Laporan Praktikum Kimia Tentang Reaksi-Reaksi Kimia - KakaKiky | Blog Edukasi
News Update
Loading...

11/14/2018

Laporan Praktikum Kimia Tentang Reaksi-Reaksi Kimia


Laporan Kimia Tentang Reaksi-reaksi Kimia
KakaKiky - Pada kesempatan kali ini, kakakiky akan membahas tentang Laporan Praktikum Kimia dengan judul Reaksi-Reaksi Kimia. Yang akan dibahas diantaranya adalah Abstrak, pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan percobaan, manfaat percobaan, tinjauan kepustakaan, dan daftar pustaka tentang  Reaksi-reaksi Kimia.

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan dengan judul “Reaksi-Reaksi Kimia” dengan tujuan untuk mengamati reaksi-reaksi kimia yang berlangsung atau terjadi dengan melihat perubahan-perubahannya. Prinsip yang digunakan dalam percobaan ini adalah analisa kualitatif. Dalam percobaan ini ada reaksi-reaksi yang menghasilkan gas, endapan, perubahan suhu, serta perubahan warna. Hasil dari percobaan ini adalah berupa endapan seperti yang terjadi pada larutan Pb(NO3)2 yang dicampur dengan K2CrO4 dan larutan Pb(NO3)2 yang dicampur dengan NaOH. Reaksi yang menghasilkan perubahan suhu seperti larutan H2SO4 yang dicampur dengan NaOH dan H2SO4 yang dicampur dengan HCl. Reaksi yang menghasilkan perubahan warna seperti larutan K2CrO4 dicampur dengan HCl dan K2CrO7 yang dicampur dengan NaOH. Reaksi yang menghasilkan gas seperti lempengan Zn yang dicampur dengan larutan HCl. Kesimpulan dari percobaan ini adalah reaksi kimia merupakan reaksi yang menghasilkan suatu zat yang bersifat baru, reaksi kimia dikatakan berlangsung bila reaksi tersebut dapat menghasilkan setidaknya satu dari 4 hasil yang ada, diantaranya adalah gas, endapan, perubahan suhu, dan perubahan warna. Reaksi-reaksi kimia tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ukuran partikel reaktan, suhu, kecepatan pengadukan, dan kadar zat.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kehidupan sehari-hari yang kita jalani tidaklah bisa terlepas dari unsur-unsur dan senyawa-senyawa. Reaksi-reaksi kimia ini sebenarnya bukanlah hal asing bagi kita, reaksi kimia terjadi sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada saat kita makan,  akan berlangsung reaksi-reaksi kimia yang bertujuan untuk memecah makanan-makanan tersebut menjadi energi-energi yang siap digunakan oleh tubuh kita untuk melakukan aktifitas. Contoh lainnya seperti adanya pembusukan pada daging, kayu yang dibakar dan menjadi arang, besi yang mengalami korosi (pengkaratan) karena dibiarkan di udara yang terbuka, baterai yang dapat menghasilkan energi listrik, serta fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan. Hasil dari reaksi-reaksi kimia ini sangat tergantung kepada apa yang kita reaksikan. Sehingga hasil reaksi bisa saja berdampak positif atau bermanfaat dan bahkan reaksi kimia juga bisa berdampak negatif serta merugikan kehidupan umat manusia serta mahkluk hidup lainnya.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli, zat-zat kimia terdiri dari suatu unsur. Unsur akan membentuk senyawa jika berikatan dengan unsur lain. Selain itu, unsur-unsur yang ada di bumi ini, dibuat sedemikian rupa agar bisa digunakan untuk menciptakan suatu zat yang baru. Hal itulah yang biasanya disebut dengan reaksi kimia. Reaksi-reaksi tersebut menggunakan unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia. Reaksi-reaksi kimia akan menghasilkan suatu zat baru. Zat baru tersebut yang dapat digunakan kembali dalam kehidupan sehari-sehari.
Reaksi-reaksi kimia dikatakan berlangsung apabila ada terbentuk endapan, terbentuk gas, terjadi perubahan suhu, dan perubahan warna. Dalam bidang farmasi, reaksi kimia adalah konsep dasar yang paling penting. Prinsip kerja reaksi kimia banyak digunakan dalam proses pencampuran senyawa-senyawa yang hendak dijadikan sebagai obat, sehingga kita pun dapat mengetahui apa yang akan terjadi bila kita mencampur senyawa yang satu dengan senyawa yang lainnya.

