Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam Hari: Kapan Harus ke Dokter?
Mengatasi demam pada anak di malam hari
KakaKiky - Terbangun di tengah malam karena merasakan dahi si kecil panas tentu membuat hati setiap orang tua merasa cemas. Pernahkah kamu merasa bingung harus melakukan apa saat menghadapi situasi tersebut? Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam Hari memang memerlukan ketenangan agar kamu bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Pada postingan kali ini, akan dibahas secara tuntas mengenai tips menangani demam serta mengenali gejala apa saja yang mengharuskan kamu segera membawa anak ke dokter.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Mengapa Demam Anak Sering Meningkat di Malam Hari?
Banyak orang tua menyadari bahwa suhu tubuh anak cenderung lebih tinggi saat malam hari dibandingkan pagi atau siang hari. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh manusia. Secara alami, suhu tubuh kita memang akan sedikit naik pada sore dan malam hari sebagai bagian dari proses metabolisme tubuh.
Selain itu, saat malam hari sistem imun tubuh bekerja lebih aktif untuk melawan infeksi. Demam sebenarnya adalah tanda positif bahwa tubuh si kecil sedang berjuang melawan virus atau bakteri. Namun, karena kondisi lingkungan yang lebih sepi dan aktivitas yang berkurang, suhu panas tersebut menjadi lebih terasa dan seringkali membuat anak merasa tidak nyaman atau rewel.
Langkah Pertama Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam Hari
Langkah awal yang paling penting adalah jangan panik. Kamu bisa melakukan beberapa hal sederhana berikut ini sebagai bentuk perawatan di rumah agar suhu tubuh anak tidak terus melonjak:
- Cek Suhu dengan Termometer: Jangan hanya mengandalkan sentuhan tangan. Gunakan termometer digital untuk mendapatkan angka yang akurat. Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.
- Berikan Cairan yang Cukup: Demam dapat menyebabkan anak dehidrasi karena cairan tubuh menguap melalui kulit. Berikan air putih, ASI, atau larutan elektrolit sedikit demi sedikit tapi sering.
- Gunakan Pakaian Tipis: Hindari menyelimuti anak dengan kain tebal atau memberikan pakaian berlapis-lapis. Hal ini justru akan memerangkap panas di dalam tubuh dan membuat demam semakin tinggi.
- Atur Suhu Kamar: Pastikan sirkulasi udara di kamar anak baik. Jika menggunakan AC, atur suhu pada level yang sejuk namun tidak terlalu dingin agar anak tetap merasa nyaman.
Teknik Kompres yang Benar untuk Menurunkan Panas
Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah memberikan kompres menggunakan air dingin atau es. Hal ini justru bisa membuat anak menggigil dan memicu tubuh untuk menaikkan suhunya lebih tinggi lagi.
Cara mengatasi demam pada anak di malam hari melalui kompres adalah dengan menggunakan air hangat (suam-suam kuku). Basahi kain lembut, peras, lalu letakkan di area ketiak, selangkangan, atau dahi. Pori-pori kulit akan terbuka dengan air hangat, sehingga panas tubuh bisa keluar lebih efektif melalui proses penguapan. Lakukan ini selama 10 sampai 15 menit sampai anak merasa lebih tenang.
Kapan Harus Memberikan Obat Penurun Panas?
Obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen bisa diberikan jika demam membuat anak merasa sangat tidak nyaman, rewel, atau tidak bisa tidur. Namun, pastikan kamu selalu membaca dosis yang tertera pada kemasan sesuai dengan berat badan atau usia anak. Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak karena risiko sindrom Reye yang berbahaya.
Ingatlah bahwa tujuan utama memberikan obat bukanlah semata-mata menurunkan angka di termometer ke normal, melainkan untuk membuat anak merasa lebih nyaman sehingga ia bisa beristirahat dengan baik guna mempercepat proses pemulihan.
Referensi: kpai-kotaserang.id
Tanda Bahaya: Kapan Harus Segera ke Dokter?
Meskipun sebagian besar demam akan sembuh dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu untuk segera mencari bantuan medis tanpa menunggu pagi hari tiba:
- Usia Bayi di Bawah 3 Bulan: Jika bayi berusia kurang dari 3 bulan mengalami demam di atas 38 derajat Celcius, segera bawa ke IGD karena sistem imun mereka masih sangat rentan.
- Kejang Demam: Jika anak mengalami kejang, segera miringkan tubuhnya dan bawa ke dokter setelah kejang berhenti.
- Kesulitan Bernapas: Anak tampak sesak, napas cepat, atau ada tarikan dinding dada yang dalam.
- Dehidrasi Berat: Mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau frekuensi buang air kecil menurun drastis (tidak pipis lebih dari 6-8 jam).
- Muncul Ruam Merah: Adanya bintik-bintik merah atau keunguan di kulit yang tidak hilang saat ditekan.
- Kesadaran Menurun: Anak sulit dibangunkan, sangat lemas, atau tampak bingung secara berlebihan.
Pentingnya Menjaga Nutrisi dan Istirahat
Selain melakukan cara mengatasi demam pada anak di malam hari dengan tindakan fisik, dukungan nutrisi juga sangat krusial. Jika anak masih mau makan, berikan makanan yang mudah dicerna seperti sup hangat atau bubur. Nutrisi yang cukup akan memberikan energi bagi tubuh untuk memproduksi sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.
Jangan memaksa anak untuk beraktivitas jika ia merasa lemas. Tidur adalah waktu di mana tubuh melakukan perbaikan sel-sel yang rusak. Pastikan lingkungan tidurnya tenang agar ia mendapatkan kualitas istirahat yang maksimal di tengah kondisi demamnya.
Kesimpulan
Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam Hari memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian dari kamu sebagai orang tua. Dengan memberikan kompres air hangat, menjaga hidrasi, serta memberikan pakaian yang nyaman, biasanya suhu tubuh anak akan berangsur turun. Namun, jangan ragu untuk segera menghubungi tenaga medis jika kamu melihat tanda-tanda bahaya yang telah disebutkan sebelumnya.
Menghadapi anak sakit memang melelahkan, tapi ingatlah bahwa kehadiran dan ketenanganmu adalah obat terbaik bagi si kecil. Selalu siapkan termometer dan obat penurun panas di kotak P3K rumah sebagai langkah antisipasi.
Nah sobat, sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana langkah-langkah yang tepat saat anak demam di malam hari. Semoga postingan singkat ini bisa bermanfaat buat kalian ya! Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kalian agar mereka juga tidak ikutan panik saat menghadapi situasi serupa. Cukup sekian, Wassalamu’alaikum and Be Prepared!