BAB Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Tentang Analisa Kualitatif Beberapa Kation - KakaKiky | Blog Edukasi
News Update
Loading...

10/01/2019

BAB Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Tentang Analisa Kualitatif Beberapa Kation

Laporan Tentang Analisa Kualitatif Beberapa Kation
KakaKiky - Pada kesempatan kali ini, kakakiky akan membahas tentang Laporan Praktikum Kimia dengan judul Analisa kualitatif beberapa kation. Berikut ini adalah bagian pembahasan, data hasil pengamatan dan penutup yang disertai dengan kesimpulan dan saran mengenai laporan Kesetimbangan Kimia.


BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Hasil Pengamatan
Untuk tabel data hasil pengamatan laporan analisa kualitatif beberapa kation dapat kamu download disini. Jika kamu kebingungan dan kesulitan untuk mendownload, silahkan baca “Cara Download” terlebih dahulu.

4.2. Pembahasan
Bidang kimia sangat memerlukan berbagai metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan kandungan unsur ataupun senyawa. Secara garis besar, tujuan utama analisis adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi komponen di dalam zat kimia. Pekerjaan analisa kimia dapat digolongkan dalam dua kategori besar, yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Melalui kedua analisis tersebut seorang ahli kimia dapat mendeteksi dan mengidentifikasi jenis dan jumlah dari komponen penyusun bahan yang di analisa. Komponen penyususn bahan analisa ini lebih dikenal dengan sebutan analit.

Analisa kualitatif adalah pekerjaan yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kandungan senyawa-senyawa yang terdapat dalam suatu sampel uji. Analisa kualitatif akan menghasilkan data kualitatif seperti, terbentuknya endapan, perubahan warna, menghasilkan gas, maupun data non numerik lainnya. Analisa kualitatif merupakan cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya yang ada dalam suatu larutan. Dalam metode analisis kualitatif digunakan beberapa pereaksi, diantaranya adalah pereaksi golongan dan perekasi spesifik. Kedua pereaksi ini digunakan utuk mengetahui jenis anion maupun kation yang terdapat dalam larutan.

Endapan merupakan zat-zat yang telah memishakan diri sebagai suatu fase padat yang keluar dari larutan. Endapan-endapan itu bias saja berbentuk koloid ataupun Kristal, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan cara penyaringan atau sentri fugasi. Misalnya, pemisahan ion timbal dari perak dan merkurium (I) dapat dicapai dengan mengendapkan ketiga ion itu. Mula-mula sebagai klorida, diteruskan dengan menambahkan air panas pada campuran. Air panas ini akan melarutkan timbale klorida.

Kation adalah ion yang bermuatan positif yang terjadi apabila unsur melepas elektron atau kehilangan suhu atau lebih elektron sehingga mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Berdasarkan sifatnya kation dibagi ke dalam 5 golongan yaitu:
1.     Kation golongan I yang terdiri dari Ag+, Hg2, Pb2
2.     Kation golongan II yang terdiri dari Hg2+, Pb2+, Bi2+, Cu2+, Cd2+, As3+
3.     Kation golongan III yang terdiri dari Al3+, Cr3+, Fe3+, Ni3+, G3+, Mn2+, Zn2+
4.     Kation golongan empat yang terdiri dari Ba2+, Ca2+, Sr2+
5.     Kation golongan lima yang terdiri dari Na2+, K2, NH2 dan Mg2+

Reaksi kimia dapat dikatakan berlangsung apabila terjadi perubahan warna, perubahan suhu, terbentuk endapan, dan menghasilkan gas. Pada percobaan ini dilakukan pengujian terhadap beberapa senyawa untuk mengetahui kation di dalamnya. Untuk reagensia yang cocok pada golongan 1 adalah golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Pada golongan II tidak dapatbereaksi dengan asam klorida, tetapi dia dapat membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam. Pada golongan III, kation ini tidak beraksi dengan asam klorida encer ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral, tetapi kation ini dapat membentuk endapan dengan amonium sulfida dalam suasana netral. Pada golongan IV tidak dapat bereaksi dengan regensi golongan I, II, dan IV, artinya tidak dapat diendapkan oleh reagensi tersebut, akan tetapi dia dapat membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya amonium klorida dalam suasana netral ataupun sedikit asam. Pada golongan yang terakhir atau golongan yang ke V tidak dapat bereaksi dengan semua reagen sebelumnya yaitu reagen golongan I, II, III, dan IV.

Percobaan pertama dilakukan reaksi pengujian Cu2+. Mula-mula sedikit larutan tembaga sulfat 0,1 N (CuSO4) dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditumbuhkan sedikit larutan amonia (NH3), setelah beberapa saat larutannya menjadi berawarna biru bening tetapi tidak ada endapan. Kemudian CuSO4 direaksikan lagi dengan sedikit larutan amonium karbonat (NH4CO3), setelah beberapa saat warnanya menjadi biru keruh dan terdapat endapan.