1.2  Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati reaksi-reaksi kimia yang berlangsung atau terjadi dengan melihat perubahan-perubahannya.

1.3  Manfaat Percobaan
       Manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan dapat mengetahui apa itu sebenarnya reaksi kimia dan kita juga akan bisa membedakan reaksi-reaksi mana saja yang menghasilkan endapan dan gas serta yang menghasilkan perubahan suhu dan perubahan warna. Kita juga dapat membedakan apa itu reaksi reversibel dan irreversibel. Selain itu praktikan juga akan mampu untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaru dengan reaksi-reaksi kimia yang sudah diketahui, yang tentunya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.


BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
­Reaksi kimia adalah suatu perubahan dari suatu senyawa atau molekul menjadi senyawa lain. Reaksi yang terjadi pada senyawa anorganik biasanya merupakan reaksi antara ion, sedangkan reaksi pada senyawa organik biasanya dalam bentuk molekul. Struktur organik ditandai dengan adanya ikatan kovalen antara atom-atom molekulnya. Oleh karena itu, reaksi kimia pada senyawa organik ditandai dengan adanya pemutusan ikatan kovalen dan pembentukan ikatan kovalen yang baru. Proses ini mungkin terjadi secara berpisah, seperti pada reaksi yang berlangsung secara bertahap dimana pemutusan ikatan mungkin mendahului pembentukan ikatan baru, atom dapat berlangsung secara serentak (Goldberg, 2007).
Reaksi kimia seperti pembakaran, fermentasi, dan reduksi dari bijih menjadi logam sudah diketahui sejak dahulu kala. Teori-teori awal transformasi dari material-material ini dikembangkan oleh filsuf Yunani Kuno, seperti Teori empat elemen dari Empedocles(495-435 SM) yang menyatakan bahwa substansi apapun itu tersusun dari 4 elemen dasar: api, air, udara, dan bumi. Pada abad pertengahan, transformasi kimia dipelajari oleh para alkemis. Mereka mencoba, misalnya, mengubah timbal menjadi emas, dengan mereaksikan timbal dengan campuran tembaga-timbal dengan sulfur (Weyer, 1973).
Produksi dari senyawa-senyawa kimia yang tidak terdapat secara alami di bumi telah lama dicoba oleh para ilmuwan, seperti sintesis dari asam sulfur dan asam nitratoleh alkemis Jābir ibn Hayyān (750-803). Proses ini dilakukan dengan cara memanaskan mineral-mineral sulfat dan nitrat, seperti tembaga sulfat, alum dan kalium nitrat. Pada abad ke-17, Johann Rudolph Glauber memproduksi asam klorida dan natrium sulfat dengan mereaksikan asam sulfat dengan natrium klorida. Dengan adanya pengembangan lead chamber process pada tahun 1746 dan proses Leblanc, sehingga memungkinkan adanya produksi asam sulfat dan natrium karbonat dalam jumlah besar, maka reaksi kimia dapat diaplikasikan dalam industri. Teknologi asam sulfat yang semakin maju akhirnya menghasilkan proses kontak pada tahun 1880-an, dan proses Haber dikembangkan pada tahun 1909–1910 untuk sintesis amonia (Lesch, 2000).
Dengan mengetahui beberapa jenis sifat reaksi, kita dapat menerangkan reaksi- reaksi kimia  lebih mudah, dan mungkin reaksi itu menjadi lebih mudah di pahami. Satu skema klasifikasi yang menerangkan semua reaksi kimia.
1.    Pembakaran adalah suatu reaksi di mana suatu unsur atau senyawa bergabung dengan oksigen membentuk senyawa yang mengandung oksigen sederhana, misalnya : 
C3H8(g) +5 O2(g)           →            3 CO2(g) + 4 H2O(s)
2.    Penggabungan adalah suatu reaksi dimana sebuah zat yang lebih kompleks terbentuk dari dua atau lebih zat yang lebih sederhana (baik unsure maupun senyawa). Misalnya sintesis air dari unsur-unsurnya, yaitu :
2 H2(g)  + O2(g)                    2 H2O(l)

