BAB Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Tentang Konsentrasi Larutan - KakaKiky | Blog Edukasi
News Update
Loading...

8/20/2019

BAB Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Tentang Konsentrasi Larutan

Pembahasan laporan konsentrasi larutan
KakaKiky - Pada kesempatan kali ini, kakakiky akan membahas tentang Laporan Praktikum Kimia dengan judul Konsentrasi Larutan. Berikut ini adalah bagian pembahasan, data hasil pengamatan dan penutup yang disertai dengan kesimpulan dan saran mengenai laporan konsentrasi larutan.

BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Hasil Pengamatan
Untuk tabel data hasil pengamatan laporan konsentrasi larutan dapat kamu download disini. Jika kamu kebingungan dan kesulitan untuk mendownload, silahkan baca “Cara Download” terlebih dahulu.

4.2. Pembahasan
Campuran adalah sebuah zat yang dibuat dengan menggabungkan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa reaksi kimia yang terjadi. Campuran terbagi menjadi dua macam yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran dari dua atau lebih zat kimia, dimana komponen yang berbeda tidak dapat dibedakan lagi secara visual. Campuran heterogen adlaah campuran dari dua atau lebih zat kimia, dimana komponen yang berbeda dapat dibedakan secara visual dan mudah dipisahkan dengan cara fisik. Campuran homogen dalam kehidupan sehari-hari biasa dikenal dengan larutan.

Larutan merupakan campuranyang sifatnya homogen (homogen mixture). Dikatan bersifat homogen karena komposisinya dan juga sifatnya yang seragam, dan disebut campuran karena mengandung dua atau lebih zat yang proporsinya bisa saja bervariasi. Pelarut (solvent) adalah komponen yang kuantitasnya terbesar atau yang menentukan wujud materi larutan. Komponen larutan lainnya dinamakan zat terlarut (solute), dikatakan terlarut dalam pelarut. Larutan pekat memiliki kuantitas zat terlarut yang relatif tinggi dan larutan encer relatif rendah.

Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. Normalitas menyatakan jumlah ekivalen zat terlarut dalam setiap liter larutan. Untuk mengetahui perubahan warna dipakailah suatu indikator. Indikator ini adalah suatu zat yang warnanya berbeda dalam suatu lingkungan yang sifatnya berlainan. Pada titrasi ini digunakan indikator berupa asam basa. Indikator asam basa adalah senyawa organik golongan pewarna yang mampu memberikan perubahan warna apabila PH dari suatu larutan berubah. Beberapa indikator asam basa diantaranya adalah kertas lakmus, larutan metil orange, dan fenolftalein.

Jika dua zat yang berbeda dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang sama akan ada tiga kemungkinan, yaitu zat tersebut akan bereaksi, bercampur, dan tidak bercampur. Jika zat tersebut bereaksi maka akan terbentuk zat yang baru yang sifatnya berbeda dengan zat yang semula. Jika zat tersebut bereaksi maka akan terbentuk zat yang baru yang sifatnya berbeda dengan zat yang semula. Jika zatnya bercampur maka sifatnya tidak berubah dan dapat dipisahkan kembali dengan cara fisika, seperti dengan destilasi, kristalisasi, kromatografi, dan lain-lain. Dua zat dapat bercampur bila ada interaksi antara partikelnya. Interaksi itu ditentukan oleh wujud dan sifat zatnya. Oleh karena itu, campuran dapat dibagi menjadi gas-gas, gas-padat, cair-cair, cari-padat, dan padat-padat.

Titrasi adalah salah satu metode kimia untuk menentukan konsentrasi suatu larutan dengan cara mereaksikan sebuah volume larutan tersebut terhadap sejumlah volume larutan yang lain yang konsentrasinya sudah diketahui. Larutan yang konsentrasinya sudah diketahui disebut larutan baku. Laruta yang belum diketahui konsentrasinya ditambahkan beberapa tetes indikator kemudian ditetesi dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Titik akhir titrasi adalah tepat pada saat terjadi perubahan warna pada indikator. Titrasi yang melibatkan reaksi asam basa disebut titrasi asam-basa. Ada dua jenis titrasi asam-basa yaitu asidimetri dan alkalimetri.

Konsentrasi didefinisikan sebagai jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan atau pelarut. Pada umumnya konsentrasi dinyatakan dalam satuan titik, satuan berat atau satuan volume atau dalam satuan kimia, misalnya mol, massa, rumus, dan ekivalen. Cara menyatukan konsentrasi dalam satuan titik yaitu dengan persen berat (% w/w) persen volume (% v/v), persen berat-volume (% w-v), gram zat terlarut dalam satu liter larutan, miligram zat terlarut dalam suatu mililiter larutan, parts per million (ppm), dan parts per billion (ppb). Cara menyatakan konsentrasi dalam satuan kimia yaitu kemolaran (M), kenormalan (N), keformalan (F), kemolalan (n), dan fraksimol. Di bidang kedokteran dan ilmu biologi biasanya digunakan satuan konsentrasi dalam persen berat-volume (% w/v), persen miligram, ekivalen (Eq), mili ekivalen (mEq), dan keosmolaran.