Percobaan kedua dilakukan reaksi pengujian Ba2+. Mula-mula sedikit larutan BaCl2 0,1 N dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan sedikit larutan kalium bikromat (K2CrO7). Setelah beberapa saat warnanya menjadi oranye dan menghasilkan endapan. Kemudian larutan BaCl2 ini direaksikan lagi dengan larutan berbeda yaitu H2SO4 (asam sulfat encer), setelah beberapa saat warnanya menjad iputih keruh dan menghasilkan endapan.

Percobaan kedua dilakukan reaksi pengujian Ca2+. Mula-mula sedikit larutan CaCl2 0,1N dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan sedikit larutan NH3 (amonia). Setelah beberapa saat warnanya masih tetap putih bening dan tidak menghasilkan endapan. Kemudian CaCl2 direaksikan lagi dengan larutan NH4C2O4 (Amonium Oksalat), setelah beberapa saat warnanya menjadi putih seperti susu tetapi tetap tidak menghasilkan endapan.

Percobaan keempat dilakukan reaksi pengujian Fe3+. Mula-mula sedikit larutan FeCl3 0,1 N dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan sedikit larutan K3[Fe(CN)6] (Kalium terisianida), setelah beberapa saat warnanya menjad ihitam tetapi tidak terbentuk endapan. Kemudian K3[Fe(CN)6] direaksikan lagi dengan sedikit laruan K4[Fe(CN)6], setelah beberapa saat warnanya berubah menjadi warna kuning dan tidak terbentuk endapan.

Percobaan kelima dilakukan reaksi pengujian CO2+. Mula-mula sedikit larutan CoCl2 0,1 N dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan sedikit larutan soda alkali 0,1 N, setelah beberapa saat terlihat adanya perubahan, yaitu warnanya menjadi biru dan terdapan endapan.

Percobaan keenam dilakukan reaksi pengujian Mg2+. Mula-mula sedikit larutan MgCl2 0,1 N direaksikan dengan NaOH setelah beberapa saat warnanya menjadi biru dan menghasilkan endapan kemudian direaksikan juga antara MaOH dengan Na2HPO4, setelah beberapa saat warna dari larutannya menjadi putih bening akan tetapi tidak menghasilkan endapan.

Percobaan ketujuh dilakukan reaksi pengujian Ni2+. Mula-mula sedikit larutan NiSO4 direaksikan dengan sedikit larutan NH3, setelah beberapa saat warnanya jadi biru keruh dan menghasilkan endapan. Pada seluruh percobaan, endapan yang dihasilkan disebabkan oleh QSP yang lebih besar dari KSP.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.     Reaksi kimia dapat dikatakan berlangsung apabila terjadi perubahan warna, perubahan suhu, terbentuk endapan dan menghasilkan gas.
2.     Untuk mengidentifikasi adanya kation dalam larutan, larutan tersebut harus terbentuk endapan dan mengalami perubahan warna.
3.     Endapan terbentuk karena QSP yang lebih besar dari KSP.
4.     Reaksi yang menghasilkan perubahan warna yaitu CuSO4 + NH3, CaCl2 + NH3, CaCl2 + NH4C2O4, FeCl3 + C3[Fe(CN)6], K3[(Fe(CN)6] + K4[Fe(CN)6] dan Na2HPO4 + NaOH.
5.     Reaksi yang menghasilkan perubahan warna dan endapan yaitu CuSO4 + NH4CO3, BaCl2 + K2CrO7, BaCl2 + H2SO4, COCl2 + NaOH, MgCl2 + NaOH, dan NiSO4 + NH3.
6.     Golongan V tidak dapat bereaksi dengan semua reagen dari golongan I, II, III, dan IV.
7.     Untuk mengidentifikasi adanya ion mg2+ lebih bagus menggunakan larutan Na2HPO4 dibandingkan dengan larutan NaOH.

5.2. Saran
Laboratorium harus selalu mengutamakan keselamatan dari para praktikan dengan cara selalu mengingatkan praktikan untuk menggunakan alat-alat safety (keselamatan). Laboratorium juga harus selalu dalam keadaan bersih agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum.

Itulah Pembahasan laporan kimia tentang Analisa kualitatif beberapa kation, semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai contoh bagi sobat semua yang sedang berjuang membuat laporan. Cukup sekian artikel kali ini, wassalamu’alaikum and Be Prepared!

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
KakaKiky.id Adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan kepramukaan. KakaKiky update postingan setiap harinya, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan informasi update terbaru, jangan lupa untuk subscribe menggunakan email kamu. Salam Pramuka and Be Prepared!
Done