Februari atau Pebruari? Ini Ejaan yang Benar Menurut KBBI dan Alasannya
KakaKiky - Setiap awal tahun, satu pertanyaan kecil yang sering muncul saat menulis surat, laporan, atau bahkan caption media sosial adalah: Februari atau Pebruari, mana yang benar? Kelihatannya sepele, tapi kesalahan ejaan nama bulan ini ternyata sangat umum terjadi — bahkan di dokumen resmi sekalipun. Di artikel ini saya akan jelaskan tuntas mana ejaan yang baku, kenapa bisa ada dua versi, dan bagaimana cara mengingat yang benar supaya kamu tidak salah lagi.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Februari atau Pebruari, Mana yang Benar Menurut KBBI?
Jawaban langsungnya: yang benar adalah Februari, bukan Pebruari. Ejaan Pebruari adalah bentuk tidak baku yang sudah lama beredar di masyarakat, kemungkinan besar karena pengaruh pelafalan lisan yang kemudian terbawa ke tulisan.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru, entri resmi yang terdaftar adalah Februari — dengan huruf awal "F", bukan "P". Ini bukan soal preferensi atau gaya penulisan pribadi, melainkan kaidah ejaan resmi yang berlaku dalam bahasa Indonesia standar, termasuk dalam konteks akademik, surat resmi, dan penerbitan.
Kalau kamu sering ragu dengan ejaan kata-kata serapan semacam ini, menyimpan referensi seperti kamus bahasa baku akan sangat membantu kamu mengecek dengan cepat tanpa harus membuka KBBI satu per satu.
Dari Mana Asal Kata Februari?
Kata Februari berasal dari bahasa Latin Februarius, yang sendirinya berakar dari kata februum — merujuk pada ritual penyucian yang dilakukan bangsa Romawi kuno pada bulan tersebut. Kata ini masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui jalur bahasa Belanda (februari) dan bahasa Inggris (February), keduanya sama-sama mempertahankan huruf "F" di awalnya.
Tidak ada satu pun bahasa sumber yang menggunakan "P" sebagai huruf awal. Jadi, bentuk Pebruari murni merupakan hasil pergeseran pelafalan dalam bahasa lisan Indonesia — bukan warisan dari bahasa asalnya.
Kenapa Banyak Orang Menulis Pebruari, Bukan Februari?
Ini pertanyaan yang menarik dan jawabannya cukup banyak faktor. Bukan semata-mata karena orang malas atau tidak peduli ejaan — ada penyebab linguistik yang cukup masuk akal di baliknya.
1. Pengaruh Pelafalan Lisan yang Terbawa ke Tulisan
Dalam bahasa Indonesia lisan sehari-hari, banyak penutur yang secara alami mengucapkan Pebruari karena gugus konsonan "br" di awal kata terasa lebih mudah dilafalkan setelah huruf vokal "e" yang didahului konsonan "P". Lidah kita sudah terbiasa dengan pola bunyi tersebut sejak kecil.
Fenomena ini dalam linguistik disebut paragoge atau lebih tepatnya variasi fonologis — perubahan bunyi dalam ujaran yang tidak selalu mencerminkan ejaan standar. Masalahnya, saat bunyi lisan ini dituliskan tanpa verifikasi ejaan, jadilah Pebruari yang salah kaprah.
2. Konsistensi Ejaan yang Kurang Dijaga di Konten Digital
Blog, media sosial, dan platform digital lainnya tidak melalui proses editorial ketat. Ketika satu artikel populer menuliskan Pebruari, artikel tersebut dibaca ribuan orang dan kesalahan itu terasa seperti "standar". Algoritma mesin pencari pun tidak otomatis mengoreksi ejaan dalam konten yang diindeksnya.
3. Warisan Ejaan Lama yang Belum Sepenuhnya Digantikan
Pada periode sebelum PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dibakukan secara menyeluruh, variasi ejaan lebih longgar. Beberapa buku teks dan dokumen lama menggunakan Pebruari, dan generasi yang belajar dari sumber-sumber tersebut terbawa kebiasaan ejaan yang sudah usang.
Daftar Lengkap Nama Bulan Baku dalam Bahasa Indonesia
Selain Februari, ada beberapa nama bulan lain yang ejaannya sering juga keliru. Berikut daftar lengkap 12 nama bulan dalam bahasa Indonesia yang baku beserta versi salah yang sering beredar:
| No. | Ejaan Baku (Benar) | Ejaan Tidak Baku (Salah) | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Januari | January | Versi Inggris, tidak dipakai dalam tulisan formal Indonesia |
| 2 | Februari | Pebruari, February | Kesalahan paling umum pada nama bulan |
| 3 | Maret | March | — |
| 4 | April | — | Sama dalam bahasa Inggris dan Indonesia |
| 5 | Mei | May | — |
| 6 | Juni | June | — |
| 7 | Juli | July | — |
| 8 | Agustus | Agustus (sudah benar), Augustus | — |
| 9 | September | — | Sama dalam bahasa Inggris dan Indonesia |
| 10 | Oktober | October | — |
| 11 | November | — | Sama dalam bahasa Inggris dan Indonesia |
| 12 | Desember | December | — |
Dari tabel di atas terlihat bahwa Februari adalah satu-satunya nama bulan yang memiliki versi salah kaprah dalam bahasa Indonesia sendiri (bukan sekadar menggunakan versi bahasa Inggris). Inilah yang membuatnya lebih istimewa — dan lebih penting untuk diluruskan.
