna untuk melihat kondisi organ dalam, membersihkan sumbatan, hingga memasang stent agar saluran napas tetap terbuka.
- Torakoskopi: prosedur ini dilakukan untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) dari kantong paru-paru, rongga pleura, atau kelenjar getah bening. Selain itu, torakoskopi juga berguna untuk menguras cairan di rongga pleura dan memasukkan obat untuk mencegah penumpukan cairan kembali.
- Torakosentesis: operasi pengangkatan lapisan pleura yang melapisi paru-paru dan dinding dada serta pengangkatan dan rekonstruksi diafragma.
- Reseksi: pengangkatan sebagian kecil paru-paru yang terkena tumor beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya (reseksi iris), dan pengangkatan segmen paru-paru yang lebih besar (reseksi segmental).
- Lobektomi: operasi pengangkatan seluruh bagian lobus dari satu sisi paru-paru yang terkena penyakit.
- Pneumonektomi: pengangkatan salah satu sisi paru-paru yang terserang penyakit.
Mengobati Penyakit Paru-Paru di Singapura
Memilih rumah sakit operasi paru-paru di Singapura menawarkan beberapa keuntungan. Pertama, pasien mendapatkan akses ke teknologi medis terkini. Kedua, kualitas perawatan dan fasilitas bertaraf internasional. Serta ketiga, mendapatkan penanganan langsung dari dokter paru-paru berpengalaman. Salah satu pusat kesehatan paru-paru di Singapura yang bisa menjadi tempat rujukan Anda adalah International Centre for Thoracic Surgery (ICTS). Ini adalah sebuah klinik khusus untuk menangani penyakit pada paru-paru dan rongga dada yang dipimpin oleh Dr. Aneez D.B Ahmed.
Beliau merupakan dokter Konsultan Bedah Senior yang telah berkecimpung di dunia bedah toraks, dengan spesialisasi di onkologi toraks, selama lebih dari 15 tahun. Dr. Aneez juga memiliki spesialisasi dalam melakukan bedah robotik untuk mengobati penyakit paru-paru parah (seperti kanker). Prosedur ini memungkinkan dokter melakukan pembedahan dengan lebih presisi, meminimalisir luka, dan mengurangi masa rawat inap pasiennya.
Kesimpulan
Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami masalah paru-paru, segeralah mencari pertolongan medis ke dokter. Penanganan dini dari pusat kesehatan paru-paru bertaraf internasional, seperti ICTS di Singapura, dapat memberikan harapan baru dan meningkatkan kualitas hidup Anda.