Panduan Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dengan Teknik PASS

Panduan Menggunakan APAR dengan Teknik PASS
Cara menggunakan APAR dengan teknik PASS

KakaKiky - Pernahkah kamu memperhatikan tabung merah yang tergantung di dinding kantor, sekolah, atau pusat perbelanjaan dan bertanya-tanya bagaimana cara pakainya jika tiba-tiba ada api? Mengetahui panduan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dengan teknik PASS adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap orang untuk mencegah kebakaran kecil berubah menjadi bencana besar.

Banyak orang merasa panik saat melihat percikan api karena tidak tahu harus mulai dari mana. Padahal, dengan memahami teknik yang benar, kamu bisa menyelamatkan nyawa dan aset berharga hanya dalam hitungan detik. Tenang saja! Pada postingan singkat ini akan dibahas tuntas mengenai cara kerja pemadam api portable ini agar kamu bisa bertindak sigap saat darurat.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Apa Itu Teknik PASS dalam Penggunaan APAR?

Sebelum masuk ke langkah teknis, kamu perlu tahu bahwa PASS adalah singkatan internasional yang diciptakan untuk memudahkan siapa saja mengingat prosedur penggunaan alat pemadam api. Metode ini telah diakui secara global karena efektivitasnya dalam memadamkan api pada tahap awal.

Teknik PASS terdiri dari empat langkah sederhana: Pull (Tarik), Aim (Arahkan), Squeeze (Tekan), dan Sweep (Sapukan). Dengan mengikuti urutan ini, kamu memastikan bahwa agen pemadam di dalam tabung keluar secara maksimal dan tepat sasaran ke sumber panas. Tanpa teknik yang benar, isi tabung mungkin akan terbuang sia-sia tanpa memadamkan api sedikit pun.

Langkah Demi Langkah Panduan Menggunakan APAR dengan Teknik PASS

Mari kita bedah satu per satu setiap langkah dalam teknik ini agar kamu benar-benar memahaminya di luar kepala:

1. Pull (Tarik Pin Pengaman)

Langkah pertama dalam panduan menggunakan APAR adalah menarik pin pengaman yang biasanya berbentuk cincin di bagian tuas tabung. Pin ini berfungsi untuk mengunci tuas agar isi APAR tidak keluar secara tidak sengaja. Saat menarik pin, pastikan kamu tidak menekan tuasnya sekaligus karena hal itu justru akan menjepit pin dan membuatnya sulit dilepas.

2. Aim (Arahkan Nozzle ke Pangkal Api)

Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mengarahkan nozzle atau ujung selang ke arah lidah api (bagian atas). Padahal, cara yang benar adalah mengarahkannya ke pangkal api atau sumber bahan yang terbakar. Jika kamu hanya menyemprot lidah api, agen pemadam hanya akan melewati api tanpa mematikan sumber panasnya.

3. Squeeze (Tekan Tuas Secara Penuh)

Setelah target terkunci, tekan tuas atau pegangan APAR dengan kuat. Penekanan secara penuh akan melepaskan tekanan gas di dalam tabung untuk mendorong agen pemadam (seperti powder, CO2, atau foam) keluar melalui selang. Lakukan penekanan secara konstan agar aliran tidak terputus hingga api padam.

4. Sweep (Sapukan dari Sisi ke Sisi)

Langkah terakhir dalam panduan menggunakan APAR adalah menyapukan pancaran agen pemadam dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Gerakan menyapu ini bertujuan untuk menyelimuti seluruh area permukaan yang terbakar. Teruslah menyemprot sampai api benar-benar terlihat padam sepenuhnya.

Referensi: damkarkotabogor.com

Hal Penting Sebelum Mulai Memadamkan Api

Menggunakan APAR bukan hanya soal teknik, tapi juga soal keselamatan diri. Ada beberapa protokol keamanan yang harus kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk melawan api:

  • Perhatikan Arah Angin: Jika kamu berada di luar ruangan, pastikan kamu berdiri membelakangi arah angin (angin bertiup dari punggungmu ke arah api). Jangan melawan arah angin karena api dan bahan kimia pemadam bisa berbalik mengenai dirimu.
  • Jarak Aman: Berdirilah pada jarak sekitar 2 hingga 3 meter dari api. Jika terlalu dekat, kamu berisiko terkena hawa panas; jika terlalu jauh, semprotan APAR mungkin tidak mencapai sasaran.
  • Pastikan Jalan Keluar: Selalu posisikan diri kamu di antara api dan jalan keluar. Jangan biarkan api menghalangi jalur evakuasi kamu. Jika api membesar secara tiba-tiba, kamu harus bisa langsung lari menyelamatkan diri.
  • Cek Klasifikasi APAR: Pastikan jenis APAR yang kamu gunakan sesuai dengan bahan yang terbakar (misal: jangan gunakan air untuk kebakaran listrik).

Mengapa Kamu Harus Mengenal Klasifikasi Kebakaran?

Dalam panduan menggunakan APAR, pemilihan jenis media pemadam sangatlah krusial. Di Indonesia, kebakaran dibagi menjadi beberapa kelas:

- Kelas A: Benda padat non-logam (kertas, kayu, plastik).

- Kelas B: Bahan cair atau gas mudah terbakar (bensin, solar, LPG).

- Kelas C: Peralatan elektronik yang masih dialiri listrik.

Menggunakan jenis pemadam yang salah bisa berakibat fatal. Contohnya, menyemprotkan air ke kebakaran Kelas C bisa menyebabkan korsleting hebat atau sengatan listrik bagi orang yang memegang selang. Oleh karena itu, selalu cek label pada tabung APAR sebelum beraksi.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, kamu sudah tahu bahwa panduan menggunakan APAR dengan teknik PASS sangat mudah untuk diingat. Kuncinya adalah jangan panik, tarik pinnya, arahkan ke pangkal api, tekan tuasnya, dan sapukan secara merata. Pengetahuan sederhana ini bisa menjadi pembeda antara insiden kecil dan kebakaran hebat yang merugikan.

Ingatlah untuk selalu mengecek masa kedaluwarsa APAR di rumah atau kantormu secara rutin agar alat tersebut selalu siap digunakan kapan saja. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan langkah awal dimulai dari diri kamu sendiri.

Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana prosedur penggunaan alat pemadam api yang benar. Semoga postingan singkat ini bisa bermanfaat buat kalian ya! Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman atau keluarga kalian agar mereka juga memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!