Contoh Kalimat yang Menggunakan Kata Februari dengan Benar
Supaya kamu makin terbiasa, berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata Februari dengan benar dalam berbagai konteks penulisan — dari formal sampai sehari-hari:
Konteks Surat dan Dokumen Resmi
- Rapat koordinasi akan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2025 di Aula Gedung Utama.
- Batas akhir pengumpulan berkas pendaftaran adalah 28 Februari 2025 pukul 17.00 WIB.
- Surat keputusan tersebut ditandatangani pada 1 Februari 2024 oleh Direktur Utama.
Konteks Berita dan Artikel
- Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada awal Februari tahun lalu.
- Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang wilayah Sulawesi Barat pada Februari 2021.
- Bulan Februari selalu identik dengan Hari Valentine dan Hari Sumpah Pemuda versi peringatan kedua.
Konteks Percakapan dan Tulisan Sehari-hari
- Ulang tahun saya jatuh di bulan Februari, tepatnya tanggal 20.
- Kenapa bulan Februari hanya punya 28 atau 29 hari? Ternyata alasannya berasal dari sistem kalender Romawi kuno.
- Cuaca di Februari biasanya masih cukup basah karena kita masih berada di puncak musim hujan.
Konteks Tugas dan Penulisan Akademik
- Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan sepanjang bulan Januari hingga Februari 2024.
- Ujian Tengah Semester dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Februari mendatang.
- Laporan keuangan triwulan pertama mencakup periode Januari, Februari, dan Maret.
Cara Mudah Mengingat Ejaan Februari yang Benar
Supaya kamu tidak perlu bolak-balik mengecek ejaan setiap kali menulis, berikut beberapa trik sederhana yang bisa kamu pakai:
- Ingat asal katanya. Februari berasal dari kata Latin Februarius yang dimulai dengan "F". Kalau kamu mengingat akarnya, kamu tidak akan tergoda menulis "P" di depan.
- Hubungkan dengan kata lain berawalan "F". Pikirkan kata-kata lain yang berawalan "F" dalam bahasa Indonesia: fikir, fisik, formal, foto. Kata-kata ini tidak pernah ditulis dengan "P" di depannya — begitu juga Februari.
- Cek ejaan kata serapan lain yang mirip polanya. Misalnya, kata baku faksimil juga sering salah ditulis karena pengaruh pengucapan lisan. Polanya sama: ejaan baku mengikuti sumber aslinya, bukan pengucapan sehari-hari.
- Biasakan menulis dan langsung cek di KBBI daring. Kebiasaan verifikasi ini akan membentuk ingatan otomatis dalam jangka panjang — dan kamu akan semakin jarang ragu.
Fakta Menarik: Kenapa Februari Cuma 28 Hari?
Ini bukan soal ejaan, tapi sering jadi pertanyaan yang muncul bersamaan. Singkatnya: dalam kalender Romawi kuno yang diciptakan oleh Raja Romulus, tahun hanya terdiri dari 10 bulan (304 hari). Raja Numa Pompilius kemudian menambahkan Januari dan Februari, dan karena angka genap dianggap sial oleh bangsa Romawi, sebagian besar bulan dibuat berjumlah hari ganjil. Februari yang tersisa mendapat jatah paling sedikit: 28 hari. Sampai hari ini, warisan itu masih kita pakai.
Kesimpulan: Februari, Bukan Pebruari
Satu hal yang perlu selalu kamu ingat: Februari adalah satu-satunya ejaan yang baku dan benar menurut KBBI. Bentuk Pebruari tidak terdaftar dan tidak diakui dalam bahasa Indonesia standar, meskipun sangat umum digunakan dalam percakapan lisan maupun tulisan tidak resmi.
Dalam konteks formal — laporan, surat, skripsi, artikel, atau dokumen resmi lainnya — selalu gunakan Februari dengan huruf "F" di depan. Kesalahan ejaan nama bulan terlihat sepele, tapi bisa memengaruhi kesan profesionalisme tulisan kamu secara keseluruhan.
Kalau artikel ini membantu kamu, share ke teman-teman yang sering salah nulis nama bulan ini ya — lumayan bisa jadi pengingat buat mereka juga. Bookmark halaman ini supaya kamu punya referensi cepat kapan pun butuh. Cukup sekian dari saya, semoga bermanfaat dan Be Prepared!