3.    Penguraian adalah suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat sederhana. Misalnya penguraian perak oksida, yaitu :
2 Ag2O(s)                 4 Ag(s) +O2(g)

4.    Penggantian (atau perpindahan tunggal) adalah suatu reaksi di mana sebuah unsur memindahkan unsure lain dalam suatu senyawa. Misalnya Cu memindahkan Ag+ dari suatu larutan berair (dibentuk, misalnya dengan melarutkan AgNO3 dalam air).
Cu(s) + 2 Ag+ (s)                  Cu 2+ (s) + 2 Ag(s)

5.    Metatesis (atau perpindahan ganda) adalah suatu reaksi dimana terjadi pertukaran antara dua pereaksi. Dalam reaksi, NO3-dan Cl- ditukar tempatnya sehingga NO3-bergabung dengan Na+, dan Cl- bergabung dengan Ag+ membentuk AgCl yang tidak larut.
AgNO3(aq) +NaCl(aq)                     AgCl(s) +NaNO3(aq)  (Petrucci,1996).


Zat pada reaksi kimia (unsur/senyawa) dijadikan zat (unsur/senyawa) lainnya dengan mereaksikannya. Kita tidak dapat mengubah satu unsur menjadi unsur lainnya dalam reaksi kimia tetapi, kita dapat membuat zat baru melalui reaksi kimia. Banyak petunjuk yang menunjukkan bahwa suatu reaksi kimia terjadi dihasilkan sesuatu baru yang kasat mata, gas, dilepaskan atau diserapnya kalor dan seterusnya. Zat kimia yang akhirnya berubah disebut reaktan. Sedangkan zat yang terbentuk disebut produk.
    Reaktan → Produk            
 Persamaan reaksi menunjukkan reaktan dan produk serta faktor-faktor lain seperti perubahan energi, katalisator, dan sebagainya. Dalam persamaaan ini tanda panah digunakan untuk menunjukkan bahwa reaksi kimia telah terjadi (Atkins, 1994).
Beberapa jenis reaksi kimia yang umum terjadi berdasarkan pada apa yang terjadi saat reaktan berubah menjadi produk adalah:
1.    Reaksi Penggabungan
Pada reaksi penggabungan dua atau lebih reaktan akan membentuk satu produk.
      2Na + Cl2 → 2NaCl
2.    Reaksi Penguraian
Reaksi penguraian merupakan kebalikan dari reaksi penggabungan. Pada reaksi penguraian senyawa tunggal dipecah menjadi dua zat yang lebih sederhana.
                                           2H2O → 2H2 + O2
3.    Reaksi pembakaran
Reaksi pembakaran terjadi ketika satu senyawa, biasanya yang mengandung karbon bergabung dengan gas oksigen diudara. Proses ini umumnya disebut pembakaran. Kalor adalah produk yang paling berguna dari sebagian besar reaksi pembakaran.
                                                C3H8 + SO2 → 3CO2 + 4H2O
4.    Reaksi pengendapan
Reaksi yang menghasilkan padatan yang tidak larut dalam larutan.
KCl + AgNO3 → AgCl + KNO3
Reaksi kimia adalah suatu reaksi antara senyawa kimia atau unsur kimia yang melibatkan perubahan struktur dari molekul, yang umumnya berkaitan dengan pembentukan dan pemutusan ikatan kimia. Dalam suatu reaksi kimia terjadi proses ikatan imia, di mana atom zat mula-mula (edukte) bereaksi menghasilkan hasil (produk). Berlangsungnya proses ini dapat memerlukan energi (reaksi endotermal) atau melepaskan energi (reaksi eksotermal). Menyetarakan persamaan kimia,Untuk menyetarakan suatu persamaan, perlu membuat jumlah atom masing-masing unsur menjadi sama pada sisi reaktan dan sisi produk. Tetapi terdapat aturan. tidak boleh mengubah rumus zat. Misalnya, CO2 tidak bisa diubah menjadi CO3. Hanya dapat menempatkan angka yang disebut koefisien di depan rumus kimia. Koefisien ini menggandakan jumlah atom dari setiap unsur dalam rumus kimia tersebut. Sebagai contoh, rumus H2O menunjukkan 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen. Tapi 2H2O menunjukkan 2 molekul air, untuk total 4 atom hidrogen dan 2 atom oksigen. Rumus 3Ca(NO3)2 menunjukkan 3 atom kalsium, 6 atom nitrogen, dan 18 atom oksigen (Keenan, 1992).

