Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Laporan Praktikum analisa kualitatif beberapa anion
Laporan Praktikum analisa kualitatif beberapa anion
KakaKiky - Pada kesempatan kali ini, kakakiky akan membahas tentang Laporan Praktikum Kimia dengan judul Analisa Kualitatif Beberapa Anion. Yang akan dibahas diantaranya adalah Abstrak, pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan percobaan, manfaat percobaan, tinjauan kepustakaan, dan daftar pustaka tentang  Analisa kualitatif beberapa anion.

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan yang berjudul “Analisa Kualitatif Beberapa Anion” yang bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa sifat anion. Prinsip yang digunakan pada percobaan ini adalah prinsip analisa kualitatif. Hasil dari percobaan ini adalah, pada percobaan pertama pertama menghasilkan terbentuknya larutan keruh berendapan dan gas akibat reaksi Na2CO3 + H2SO4 dan Ba(OH)2, percobaaan kedua menghasilkan gas H2S yang dapat menghitamkan kertas yang dibasahi timbal asetat akibat reaksi FeS + HCl, percobaan ketiga menghasilkan gas dengan bau seperti pipa terbakar akibat reaksi NaCl +HNO3, percobaan keempat menghasilkan endapan putih akibat reaksi (NH4)2SO4 + BaCl2. Kesimpulan dari percobaan ini yaitu menunjukkan bahwa adanya ion karbonat pada percobaan pertama, adanya ion sulfida pada percobaan kedua, adanya ion klorida pada percobaan ketiga, dan adanya ion sulfat pada percobaan keempat, percobaan 1 adalah negatif dan percobaan 2, 3, dan 4 adalah positif.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Analisa kualitatif adalah pekerjaan yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kandungan senyawa-senyawa yang terdapat dalam suatu sampel uji. Faktor pendorongnya praktikum analisis kualitatif ini dilakukan karena praktikan harus mengetahui dan mengenal cara-cara analisis kualitatif. Analisa kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pengujian standard di dalam laboraturium. Memahami pengertian analisis kualitatif dan metodenya sangat penting dalam ilmu kimia. Pengujian pencemaran sungai, tanah, kasus keracunan makanan, semuanya menggunakan metode analisis kualitatif dalam ilmu kimia. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Suatu senyawa dapat diuraikan menjadi kation dan anion.
Cara yang digunakan dalam melakukan uji analisa kualitatif ini dapat berupa cara-cara klasik maupun menggunakan instrumen canggih. Metode pengujian klasik yang paling penting yaitu analisa warna atau reaksi warna. Dengan membakar senyawa uji kemudian melihat warna nyala spesifik yang dihasilkan maka dapat diketahui senyawa yang terkandung di dalamnya. Kedua metode itu merupakan uji pendahuluan. Cara ini dapat digunakan untuk senyawa anorganik baik itu kation, anion, ataupun  juga untuk senyawa organik seperti teknik skrining fitokimia dalam pemilihan metabolit sekunder tumbuhan. Walaupun analisis kualitatif (analisis klasik) sudah banyak ditinggalkan, namun analisis kualitatif ini merupakan aplikasi prinsip-prinsip umum. Analisis kualitatif juga merupakan konsep-konsep dasar yang telah dipelajari dalam kimia dasar.
Ion merupakan sebuah atom dan sekelompok atom yang mempunyai muatan total positif atau negatif. Anion merupakan ion yang memiliki muatan negatif. Ion ini terjadi akibat atom netral yang menerima elektron. Kondisi ini akan menyebabkan jumlah electron jauh lebih banyak dari jumlah proton sehingga akan memiliki muatan negatif. Ion-ion dapat diidentifikasi berdasarkan sifat fisika dan kimianya. Sifat fisika seperti warna, spektrum absorpsi, spektrum emisi, atau medan magnet. Yaitu untuk mengidentifikasi ion pada tingkat konsentrasi yang rendah. Sifat kimia melibatkan beberapa reaksi kimia seperti reaksi asam basa, redoks, kompleks, dan pengendapan. Oleh karena itu dilakukanlah percobaan analisa kualitatif beberapa anion, untuk mengidentifikasi beberapa sifat dari anion tersebut.
1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah agar praktikan mampu mengidentifikasi beberapa sifat anion.
                 
