Faks, Faksimil, atau Faksimile? Ini Ejaan yang Benar Menurut KBBI

Faksimil atau faksimile mana yang benar
Faksimil atau faksimile mana yang benar

KakaKiky - Saat mengisi formulir kantor atau menulis surat resmi, kamu mungkin pernah ragu: yang benar itu faksimile atau faksimili? Kedua bentuk ini sama-sama beredar luas, bahkan di dokumen-dokumen resmi sekalipun. Kali ini saya akan jelaskan mana yang benar menurut KBBI, kenapa kebingungan ini sering terjadi, dan bagaimana cara menggunakan kata ini dengan tepat dalam berbagai konteks penulisan.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Faksimile atau Faksimili, Mana yang Baku Menurut KBBI?

Langsung ke intinya: bentuk yang benar dan terdaftar secara resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah faksimile, bukan faksimili. Penulisan dengan huruf akhir "e" — bukan "i" — adalah yang sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia berdasarkan EYD V (Ejaan yang Disempurnakan edisi kelima).

Namun ada satu catatan penting yang jarang disebut di tempat lain: KBBI juga mencatat bentuk faksimil (tanpa "e" di akhir) sebagai varian yang diakui. Jadi ada dua bentuk yang diterima — faksimile dan faksimil — tapi faksimili (dengan huruf "i" di akhir) tetap tidak baku dan sebaiknya dihindari dalam penulisan formal.

Ini mirip dengan kasus sejumlah kata serapan lain yang punya lebih dari satu bentuk baku — seperti yang bisa kamu temukan di kamus bahasa baku lengkap yang memuat pasangan kata baku dan tidak baku dalam bahasa Indonesia.

Ringkasan Status Kebakuan Ketiga Bentuk

Bentuk Penulisan Status Keterangan
faksimile ✅ Baku (bentuk utama) Diakui KBBI, direkomendasikan untuk penulisan formal
faksimil ✅ Baku (varian) Diakui KBBI sebagai bentuk alternatif yang sah
faksimili ❌ Tidak Baku Tidak terdaftar di KBBI, hindari dalam tulisan resmi
facsimile ❌ Tidak Baku (asing) Ejaan bahasa Inggris, tidak digunakan dalam bahasa Indonesia

Asal-Usul Kata Faksimile dan Artinya

Kata faksimile diserap dari bahasa Inggris facsimile, yang sendirinya berasal dari bahasa Latin: fac (buatlah) + simile (serupa/mirip). Secara harfiah artinya adalah "buatlah yang serupa" atau "salinan yang mirip aslinya".

Menurut KBBI, faksimile memiliki dua makna utama:

  1. Salinan atau reproduksi yang persis sama dengan aslinya — misalnya, faksimile naskah kuno berarti salinan yang dibuat semirip mungkin dengan dokumen asli, termasuk tampilan tulisan tangan, warna kertas, dan sebagainya.
  2. Sistem pengiriman dokumen melalui saluran telepon yang menghasilkan salinan di sisi penerima — inilah yang kita kenal sebagai mesin faks. Dalam konteks ini, faksimile adalah nama resminya dalam bahasa Indonesia.

Jadi kata ini punya dua "kehidupan" yang berbeda: satu di dunia penerbitan dan pelestarian manuskrip, satu lagi di dunia komunikasi perkantoran. Keduanya tetap menggunakan ejaan yang sama: faksimile.

Kenapa Justru "Faksimili" yang Lebih Sering Dipakai?

Ini pertanyaan yang bagus dan jawabannya menarik. Ada beberapa faktor yang membuat faksimili terasa lebih "wajar" di telinga dan mata orang Indonesia:

  • Pengaruh pola kata berimbuhan "-i". Dalam bahasa Indonesia, akhiran "-i" sangat produktif — ada kata seperti memfasilitasi, melaporkan, hampiri, dan seterusnya. Otak secara otomatis cenderung "melengkapi" kata asing dengan pola yang terasa familier.
  • Huruf "e" di akhir kata terasa janggal. Bahasa Indonesia tidak banyak memiliki kata yang berakhiran huruf "e" yang diucapkan. Kata seperti cafe, resume, brigade pun sering salah diucapkan oleh penutur awam. Maka "faksimile" terasa aneh, lalu otak menggantinya dengan "faksimili" yang lebih familiar.
  • Dokumen-dokumen resmi pun sering salah. Tidak sedikit kop surat instansi pemerintah, formulir perusahaan, bahkan buku teks sekolah yang mencetak faksimili. Ketika otoritas terpercaya salah, kesalahan itu menyebar dan akhirnya terasa benar.

Cara Menggunakan Faksimile dengan Benar dalam Kalimat

Ejaan yang benar hanya setengah dari persoalan — kamu juga perlu tahu cara memakai kata ini secara tepat dalam kalimat. Berikut contoh penggunaan dalam berbagai konteks, lengkap dengan kalimat yang bisa langsung kamu jadikan referensi.