Reaksi elementer adalah reaksi pemecahan paling sederhana dan hasil dari reaksi ini tidak memiliki produk sampingan. Kebanyakan reaksi yang berhasil ditemukan saat ini adalah pengembangan dari reaksi elementer yang munculnya secara secara paralel atau berurutan. Sebuah reaksi elementer biasanya hanya terdiri dari beberapa molekul, biasanya hanya satu atau dua, karena kemungkinannya kecil untuk banyak molekul bergabung bersama (Frenking, 2006).
Reaksi redoks dapat dipahami sebagai transfer elektron dari salah satu senyawa (disebut reduktor) ke senyawa lainnya (disebut oksidator). Dalam proses ini, senyawa yang satu akan teroksidasi dan senyawa lainnya akan tereduksi, oleh karena itu disebut redoks. Oksidasi sendiri dimengerti sebagai kenaikan bilangan oksidasi, dan reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer dari elektron ini akan selalu mengubah bilangan oksidasinya, tapi banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai reaksi redoks walaupun sebenarnya tidak ada elektron yang berpindah (seperti yang melibatkan ikatan kovalen) (Anfinsen, 1991).
Secara umum kita dapat menyetarakan persamaan kimia melalui beberapa tahap sebagai berikut.
a. Identifikasikan semua reaktan dan produk, kemudian tulis rumus molekul yang benar, masing – masing dari sisi kiri dan kanan dari persamaan, kiri untuk reaktan dan kanan untuk produk.
b. Setarakan persamaan tersebut dengan mencoba berbagai koefisien yang berbeda jumlah atom dari tiap atom tiap unsur pada kedua sisi persamaan kita agar dapat mengubah koefisien tapi subskripnya tidak boleh diubah. Perubahan subskripnya (angka dalam rumus molekul) akan mengubah identitas dari senyawa misalnya 2NO2 berarti dua molekul nitrogen dioksida, tetapi nilai kita dilipat duakan subskripnya kita memperoleh N2O4 yaitu dinitrogen tetra oksida, senyawa yang jauh berbeda dengan apa yang pada dasarnya, maka jangan ubah subskrip agar identitas tidak berubah.
c. Pertama- tama carilah unsur yang muncul hanya satu kali pada tiap sisi. Rumus molekul yang mengandung unsur-unsur pasti mempunyai koefisisen yang sama. Karena itu, tidak perlu mengubah koefisien unsur-unsur tersebut pada saat ini. Karena sudah pasti mempunyai koefesien sama antara satu dengan yang lain. Kemudian carilah unsur-unsur yang muncul ( lebih pada sisi persamaan yang sama ) ( Chang, 1996).
Persamaan kimia terdiri dari pereaksi yang ditulis di sebelah kiri, kemudian anak panah yang menunjukkan arah reaksi dan terakhir produk yang ditulis sebelah kanan, dengan catatan banyanya unsur di sebelah kiri dan kanan harus sama. Untuk kebanyakan unsur kimianya biasanya ditulis lambangnya saja. Sebagai cntoh natrium: Na, Li (Besi Fe), Hg dan Ag. Tetapi ada tujuh unsur berupa molekul diatomik yang sudah kita kenal yaitu H2, N2,O2,F2, Cl2, Br2,  dan I2. Ketiga unsur tersebut harus ditulis berupa molekul diatomik. Tetapi kadang-kadang usnur tersebut tidak dalam bentuk molekul diatomik sehingga penulisannya sesuai dengan sruktur molekulnya (Budi, 2008).
Unsur-unsur ditunjukkan oleh suatu simbol, dan senyawa-senyawa ditunjukkan dengan rumus. Demikian juga halnya, persamaan digunakan untuk memperlihatkan reaksi kimia. Persamaan kimia yang ditulis dengan benar menunjukkan rumus kimia dan jumlah relatif dari semua reaktan dan produk. Menyusun persamaan kimia biasanya dimulai dengan menulis persamaan kata. Persamaan kata ini berisi nama-nama reaktan dan produk yang dipisahkan oleh sebuah tanda panah. Tanda panah ini berarti "membentuk" atau "menghasilkan". Lalu, nama-nama tersebut digantikan dengan rumus-rumus kimia. Akhirnya, persamaan disetarakan sehingga memenuhi hukum kekekalan massa. Jumlah atom dari setiap unsur harus sama pada kedua sisi tanda panah. Langkah pertama dalam menulis persamaan kimia adalah persamaan kata. Menuliskan persamaan kata untuk reaksi, harus menuliskan nama-nama reaktan dan memisahkan nama-nama tersebut dengan tanda plus. Tanda panah digunakan untuk memisahkan reaktan dari produk. Kemudian, nama-nama produk ditulis di sebelah kanan tanda panah dan dipisahkan oleh tanda plus. Persamaan Kata untuk reaksi metana dengan oksigen membentuk karbon dioksida dan air ditulis sebagai berikut: metana + oksigen karbon dioksida + air .Untuk mengubah persamaan kata ini menjadi persamaan rumus, gunakan rumus kimia untuk reaktan dan produk. Rumus kimia untuk metana, oksigen, karbon dioksida, dan air menggantikan kata-kata dalam persamaan kata untuk membuat persamaan kimia. Kata metana tidak bermakna kuantitatif , tapi rumus CH4 menunjukkan suatu molekul metana yang bersifat kuantitatif. Perubahan ini membuat persamaan rumus tidak seimbang, seperti persamaan di bawah ini. Tanda tanya dibawah ini menunjukkan bahwa kita belum tahu jumlah molekul dari setiap zat (Petrucci, 1987).
           

