Kata Baku Darmasiswa atau Darma Siswa Mana yang Benar?

Kata baku darmasiswa atau darma siswa
Kata baku darmasiswa atau darma siswa

KakaKiky - Kamu mungkin pernah mendengar tentang program beasiswa populer dari Pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk warga negara asing. Program ini bertujuan mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia. Saat menulis atau membicarakan program ini, sering muncul keraguan: mana penulisan yang benar, darmasiswa atau darma siswa? Apakah harus digabung atau dipisah?

Kebingungan ini sangat wajar karena menyangkut kaidah penulisan kata majemuk dalam Bahasa Indonesia yang sering kali memiliki aturan khusus. Untuk memberikan jawaban yang pasti, saya akan membahas tuntas status baku kedua penulisan ini, dasar linguistiknya, dan bagaimana kamu bisa menggunakan kata yang tepat untuk setiap konteks penulisan.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Darmasiswa atau Darma Siswa: Mana yang Baku Menurut KBBI?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD), penulisan yang baku dan benar adalah ‘darmasiswa’, yang ditulis serangkai atau digabung tanpa spasi.

Penulisan darma siswa (dipisah) adalah bentuk yang tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Jika kamu ingin merujuk pada program beasiswa tersebut dalam tulisan formal, laporan, atau media edukasi, kamu harus menggunakan kata yang digabung.

Memahami Dasar Linguistik: Mengapa Harus Darmasiswa?

Kata darmasiswa adalah contoh dari proses pembentukan kata yang disebut pemajemukan atau kata majemuk. Kata ini berasal dari gabungan dua kata dasar: darma dan siswa.

Makna Asal Kata Darma dan Siswa

1. Darma (serapan dari bahasa Sanskerta, dharma) berarti kewajiban, tugas, atau kebajikan. Dalam konteks modern, bisa dimaknai sebagai pengabdian atau sumbangan.

2. Siswa berarti murid, pelajar, atau peserta didik.

Secara harfiah, darma siswa berarti 'siswa kebajikan' atau 'siswa yang menerima kebajikan'. Namun, dalam bahasa Indonesia, ketika dua kata dasar membentuk satu kesatuan arti baru yang sudah padu dan tidak merujuk pada makna kata asalnya secara terpisah, kaidah mengharuskan kata tersebut digabung.

Kaidah Penulisan Kata Majemuk yang Menyatu

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), gabungan kata yang sudah padu benar-benar seperti satu kata (tidak dapat disisipi kata lain di tengahnya) dan telah menjadi istilah khusus, wajib ditulis serangkai atau digabung.

Kata darmasiswa adalah istilah khusus yang merujuk pada nama program beasiswa resmi. Jika ditulis darma siswa, seolah-olah kata tersebut masih merupakan frasa bebas yang bisa diartikan secara literal. Contoh lain dari kata majemuk yang harus ditulis serangkai:

  • Sukarela (bukan suka rela)
  • Kacamata (bukan kaca mata)
  • Pancaroba (bukan panca roba)

Status darmasiswa sama dengan kata-kata di atas: sudah menjadi istilah yang padu, sehingga penulisan yang benar adalah serangkai.

Mengenal Lebih Dekat Program Beasiswa Darmasiswa

Karena penulisan darmasiswa merujuk pada sebuah program spesifik, mari kita bahas sedikit tentang program ini. Program Darmasiswa adalah beasiswa yang secara khusus ditawarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada warga negara asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Tujuan Utama Program Darmasiswa

Tujuan utama beasiswa ini bukanlah gelar akademik (seperti S1 atau S2), melainkan program non-gelar yang fokus pada:

  • Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).
  • Seni Tradisional Indonesia (misalnya, musik, tari, ukir).
  • Kuliner Indonesia.

Melalui program ini, ribuan peserta dari berbagai negara datang ke Indonesia setiap tahun untuk belajar di berbagai universitas yang ditunjuk. Dengan demikian, program ini berfungsi sebagai duta budaya Indonesia di mata dunia.

Mengapa Penulisan Darma Siswa Masih Sering Muncul?

Kesalahan penulisan darma siswa (dipisah) masih sering ditemukan, bahkan di beberapa media kurang resmi. Ada dua alasan utama:

Kebingungan dengan Gabungan Kata Biasa

Banyak gabungan kata dalam bahasa Indonesia memang harus ditulis terpisah, misalnya rumah sakit atau kamar mandi. Tanpa pengetahuan yang kuat tentang kaidah gabungan kata yang sudah padu, penulis sering berasumsi bahwa darma siswa juga harus dipisah karena terdiri dari dua kata yang jelas.

Prinsip Analogi yang Salah

Penulis mungkin menyamakan darmasiswa dengan istilah lain seperti beasiswa pendidikan atau program mahasiswa. Dalam istilah-istilah tersebut, kata-kata memang ditulis terpisah. Padahal, Darmasiswa adalah nama diri dari sebuah program beasiswa, bukan sekadar frasa deskriptif, sehingga tunduk pada aturan penulisan serangkai.

Kapan Kamu Harus Menggunakan Penulisan Darmasiswa?

Aturan emasnya sederhana: selalu gunakan penulisan serangkai Darmasiswa (kapital di awal jika di awal kalimat, atau jika itu adalah nama program resmi) kapan pun kamu merujuk pada program beasiswa Pemerintah Indonesia yang dijelaskan di atas.

Penggunaan ini wajib untuk semua jenis dokumen, termasuk:

  • Formulir pendaftaran dan surat resmi.
  • Artikel berita, jurnal ilmiah, dan laporan resmi.
  • Materi promosi dan website resmi yang berkaitan dengan program tersebut.

Menghindari penulisan darma siswa bukan hanya masalah ejaan, melainkan juga menunjukkan profesionalisme dan penguasaan kaidah Bahasa Indonesia yang baik.

Kesimpulan: Darmasiswa Harus Serangkai!

Setelah membaca artikel ini, kamu tidak perlu bingung lagi. Penulisan yang benar dan baku sesuai kaidah Bahasa Indonesia adalah "Darmasiswa" (digabung). Penulisan "darma siswa" (dipisah) adalah bentuk yang tidak baku.

Ingatlah bahwa Darmasiswa adalah nama diri program beasiswa yang sudah padu menjadi satu istilah, sehingga wajib ditulis serangkai. Dengan menggunakan ejaan yang tepat, kamu membantu menjaga konsistensi dan kebakuan bahasa nasional kita.

Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan kalau penulisan yang benar adalah Darmasiswa. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kamu yang mungkin juga sering salah eja. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!