Sushi vs Sashimi: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Populer di Indonesia?
Mana lebih populer sushi atau sashimi
KakaKiky - Banyak orang masih mengira sushi dan sashimi itu sama, padahal keduanya adalah dua hidangan yang berbeda dari segi bahan sampai cara penyajiannya. Saya sering melihat teman yang salah pesan karena mengira sashimi itu sushi tanpa nasi, atau sebaliknya. Nah, di postingan ini saya akan jelaskan perbedaan sushi dan sashimi secara detail, sekaligus mengulas mana yang lebih populer di kalangan pecinta kuliner Jepang di Indonesia.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Apa Perbedaan Sushi dan Sashimi?
Perbedaan paling mendasar antara sushi dan sashimi ada pada komponen nasi. Sushi selalu menggunakan nasi berbumbu cuka (shari) yang dipadukan dengan ikan, sayur, atau bahan lain, sedangkan sashimi adalah irisan ikan atau makanan laut segar yang disajikan tanpa nasi sama sekali.
Kalau kamu masih bingung, coba bayangkan begini: sashimi itu ibarat bahan utama yang berdiri sendiri, sementara sushi adalah hasil kombinasi dari beberapa elemen sekaligus, yaitu nasi, ikan, rumput laut (nori), dan kadang tambahan saus atau topping lain. Jadi, semua sashimi bisa dijadikan isian sushi, tapi tidak semua sushi berisi sashimi murni, karena ada juga sushi dengan topping matang seperti unagi atau tamago.
Perbedaan Sushi dan Sashimi Dari Segi Bahan, Cara Makan, dan Rasa
Selain soal nasi, ada beberapa aspek lain yang membedakan sushi dan sashimi secara signifikan, mulai dari cara makan sampai tingkat kesegaran bahan yang dibutuhkan.
Bahan Baku yang Digunakan
Sashimi menuntut kualitas ikan yang jauh lebih tinggi dibanding sushi, karena tidak ada nasi atau bumbu tambahan yang bisa menutupi rasa ikan yang kurang segar. Biasanya ikan yang dipakai untuk sashimi adalah grade sashimi khusus, seperti salmon fillet premium atau tuna maguro kelas atas.
Sementara itu, sushi lebih fleksibel soal bahan. Selain ikan mentah, sushi bisa berisi ikan panggang, udang goreng (tempura), telur dadar manis (tamago), sayuran seperti timun dan alpukat, bahkan daging sapi panggang untuk varian modern seperti beef aburi.
Cara Penyajian dan Cara Makan
Sashimi biasanya disajikan dalam irisan tipis di atas piring dengan hiasan daun shiso atau lobak parut, lalu dicocol ke campuran kecap asin dan wasabi. Kamu makan sashimi langsung dengan sumpit, tanpa perlu digigit dua kali.
Sushi, di sisi lain, punya berbagai bentuk penyajian seperti nigiri (nasi kepal dengan topping di atasnya), maki (gulungan nori berisi nasi dan isian), temaki (bentuk kerucut), dan uramaki (gulungan terbalik dengan nasi di luar). Cara makannya pun lebih variatif, ada yang langsung disantap dengan tangan (khususnya nigiri) dan ada yang menggunakan sumpit.
Kandungan Kalori dan Nutrisi
Karena tidak mengandung nasi, sashimi umumnya lebih rendah kalori dan karbohidrat dibanding sushi. Ini jadi pertimbangan penting buat kamu yang sedang menjaga asupan karbo atau menjalani program diet tinggi protein.
Namun bukan berarti sushi tidak sehat, karena kandungan nasi cuka pada sushi justru memberi energi dan serat tambahan, apalagi kalau isiannya banyak sayuran seperti dalam vegetable roll.
Referensi: mastersushigrill.com
Perbandingan Sushi dan Sashimi Secara Ringkas
Biar kamu lebih mudah membandingkan, saya rangkum perbedaan utama sushi dan sashimi dalam tabel berikut ini.
| Aspek | Sushi | Sashimi |
| Nasi | Ada, nasi cuka (shari) | Tidak ada |
| Bahan Utama | Ikan, sayur, telur, daging panggang, dll | Ikan atau seafood segar grade sashimi |
| Bentuk Penyajian | Nigiri, maki, temaki, uramaki | Irisan tipis di atas piring |
| Kalori | Lebih tinggi (karena nasi) | Lebih rendah |
| Harga Rata-rata | Rp20.000 - Rp60.000/porsi | Rp35.000 - Rp90.000/porsi |
Mana yang Lebih Populer di Indonesia, Sushi atau Sashimi?
Kalau dilihat dari jumlah pemesanan di berbagai resto Jepang dan aplikasi pesan-antar, sushi jauh lebih populer dibanding sashimi di Indonesia. Alasannya sederhana, sushi terasa lebih "aman" untuk lidah orang yang baru mencoba makanan Jepang karena ada nasi dan variasi topping matang.
Alasan Sushi Lebih Digemari
- Variasi topping lebih banyak, mulai dari yang matang sampai mentah, sehingga cocok untuk berbagai selera.
- Harga per porsi cenderung lebih terjangkau dibanding sashimi premium.
- Tampilan sushi lebih instagramable, apalagi varian roll dengan topping mentai atau saus keju yang viral di media sosial.
- Tersedia luas mulai dari food court mal sampai convenience store.
Kenapa Sashimi Tetap Punya Penggemar Setia
Meski kalah populer dari sushi, sashimi punya basis penggemar tersendiri, biasanya dari kalangan yang benar-benar ingin merasakan tekstur dan rasa asli ikan tanpa distraksi nasi atau saus berlebihan. Sashimi juga sering jadi pilihan mereka yang sedang menjalani diet rendah karbohidrat.
Tips Memilih Sushi dan Sashimi yang Aman Dikonsumsi
Karena keduanya melibatkan bahan mentah, kamu perlu lebih selektif memilih tempat makan supaya terhindar dari risiko keracunan makanan atau parasit pada ikan.
- Pastikan resto menyimpan ikan mentah dalam suhu dingin yang sesuai standar, biasanya di bawah 4 derajat Celsius.
- Pilih resto yang mencantumkan sumber ikan dengan jelas, misalnya salmon impor Norwegia atau tuna lokal segar.
- Perhatikan warna dan tekstur ikan, ikan segar untuk sashimi biasanya terlihat mengkilap dan tidak berbau amis menyengat.
- Jika kamu baru pertama kali mencoba, mulai dari topping matang dulu seperti unagi atau tamago sebelum lanjut ke ikan mentah.
- Hindari mengonsumsi sushi atau sashimi yang sudah dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam.
Kesimpulan
Jadi, sekarang kamu sudah tahu bahwa perbedaan sushi dan sashimi terletak pada penggunaan nasi, bahan baku, cara penyajian, sampai kandungan kalorinya. Sushi lebih populer di Indonesia karena variasinya yang luas dan harga yang lebih ramah kantong, sementara sashimi tetap punya tempat khusus bagi pecinta rasa ikan yang autentik.
Keduanya sama-sama enak, tinggal disesuaikan dengan selera dan kebutuhan kamu, apakah ingin sensasi lengkap dengan nasi atau ingin fokus menikmati kesegaran ikan itu sendiri.
Nah sobat, itu dia penjelasan lengkap tentang perbedaan sushi dan sashimi serta mana yang lebih populer di Indonesia. Simpan halaman ini biar kamu tidak salah pilih lagi saat pesan makanan Jepang, dan jangan lupa share ke teman-teman kamu yang juga penasaran soal topik ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!