Perbedaan Ramen Shoyu, Miso, Tonkotsu, dan Shio yang Jarang Diketahui
Perbedaan ramen shoyu miso dan tonkotsu
KakaKiky - Pernah nggak kamu bingung waktu lihat menu ramen di resto Jepang, terus ada tulisan shoyu, miso, tonkotsu, sampai shio, dan kamu bertanya-tanya sebenarnya apa bedanya semua itu? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengira ramen itu cuma satu jenis mi kuah, padahal setiap jenis punya karakter kuah, bahan dasar, dan cita rasa yang benar-benar berbeda. Di postingan ini saya akan jelaskan satu per satu supaya kamu nggak salah pilih lagi saat pesan ramen.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Apa Itu Ramen dan Kenapa Jenisnya Bisa Beragam?
Ramen adalah mi kuah khas Jepang yang kuahnya bisa dibuat dari berbagai bahan dasar, itulah sebabnya rasanya sangat bervariasi tergantung jenisnya. Perbedaan utama antar jenis ramen terletak pada bahan dasar kuah atau tare, yaitu bumbu perasa yang dicampurkan ke dalam kaldu.
Di Jepang sendiri, setiap daerah punya versi ramennya masing-masing, misalnya ramen Hakata yang identik dengan tonkotsu kental, atau ramen Sapporo yang biasanya berkuah miso. Ketika masuk ke Indonesia, banyak resto ramen mengadaptasi rasa ini supaya lebih sesuai dengan lidah orang Indonesia, misalnya dengan menambahkan level pedas atau porsi topping yang lebih banyak.
Jenis-Jenis Ramen Jepang yang Wajib Kamu Tahu
Ada empat jenis ramen utama yang paling sering kamu temui di resto Jepang, baik di Jepang sendiri maupun di Indonesia: shoyu, miso, tonkotsu, dan shio. Yuk kita bahas satu-satu supaya kamu bisa menentukan mana yang paling cocok dengan seleramu.
Ramen Shoyu, si Kuah Bening yang Gurih Asin
Ramen shoyu memakai kecap asin Jepang sebagai bumbu dasar kuahnya, sehingga warnanya cenderung cokelat bening dan rasanya gurih asin yang ringan. Jenis ini termasuk yang paling tua di antara semua varian ramen dan sering dianggap sebagai "ramen klasik" karena resepnya paling sederhana.
Kuahnya biasanya dibuat dari kaldu ayam atau kaldu sayuran yang dicampur shoyu, lalu dilengkapi topping seperti chasu (irisan daging babi atau ayam panggang), rebung, nori, dan telur ajitama. Karena rasanya tidak terlalu berat, ramen shoyu cocok banget buat kamu yang baru pertama kali coba ramen dan belum terbiasa dengan kuah yang kental.
Ramen Miso, Kuah Creamy dari Fermentasi Kedelai
Ramen miso menggunakan pasta kedelai fermentasi sebagai bumbu utama, sehingga rasanya lebih kompleks, sedikit manis, dan creamy dibanding shoyu. Jenis ramen ini berasal dari Sapporo, kota yang terkenal dengan musim dinginnya yang ekstrem, makanya kuah miso dibuat lebih kental dan menghangatkan tubuh.
Topping khas ramen miso biasanya termasuk jagung manis, mentega, taoge, dan daging cincang yang ditumis dengan bumbu pedas. Kombinasi manis gurih dari miso dengan mentega ini sering bikin orang Indonesia ketagihan, apalagi kalau kuahnya masih panas mengepul waktu cuaca sedang hujan.
Ramen Tonkotsu, Kuah Kental dari Kaldu Tulang Babi
Ramen tonkotsu punya kuah paling kental dan creamy di antara semua jenis, karena dibuat dari kaldu tulang babi yang direbus berjam-jam sampai kolagennya larut sempurna. Warnanya putih susu dan teksturnya kaya, sehingga rasanya jauh lebih "berat" dibanding shoyu atau shio.
Karena berbahan dasar babi, penting banget buat kamu yang muslim untuk memastikan resto yang kamu kunjungi menyediakan versi tonkotsu halal, biasanya menggunakan kaldu ayam atau sapi sebagai gantinya tapi tetap mempertahankan tekstur kental yang khas. Ramen ini terkenal berasal dari Hakata, Fukuoka, dan sering disajikan dengan mi yang lebih tipis supaya cepat menyerap kuah.