1.3. Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan akan mengetahui lebih jelas tentang analisa kualitatif beberapa anion dan golongan-golongannya, praktikan mampu untuk membedakan anion berdasarkan sifat-sifatnya, serta praktikan mampu  untuk menganalisa serta mengidentifikasi beberapa anion dalam suatu larutan.

BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Tujuan utama analisis adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi komponen dalam zat kimia. Analisis kualitatif menghasilkan data kualitatif, seperti terbentuknya endapan, warna, gas maupun data non numerik lainnya. Umumnya dari analisis kualitatif hanya dapat diperoleh indikasi kasar dan komponen penyusun suatu analit. Analisis kualitatif biasanya digunakan sebagai langkah untuk analisis kuantitatif. Pada berbagai cara analisis modern, seperti cara-cara analisis spektroskopi dapat dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif secara bersamaan, sehingga waktu dan biaya analisis yang dilakukan  dapat ditekan seminimal mungkin dan perolehan hasilnya lebih akurat (Chadijah, 2012).
Analisa kualitatif adalah suatu proses pekerjaan dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia yang ada di dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya yang ada dalam suatu larutan. Dalam metode analisis kualitatif digunakan beberapa pereaksi, diantaranya adalah pereaksi golongan dan juga pereaksi spesifik, kedua buah pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion atau kation yang terdapat dalam suatu larutan. Regensia golongan yang digunakan untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan juga amonium karbonat. Klasifikasi ini sendiri didasarkan atas apakah suatu kation itu dapat bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan ataupun tidak membentuk endapan. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidaklah sesistematik pada kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion juga termasuk dalam lebih dari satu golongan  (Keenan, 1992).
Banyak sekali reaksi yang dapat menghasilkan endapan yang juga berperan penting dalam analisa kualitatif. Endapan tersebut bisa saja berbentuk seperti Kristal maupun koloid dan memiliki warna yang berbeda-beda. Pemisahan endapan ini dapat dilakukan dengan cara sentrifugasi ataupun penyaringan. Endapan tersebut dapat terbentuk jika larutan tersebut menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan dari suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan itu bergantung pada berbagai kondisi diantaranya adalah tekanan, suhu, konsentrasi bahan lain serta jenis pelarut. Perubahan larutan dengan perubahan tekanan tidaklah mempunyai arti yang penting dalam proses analisa kualitatif, karena semua pekarjaan dilakukan dalam wadah yang terbuka pada tekanan atmosfer. kenaikan daripada suhu itu umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan, seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya. Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation. Misalnya, pemisahan kation Ag, Hg(l), dan Pb dapat dilakukan dengan mengendapkan ketiganya sebagai garam klorida, kemudian memisahkan Pb dari Ag dan Hg(l) dengan memberikan air panas. Kenaikan suhu akan memperbesar kelarutan Pb sehingga endapan tersebut larut sedangkan kedua kation lainnya tidak. Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi bahan lain yang ada dalam campuran larutan itu. Bahan-bahan lain itu dikenal juga dengan sebutan ion sekutu dan ion asing. Pada umumnya kelarutan dari suatu endapan akan berkurang dengan adanya ion sekutu yang berlebih dan dalam prakteknya ini dilakukan dengan cara memberikan konsentrasi pereaksi yang berlebih. Akan tetapi, penambahan pereaksi berlebih ini pada beberapa senyawa akan memberikan efek-efek yang sebaliknya yaitu melarutkan endapan. Hal sedemikian ini dapat terjadi karena adanya pembentukan kompleks yang dapat larut dengan ion sekutu tersebut (Khopkar, 2002).
Anion adalah ion negatif yang terbentuk ketika atom nonlogam memperoleh satu atau lebih elektron. Anion dinamakan demikian karena mereka tertarik ke anoda (bidang positif) dalam medan listrik. Atom biasanya mendapatkan elektron sehingga mereka akan memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Semua unsur dalam kelompok 17 memiliki tujuh elektron valensi karena konfigurasi ns2np5 dibagian terluarnya. Oleh karena itu, setiap unsur akan mendapatkan satu elektron dan menjadi anion dengan muatan -1. Demikian juga, Kelompok 16 unsur membentuk ion dengan muatan -2, dan Kelompok 15 non logam membentuk ion dengan muatan -3. Pengujian anion dilakukan setelah uji kation (Svehla, 1985).
Pengujian terhadap anion relatif lebih sederhana karena gangguan-gangguan dari ion-ion lain yang ada dalam larutan minimal (dapat diabaikan). Pada umumnya anion-anion dapat digolongkan sebagai berikut :
1.    Golongan sulfat: SO4 2- , SO3 2- , PO4 3- , Cr2O4 2- , BO3 3- -, Cr2O4 2- , AsO4 3- ,AsO3 3- . Anion-anion ini mengendap dengan Ba2+ dalam suasana basa.
2.    Golongan halida : Cl- , Br- , I, S2- Anion golongan ini mengendap dengan Ag+ dalam larutan asam (HNO3).
3.    Golongan nitrat : NO3 - , NO2 - ,C2H3O2 - . Semua garam dari golongan ini larut. NO3 - , NO2 - , CH3OO- .
Analisis anion tidak jauh berbeda dengan analisis kation, hanya saja pada analisis anion tidak memiliki metode yang sistematis seperti analisis kation. Uji analisis anion juga berdasarkan pada sifat fisika seperti warna, bau, terbentuknya gas, dan kelarutannya (Chang, 1996).
Unsur golongan IA yang berbilangan kuantum besar, pada keadaan dasar lebih mudah melepaskan elektron terakhirnya. Hal ini berkaitan dengan energi orbitalnya sehinggga gaya tarik-menarik antara elektron dengan pusat atau beriinti tidak begitu kuat dibandingkan dengan elektron yang jaraknya lebih dekat dengan inti atom. Begitu pula sebaliknya pada unsur golongan VIIA yang berbilangan kuantum kecil dan pada dasarnya keadaan dasar lebih mudah menangkap eektron terakhirnya. Hal ini sesuai dengan simpulan Thomson bahwa partikel yang bermuatan negative dan penggabungan dari muatan ini akan membentuk suatu ikatan ion (Yamin, 2000).
Identifikasi anion berdasarkan reaksi dalam larutan, yaitu anion yang diidentifikasi dengan reaksi pengendapan dan dengan reaksi redoks. Reaksi pengendapan umumnya terjadi saat proses pemisahan yang kemudian dilanjutkan dengan uji identifikasi, namun tidak ada jenis anion tertentu yang termasuk dalam kelompok reaksi pengendapan karena hal tersebut sesuai dengan uji lanjutannya. Pembentukan endapan karena adanya senyawa baru setelah bereaksi. Banyak sekali reaksi yang di gunakan dalam analisis anorganik kualitatif melibatkan pembentukan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan dari suatu fase padat keluar dari larutan endapan, mungkin berupa Kristal (kristalin) atau koloid dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan. Endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan ke larutan (S) satu endapan, menurut defenisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan  tergantung pada berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi pelarutnya (Sukardjo, 1985).

