BAB Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Tentang Analisa Kualitatif Beberapa Anion - KakaKiky | Blog Edukasi
News Update
Loading...

9/26/2019

BAB Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Tentang Analisa Kualitatif Beberapa Anion

Pembahasan laporan analisa kualitatif beberapa anion
KakaKiky - Pada kesempatan kali ini, kakakiky akan membahas tentang Laporan Praktikum Kimia dengan judul Analisa kualitatif beberapa anion. Berikut ini adalah bagian pembahasan, data hasil pengamatan dan penutup yang disertai dengan kesimpulan dan saran mengenai laporan Kesetimbangan Kimia.

BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Hasil Pengamatan
Untuk tabel data hasil pengamatan laporan analisa kualitatif bebeerapa anion dapat kamu download disini. Jika kamu kebingungan dan kesulitan untuk mendownload, silahkan baca “Cara Download” terlebih dahulu.

4.2. Pembahasan
Bidang kimia sangat memerlukan berbagai metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan kandungan unsure ataupun senyawa. Secara garis besar, tujuan utama dari analisis adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi komponen di dalam zat kimia. Pekerjaan analisa kimia dapat digolongkan dalam dua kategori besar, yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Melalui kedua analisis tersebut seorang ahli kimia dapat mendeteksi dan mengidentifikasi jenis dan jumlah dari komponen penyusun bahan yang di analisa. Komponen penyususn bahan analisa ini lebih dikenal dengan sebutan analit.

Analisa kualitatif adalah pekerjaan yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kandungan senyawa-senyawa yang terdapat dalam suatu sampel uji. Analisa kualitatif akan menghasilkan data kualitatif seperti, terbentuknya endapan, perubahan warna, menghasilkan gas, maupun data non numerik lainnya. Analisa kualitatif merupakan cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya yang ada dalam suatu larutan. Dalam metode analisis kualitatif digunakan beberapa pereaksi, diantaranya adalah pereaksi golongan dan perekasi spesifik. Kedua pereaksi ini digunakan utuk mengetahui jenis anion maupun kation yang terdapat dalam larutan.

Endapan merupakan zat-zat yang telah memishakan diri sebagai suatu fase padat yang keluar dari larutan. Endapan-endapan itu bias saja berbentuk koloid ataupun Kristal, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan cara penyaringan atau sentri fugasi. Misalnya, pemisahan ion timbal dari perak dan merkurium (I) dapat dicapai dengan mengendapkan ketiga ion itu. Mula-mula sebagai klorida, diteruskan dengan menambahkan air panas pada campuran. Air panas ini akan melarutkan timbale klorida.

Anion adalah ion negatif yang terbentuk ketika atom non logam memperoleh satu atau lebih elektron. Anion dinamakan demikian karena mereka tertarik ke anoda (bidang positif) dalam medan listrik. Atom biasanya mendapatkan elektron sehingga mereka akan memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Semua unsur dalam kelompok 17 memiliki tujuh elektron valensi karena konfigurasi ns2np5 dibagian terluarnya. Oleh karena itu, setiap unsur akan mendapakan satu elektron dan menjadi anion dengan muatan -1. Demikian juga, kelompok 16 unsur membetuk ion dengan muatan -2 dan kelompok 15 non logam membentuk ion dengan muatan -3. Pengujian anion dilakukan setelah uji kation.

Pemeriksaan anion sebenarnya tidak ada pembagian golongan secara matematis. Biasanya anion diperiksa secara terpisah beberapa asam yang sangat mudah terurai dalam bagian-bagian yang mudah menguap telah dapat ditentukan pada pemeriksaan dengan H2SO4 encer dan pekat, seperti pada pemeriksaan pendahuluan dengan jalan basah. Walaupun tidak ada pembagian secara sistematis tetapi untuk mempermudah pekerjaan kita anion-anion ini dapat dibagi dalam 4 golongan yaitu golongan asam-asam contohnya HNO3, HClO3, H2CrO4, dan HMnO4. Golongan asam yang tidak mengandung oksigen contohnya H2SO2, H2SO4, H2C2O4. Dan golongan sisa contohnya H3PO4, H3ASO4, H2CO4, dan CH3COOH.