Ramen Shio, Kuah Paling Ringan dan Bening
Ramen shio adalah jenis ramen dengan kuah paling ringan karena bumbu utamanya cuma garam, tanpa tambahan pasta kedelai atau kaldu tulang yang kental. Warnanya bening kekuningan dan rasanya paling netral dibanding tiga jenis lainnya, sehingga cocok buat kamu yang suka rasa yang tidak terlalu kuat.
Ramen shio biasanya memakai kaldu ayam atau seafood sebagai dasar, lalu dilengkapi topping seperti udang, kerang, atau ikan supaya rasa umami dari lautnya lebih terasa. Di Indonesia, ramen shio sering jadi pilihan buat kamu yang sedang diet atau ingin makan sesuatu yang lebih ringan tapi tetap kenyang.
Referensi: ajihara-japanese.com
Perbedaan Ramen Shoyu, Miso, Tonkotsu, dan Shio dalam Satu Tabel
Supaya lebih mudah dipahami, saya rangkum perbedaan mendasar antara keempat jenis ramen ini dalam tabel berikut.
| Jenis Ramen | Bahan Dasar Kuah | Warna Kuah | Rasa | Asal Daerah |
| Shoyu | Kecap asin | Cokelat bening | Gurih asin ringan | Tokyo |
| Miso | Pasta kedelai fermentasi | Cokelat keruh | Gurih manis, creamy | Sapporo |
| Tonkotsu | Kaldu tulang babi | Putih susu | Kental dan kaya | Hakata, Fukuoka |
| Shio | Garam | Bening kekuningan | Ringan dan netral | Hakodate |
Cara Memilih Jenis Ramen Sesuai Selera Kamu
Memilih ramen yang tepat sebenarnya gampang kalau kamu tahu preferensi rasa dan tekstur kuah yang kamu suka. Berikut beberapa panduan singkat yang bisa kamu pakai saat bingung memilih menu di resto ramen.
- Kalau kamu baru pertama kali coba ramen, mulai dari shoyu karena rasanya paling seimbang dan tidak terlalu asing di lidah.
- Kalau kamu suka rasa gurih manis dan kuah yang lebih kental, miso adalah pilihan yang pas, apalagi saat cuaca dingin atau musim hujan.
- Kalau kamu penggemar kuah creamy dan kaya rasa, tonkotsu wajib kamu coba, tapi ingat untuk cek kehalalannya dulu.
- Kalau kamu sedang ingin makan ringan tapi tetap ingin merasakan cita rasa Jepang otentik, shio adalah jawabannya.
- Perhatikan juga topping yang disediakan, karena topping seperti telur ajitama, chasu, dan nori bisa sangat memengaruhi kepuasan makan ramenmu.
Rekomendasi Tempat Menikmati Ramen di Indonesia
Di kota-kota besar Indonesia, kamu sudah bisa menemukan hampir semua jenis ramen ini tanpa perlu terbang ke Jepang. Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali punya banyak resto ramen dengan variasi rasa yang sudah disesuaikan dengan selera lokal, mulai dari resto waralaba besar sampai kedai kecil yang dikelola langsung oleh chef asal Jepang.
Banyak resto ramen di Indonesia juga menawarkan level kepedasan tambahan, sesuatu yang jarang ditemui di Jepang, karena mereka paham betul orang Indonesia suka makanan pedas. Jadi jangan kaget kalau kamu menemukan menu "ramen pedas level 5" di beberapa tempat, itu adalah adaptasi lokal yang justru menambah kenikmatan tersendiri.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah paham kan perbedaan mendasar antara ramen shoyu, miso, tonkotsu, dan shio, mulai dari bahan dasar kuah, warna, sampai rasa yang dihasilkan. Setiap jenis punya keunikan masing-masing, jadi nggak ada yang paling benar, semua tergantung selera dan mood kamu saat itu.
Yang penting, sekarang kamu nggak akan bingung lagi waktu baca menu ramen di resto favoritmu, dan bisa memilih dengan lebih percaya diri sesuai selera.
Nah sobat, itu dia penjelasan lengkap tentang jenis-jenis ramen Jepang yang wajib kamu tahu. Simpan halaman ini biar gampang kamu buka lagi saat mau pesan ramen, dan jangan lupa share ke teman-teman kamu yang juga penasaran dengan bedanya shoyu, miso, tonkotsu, dan shio. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!