Penggunaan dalam Konteks Perkantoran dan Surat Resmi

  1. Mohon kirimkan dokumen tersebut melalui faksimile ke nomor yang tertera di kop surat kami.
  2. Konfirmasi pemesanan dapat dilakukan lewat surel atau faksimile paling lambat pukul 15.00 WIB.
  3. Mesin faksimile di kantor sudah tidak berfungsi sejak dua tahun lalu dan belum diganti.
  4. Nomor faksimile kami: (021) 555-XXXX. Pastikan dokumen dikirim dalam kondisi terbaca jelas.
  5. Surat pengunduran diri itu dikirim melalui faksimile karena jarak antara kantor pusat dan cabang sangat jauh.

Penggunaan dalam Konteks Akademik dan Pelestarian Naskah

  1. Perpustakaan Nasional menerbitkan edisi faksimile Naskah Negarakertagama yang memungkinkan peneliti mempelajari dokumen tanpa harus menyentuh aslinya.
  2. Buku faksimile itu mereproduksi setiap halaman manuskrip kuno secara persis, termasuk noda tinta dan sobekan kertasnya.
  3. Untuk keperluan penelitian, digunakan faksimile surat asli Kartini agar dokumen bersejarah itu tetap terjaga kondisinya.

Penggunaan Kata "Faks" sebagai Bentuk Pendek

Dalam percakapan dan penulisan tidak resmi, bentuk pendek faks sangat lazim digunakan dan juga diakui dalam KBBI. Ini setara dengan hubungan antara "telepon" dan "telpon" atau "foto" dan "foto copy". Contoh penggunaannya:

  • "Tolong faks-kan dokumen itu sekarang, Bu."
  • "Nomor faks-nya berapa?"
  • "Saya sudah kirim lewat faks tadi pagi."

Jadi dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan kerja, penggunaan faks sebagai bentuk ringkas dari faksimile adalah hal yang wajar dan diterima.

Faksimile dan Kata Serapan Lain yang Sering Salah Ditulis

Kasus faksimile bukan yang pertama dan bukan satu-satunya. Banyak kata serapan dalam bahasa Indonesia yang ejaan bakunya berbeda jauh dari yang selama ini kita tulis. Berikut beberapa contoh lain yang polanya mirip — sering salah karena pengaruh ejaan bahasa Inggris atau logika pengucapan:

Kata Tidak Baku Kata Baku Asal Bahasa
faksimili faksimile / faksimil Inggris: facsimile
elit elite Prancis/Inggris: élite
aktifitas aktivitas Inggris: activity
nopember november Latin: november
apotik apotek Belanda: apotheek
hypnotis hipnotis Inggris: hypnosis

Kata elite misalnya — sama seperti faksimile — sering ditulis tanpa huruf akhirnya. Kalau kamu penasaran soal kasus serupa, saya sudah bahas tuntas di artikel tentang kata baku elite yang membahas kenapa penulisannya bukan "elit" melainkan "elite".

Pola yang Bisa Kamu Jadikan Pegangan

Ada satu insight yang jarang dibahas secara eksplisit: kata-kata serapan dari bahasa Latin dan Prancis lewat bahasa Inggris sering mempertahankan huruf akhir "e" yang tidak terdengar jelas saat diucapkan. Dalam bahasa Indonesia, huruf "e" akhir itu umumnya dipertahankan dalam penulisan baku karena mengikuti bentuk asli serapannya — bukan mengikuti cara pengucapan lokal.

Ini berlaku untuk: faksimile, elite, brigade, mode (dalam konteks fashion), prototype → prototipe, dan sejumlah kata lainnya. Kalau kamu ragu, selalu cek KBBI daring di kbbi.kemdikbud.go.id — itu sumber paling otoritatif dan terus diperbarui.

Kesimpulan: Faksimile, Bukan Faksimili

Untuk meringkas semuanya: penulisan yang benar adalah faksimile (dengan "e" di akhir) atau faksimil (tanpa huruf akhir sama sekali). Kedua bentuk ini diakui KBBI. Sementara faksimili — meskipun sangat umum dipakai — tetap tidak baku dan sebaiknya kamu hindari dalam tulisan formal seperti surat resmi, laporan, skripsi, atau artikel.

Sering muncul bukan berarti benar. Dan dalam dunia penulisan profesional, detail kecil seperti ejaan kata serapan justru mencerminkan seberapa serius kamu memperhatikan kualitas tulisanmu.

Kalau artikel ini membantu, simpan halamannya sebagai referensi cepat — terutama kalau kamu sering menulis dokumen resmi atau konten berbahasa Indonesia. Jangan lupa share juga ke rekan kerja atau teman yang masih sering menulis faksimili, supaya kita sama-sama makin rapi dalam berbahasa Indonesia. Cukup sekian dari saya, Be Prepared!