Percobaan pertaa yang kami lakukan adalah menganalisis ion karbonat yang terdapat di dalam larutan Na2CO3. Ion karbonat dianalisis dengan cara memasukkan larutan Na2CO3 dengan H2SO4 pada tabung reaksi I. pada tabung reaksi II dimasukkan Ba(OH)2. Kemudian kedua tabung dihubungkan dengan pipa bengkok lalu dipanaskan. Reaksi yang terbentuk yaitu:
Na2CO3 + H2SO4 → Na2SO4 + H2CO3
Pada percobaan ini terjadi kesalahan sehingga percobaan menjadi gagal. Letak kesalahannya adalah pada pemilihan larutan H2So4 yang encer tetapi pada percobaan digunakan larutan H2SO4 yang pekat sehingga percobaan pun gagal dan tidak menghasilkan endapan. Sebenarnya bila dilihat teori kembali, percobaan ini seharusnya akan menghasilkan gelembung-bgelembung gas dan uap serta terbentuknya endapan berwarna putih.

Percobaan kedua dilakukan untuk menganalisis ion sulfida. Ion sulfida dianalisis dengan cara mereaksikan Cus dengan HCl. Kertas saring yang sudah ditetesi dengan Fes asetat diletakkan dimulut tabung reaksi yang terbentuk yaitu:
Fes + 2HCl → FeCl2 + H2S
Pada percobaan ini kertas saring yang digunakan untuk menutup tabung reaksi berubah menjadi coklat kehitaman karena telah berikatan dengan Fes dan dihasilkan bau yang menyengat seperti belerang yang disebabkan oleh gas H2S. gas H2S menjadi berbahaya jika dalam konsentrasi tinggi karena mengandung racun.

Percobaaan ketiga dilakukan untuk menganalisis ion klorida. Ion klorida dianalissi dengan cara mereaksikan larutan NaCl dengan larutan HNO3 reaksi antara NaCl dan HNO3 yaitu:
NaCl + HNO3 → NaNO3 + HCl
Pada percobaan ini larutan tetap berawarna bening, tetapi dia menghasilkan bau yang cukup menyengat. Baunya seperti PVC atau pipa yang terbakar. Reaksi antara NaCl dan HNO3 juga tidak menghasilkan endapan. Bau dihasilkan setelah melalui proses pemanasan.

Percobaan keempat dilakukan untuk menganalisis ion sulfat. Ion sulfat dianalisis dengan cara menghasilkan larutan (NH4)2SO4 dengan larutan BaCl2. Reaksi tersebut menghasilkan endapan berwarna putih yaitu Ba3O4. Reaksi yang terbentuk yaitu:
(NH4)2SO4 BaCl2 → NH4Cl + BaSO4
Endapan tersebut terjadi karena hasil kali kelarutan (KSP) lebih kecil dibandingkan dengan hasil kali kelarutan (QSP). Reagen BaCl2 mampu mengindentifikasi adanya anion. Endapan yang terbentuk merupakan salah satu tanda berlangsungnya reaksi kimia. Selain itu tanda terjadinya reaksi kimia adalah, perubahan suhu, perubahan warna dan terbentuknya gas.


BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.     Reaksi kimia dapat dikatakan berlangsung apabila terjadi perubahan warna, perubahan suhu, terbentuk endapan dan menghasilkan gas.
2.     Reaksi yang menghasilkan gas diantaranya Na2CO3 + H2SO4 dan (NH4)2SO4 BaCl2.
3.     Reaksi yang menghasilkan endapan diantaranya Na2CO3 + H2SO4 dan (NH4)2 SO4 + BaCl2,
4.     H2SO4 sebagai katalis pada saat Na2CO3 ditambahkan dengan H2SO4 dan (NH4)2.
5.     Endapan dapat terbentuk karena QSP yang lebih besar dari KSP.
6.     Cus + 2HCl menghasilkan gas H2S dan bau yang khas.
7.     Reagensi BaCl2 dapat mengindentifikasi adanya ion sulfat.

5.2. Saran
Laboratorium harus selalu dalam keadaan bersih dan rapi agar praktikan nyaman saat melakukan praktikum. Alat-alat lab juga harus selalu tersedia, agar praktikan tidak kesusahan harus keliling mencari alat-alat lab, karena hal ini juga dapat membuang waktu dalam melakukan praktikum.

Itulah Pembahasan laporan kimia tentang Analisa kualitatif beberapa anion, semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai contoh bagi sobat semua yang sedang berjuang membuat laporan. Cukup sekian artikel kali ini, wassalamu’alaikum and Be Prepared!

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
KakaKiky.id Adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan kepramukaan. KakaKiky update postingan setiap harinya, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan informasi update terbaru, jangan lupa untuk subscribe menggunakan email kamu. Salam Pramuka and Be Prepared!
Done