Percobaan kali ini dilakukan dengan cara mencampurkan dua buah zat yaitu NaCl + H2O, alkohol + H2O, dan gula pasir + H2O. pada percobaan ini yang berperan sebagai komponen zat pelarut adalah H2O (air) dan yang berperan sebagai komponen zat terlarut adalah NaCl, alkohol, dan gula pasir. Indikator yang digunakan untuk proses titrasi adlaah metil orange, percobaan ini menggunakan teknik titrasi asam-basa karena proses titrasinya berhubungan dengan reaksi asam dan basa.

Percobaan pertama dilakukan untuk menentukan % w/w (berat/berat). Mula-mula 5 gram NaCl dimasukkan ke dalam gelas erlenmeyer dan dilakukan dengan 50 gram air. Didapatkan % berat NaCl di dalam larutan adalah 9.09%. percobaan kedua dilakukan untuk menentukan % v/v (volume/volume). Mula-mula 20 mL alkohol dicampur dengan 90 mL air di dalam gelas erlenmeyer dan menghasilkan 105 mL larutan. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan % v/v yang dihasilkan oleh masing-masing komponen adlaah 18,18%. Percobaan ketiga dilakukan untuk menentukan % w/v (berat/volume). Mula-mula 7 gram gula pasir dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL dan ditambahkan aquades sampai tanda batas dari labu ukur. Setelah dilakukan perhitungan % w/v gula pasir yang dihasilkan adalah 7%.

Percobaan yang selanjutnya adalah standarisasi larutan NaOH 0,1 N. mula-mula diambil 10 mL NaOH 0,1 N dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer, kemudian ditambahkan 2 tetes metil orange, dan dititrasi dengan HCl 0,1 N. metil orange disini berfungsi sebagai indikator untuk mengetahui dan mengidentifikasi suatu senyawa apakah termasuk ke dalam golongan asam atau basa. Bila dalam suatu larutan yang diberikan indikaotr PP kemudian larutannya berwarna merah muda maka larutan tersebut bersifat basa. Bila larutannya tidak berubah warna (bening) maka larutan tersebut bersifat asam.

Titrasi dilakukan dengan memutar keran buret secara perlahan-lahan hingga larutan bercampur sedikit demi sedikit. Pada saat proses titrasi gelas erlenmeyer harus selalu digoyang-goyangkan agar larutannya bercampur dan reaksinya menjadi lebih merata. Dalam titrasi asam-basa ini titik akhir dari titrasi adalah titik pada saat pH reaktan hampir mencapai 7, dan ketika itu pula larutannya berubah menjadi warna merah muda, karena adanya indikator metil orange. Karena larutannya berubah menjadi warna merah muda maka larutan ini termasuk bersifat basa.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.     Metil Orange berfungsi sebagai indikator untuk mengetahui apakah suatu larutan termasuk ke dalam golongan asam atau basa.
2.     Titik akhir dari proses titrasi akan terjadi bila indikatornya berubah warna.
3.     Bila larutan yang diberikan indikator PP dan tidak mengalami perubahan warna maka larutan tersebut adalah asam
4.     Bila larutan yang diberikan indikator PP mengalami perubahan menjadi warna merah muda maka termasuk larutan basa.
5.     Pada saat proses titrasi gelas erlenmeyer harus digoyang-goyangkan agar reaksinya merata.
6.     H2O (air) adlaah zat pelarut sedangkan NaCl, alkohol, dan gula pasir merupakan zat terlarut.

5.2. Saran
Laboratorium harus selalu dalam keadaan bersih dan rapi agar praktikan nyaman saat melakukan praktikum. Alat-alat lab juga harus selalu tersedia, agar praktikan tidak kesusahan harus keliling mencari alat-alat lab, karena hal ini juga dapat membuang waktu dalam melakukan praktikum.

Itulah Pembahasan laporan kimia tentang konsentrasi larutan, semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai contoh bagi sobat semua yang sedang berjuang membuat laporan. Cukup sekian artikel kali ini, wassalamu’alaikum and Be Prepared!

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
KakaKiky.id Adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan kepramukaan. KakaKiky update postingan setiap harinya, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan informasi update terbaru, jangan lupa untuk subscribe menggunakan email kamu. Salam Pramuka and Be Prepared!
Done