Jenis-Jenis Tenda Yang Digunakan Untuk Berkemah

tenda dome pramuka
Image by Free-Photos from Pixabay
KakaKiky - Seperti yang kita ketahui berkemah merupakan hal yang sangat digemari, karena banyak pelajaran serta hal hal yang seru yang akan kita dapati ketika kita berkemah. Tapi apakah kamu tau ada berapa jenis tenda tenda yang telah kita gunakan untuk berkemah? Mungkin beberapa dari kalian sudah ada yang tau.

Nah bagi yang belum tau tenang saja kali ini iky bakalan ngasih tau tentang “Jenis-Jenis Tenda Yang Digunakan Untuk Berkemah”. Oke langsung aja deh kita cek, Here We Goo!!!

1| Tenda Ridge
tenda ridge
Tenda Ridge
Tenda jenis ini disebut tenda ridge dikarenakan mempunyai dinding di kedua sisinya. Tenda ini sangat cocok digunakan untuk berkemah beramai-ramai karena ruangan tendanya yang luas.

2|Tenda Double Deck
tenda double deck
Tenda Ridge dengan Double Deck (fly-sheet)
Tenda jenis ini sebenarnya juga termasuk sebagai tenda Ridge, namun disebut tenda double deck karena diberi atap tambahan (fly-sheet). Jadi bisa dikatakan kalau Double Deck itu adalah tenda Ridge dengan atap tambahan. Selain tenda Ridge, kamu juga bisa menambahkan atap tambahan pada tenda-tenda yang lainnya dengan tujuan untuk mencegah atap dari kebocoran.

3| Tenda Dome
Tenda Dome
Tenda ini berbentuk seperti kubah (Dome) yang dibuat dari bahan yang ringan termasuk tiang tiangnya. Tenda ini lebih praktis dibanding tenda jenis konvensional. Tenda dome sangat cocok bagi kamu yang ingin melakukan pendakian baik sendiri ataupun berdua dengan sahabatmu.

Nah, dalam berkemah juga harus mempertimbangkan kondisi dan cuaca. Sering kali ketika berkemah terutama di musim penghujan, tenda yang kita gunakan bocor ataupun kemasukan air. Iky punya tips nih buat kakak agar tendanya tidak bocor ataupun kebanjiran, oke ini dia tipsnya :


1. Jika ingin nyaman ketika berkemah di musim musim penghujan, kamu bisa menggunakan yang namanya double deck (menggunakan atap tambahan), nah atap tambahan ini tidak boleh menempel pada atap tenda utama, jaraknya harus kurang lebih 15 – 20 cm.


2. Agar tenda tidak kebanjiran buatlah parit di sekeliling tenda. Buat seperti yang ada pada gambar A dan B, nah parit tersebut digali dengan kedalaman 10 cm. jangan membuat seperti pada gambar C karena air tidak akan tertampung, tapi malah akan kembali memasuki tenda.


Jika sudah selesai berkemah, jangan lupa untuk menutup kembali semua bekas galian, baik itu parit, tempat sampah, tungku, dan sebagainya.

Sekian Ilmu yang bisa kakak bagikan, jangan lupa buat di share ya, punya ilmu harus dibagi jangan pelit pelit, biar berkah hehehehe. SALAM PRAMUKA!!!