DAFTAR PUSTAKA
Anfinsen, Christian B. 1991. Advances in protein chemistry. Academic Press, London.
Brady, James E. 1998. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Binarupa Aksara, Jakarta.
Budi, Sentot. 2008. Kimia Berbasis Eksperimen. Tiga Serangkai, Solo.
Chang, Raymond. 1996. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti edisi ketiga. Terjemahan dari General Chemistry: The Essential Concepts third edition, oleh Suminar Setiati Achmadi, Erlangga, Jakarta.
Frenking, Gernot. 2006. Elementarreaktionen. In: Römpp Chemie-Lexikon, Thieme.
Goldberg, D. E. 2007. Kimia Untuk Pemula edisi ketiga. Terjemahan dari Schaum’s Outline’s of Theory and Problems of  Beginning Chemistry, oleh Suminar Setiati Achmadi, Erlangga, Jakarta.
Keenan, Charles W. 1992. Kimia Untuk Universitas Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
Lesch, John E. 2000. The German chemical industry in the twentieth century. Springer, Berlin.
Petrucci, Ralph H dan Suminar. 1987. Prinsip dan Terapan Modern edisi keempat. Erlangga, Bogor.
Reid, Robert C. 1990. Struktur dan Ikatan Kimia. Gramedia, Jakarta.
Weyer, Jost. 1973. Neuere Interpretationsmglichkeiten der Alchemie. Chemie in unserer Zeit 7 (6): 177.

Itulah laporan kimia tentang Reaksi-reaksi kimia, semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai contoh bagi sobat semua yang sedang berjuang membuat laporan. Cukup sekian, wassalamu'alaikum dan salam pramuka!

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
KakaKiky.id Adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan kepramukaan. KakaKiky update postingan setiap harinya, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan informasi update terbaru, jangan lupa untuk subscribe menggunakan email kamu. Salam Pramuka and Be Prepared!
Done