DAFTAR PUSTAKA
Chadijah, Sitti. 2012. Dasar-Dasar Kimia Analitik. Samata, Alauddin University Press.
Chang, Raymond. 1996. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti edisi ketiga. Terjemahan dari General Chemistry: The Essential Concepts third edition, oleh Suminar Setiati Achmadi, Erlangga, Jakarta.
Keenan, Charles W. 1992. Kimia Untuk Universitas Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
Khopkar, S.M. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. UIP, Jakarta.
Sukardjo. 1985. Kimia Anorganik. Yogyakarta: Bina Aksara.
Svehla. 1985. Textbook Of Makro and Semimicro Qualitative Inorganik Analysis. Terjemahan oleh Setiono dan Hadyana Pudjaatmaka. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta, Kalman Media Pustaka.
Yamin. 2000. Kimia Dasar Untuk Universitas. Universitas Hassanuddin : Makassar.

Itulah laporan kimia tentang analisa kualitatif beberapa anion, semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai contoh bagi sobat semua yang sedang berjuang membuat laporan. Cukup sekian, wassalamu'alaikum dan salam pramuka!

Leave A Reply

Muhammad Rizki Riswandi

[name=Muhammad Rizki Riswandi] [img=https://lh4.googleusercontent.com/-G7Q7GEaN3Ww/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACj8/ut8fOyusy-A/s512-c/photo.jpg] [description=Saya adalah Seorang Anak Pramuka yang ingin berbagi ilmu serta informasi tentang dunia kepramukaan dan juga ilmu pengetahuan, semoga tulisan tulisan saya dapat bermanfaat untuk kawan kawan semua] (facebook=https://facebook.com/kakakiky.id) (twitter=https://twitter.com/kakakiky_id) (instagram=https://instagram.com/kakakiky.id)